
Karena merasa tertekan dengan keadaan, Matheo sampai membawa Diandra untuk bertemu Psikolog, Bukan Matheo bermaksud meragukan mental Diandra.
Tapi dia hanya ingin istri nya itu memiliki teman cerita, Bukan hanya sekedar bercerita saja pada nya, Tapi Matheo rasa istri nya memang membutuhkan Psikolog saat ini.
Maka Diandra memtuskan untuk menerima saran dari suami nya, Dan hasil nya cukup baik, Diandra cukup tenang menghadapi semua nya.
Termasuk tangisan Prince sore tadi sebelum suami nya pulang, Dan kini, Kedua nya sudah berada tempat tidur saling berpelukan dan memberikan kehangatan serta kenyamanan.
Kedua nua membalut tubuh mereka dengan selimut putih, Dimana di samping mereka ada Prince yang sudah tertidur dengan sangat lelap.
" Bagaimana Terapi nya hari ini Princess ?" Matheo terus menerus memberikan kenyamanan bagi istri nya, Seperti pelukan hangat dan kecupan kasih sayang di puncak kepala sang istri.
" Cukup baik, Dan aku berhasil menghentikan tangisan Prince, Walau hanya sebentar. "
" Oh ya ? Really ?" Tanya Matheo antusias, Dia bahkan sampai terkejut dengan apa yang di katakan istri nya barusan.
Benar kah Diandra berhasil mendiamkan putra mereka ? Bukan kah ini sebuah kemajuan ?
" Tapi dia hanya sebentar dengan ku, Apalagi saat tanpa sengaja dia menendang perut ku, dia langsung menangis. " Semakin kaget Matheo saay ini.
Dia langsung mengecek perut istri nya, Dan menyingkap baju tidur satin yang di kenakan Diandra malam ini.
Khawatir ? Jelas Matheo khawatir dengan keadaan istri nya, Apalagi Diandra baru saja keguguran 2 bulan yang lalu, Terus Hati nya juga mengalami kerusakan, Dan harus segera mendapatkan pendonor nya.
Untuk saat ini Diandra terbantu dengan obat obatan dan pola hidup sehat, Tapi dia di biarkan terus menerus, Dokter takut jaringan hati yang rusak akan semakin melebar dan membayarkan nyawa penderita nya.
Maka dokter menyarankan agar segera mendapatkan donor hati itu, Walau mereka tau mencari pendonor hati itu tidak semudah membeli kacang goreng di warung atau membeli kinderjoy di Indoapril, Tidak semudah itu Tuan ku !
Itu hati, Bukan keripik kentang balado kesukaan Author !
Tidak juga semudah mencari tukang bakso Kojek yang ada di simpang 4 gang rumah Author juga ! Tidak semudah itu miskah.
__ADS_1
" Aku baik baik saja Daddy Prince, Aku baik baik saja. " Matheo langsung melihat ke arah istri nya dan menciumi kening wanita yang sangat di cintai nya itu.
" Are you sure ? Semua baik baik aja ? Tidak berbohong pada ku ??" Diandra tersenyum sambil menganggukkan kepala nya,.
Dia juga mengecup rahang tegas suami nya yang di penuhi bulu bulu yang sering membuat para wanita berdenyut basah dan ingin mendesah saat melihat wajah tampan nan rupawan sang King nya Diandra dengan setelan jas lengkap nya atau pakaian kasual nya, Semua akan terlihat mengesankan , Apalagi melihat Matheo Dalam keadaan Shirtless, Oh tidak !!.
Diandra tidak akan membiarkan mereka melihat bongkahan otot milik Matheo, Karena itu hanya milik nya seroang, Tidak untuk di bagi dan di konsumsi publik !
Tidak akan !
" Ahh ..Kenapa ini belum juga di cukur ? Kamu tidak membiarkan ku membantu mu, Tapi kamu terlihat sangat berantakan seperti ini. " Keluh Diandra sambil mengusap rahang Koko suami nya.
Suami tampan nya, Suami King nya, Dan Suami sempurna nya !
Ya Matheo memang sosok yang sangat sempurna bagi nya, Dan Diandra bersyukur untuk itu semua.
" Sayang.."
" Ada apa sayang ? Katakan pada ku apa yang ingin kamu bicarakan heum ?" Terdengar helaan nafas Diandra yang sedikit tertekan dan berpikir itu.
" Princess .."
" Apa Prince tidak ingin dekat dengan ku karena aku sakit ? Bahkan dia terus menangis saat tidak sengaja menendang perut ku, Apa dia merasakan apa yang aku rasakan ? Apa dia tidak ingin menyusahkan Mommy nya ?Apa itu mungkin ??" Matheo sedang berpikir, Kenapa dia tidak berpikir sampai sejauh itu ?
Bukan kah bisa jadi jika Putra mereka bersikap begitu pada Diandra ? Karena Tidak ingin melukai Mommy nya ? Dan membuat susah sang Mommy ??
" Kenapa kita tidak berpikir sampai kesana princess ? Bahwa Prince pasti tidak ingin membuat Mommy kesulitan. "
" Tapi kenapa dia harus sedewasa itu di usia nya saat ini ? Aku tidak menginginkan semua ini, Aku menginginkan bagaimana seroang ibu pada umum nya, Yang bermain dan tertawa bersama putra ku, Dan kenapa juga sikap putra ku sangat dingin seperti itu ? Kenapa dia tidak seceria anak pada umum nya ? Bagaimana jika nanti dia tumbuh menjadi Pria yang introvert ? Bagaimana jika nanti putra ku---"
" Sssttt....Jangan pernah memikirkan apapun yang belum tentu terjadi princess..."
__ADS_1
" Tapi Prince sudah terlihat seperti itu, Aku tidak ingin nanti anak ku di jauhi banyak orang, Atau dia menjauhi orang orang dan memilih hidup dengan dunia nya sendiri ? Bagaimana Sayang ???" Sebenar nya ini juga yang di takut kan nya soal Prince...
Karena dulu juga Matheo seperti itu, Dia lebih memilih sendiri, Bahkan hingga saat ini juga sama.
Beda nya hanya saat ini ada Diandra dan Prince yang menjadi teman hidup nya, Jika itu dulu, Matheo akan langsung berada di kamar nya setelah pulang kerja dan kembali bekerja lagi di dalam kamar nya.
Begitu terus menerus hingga saat sebelum menikah dengan Diandra, Walau dia melihat sudah ada bibit diri nya dalam sifat Prince, Matheo tetap berharap agar Prince bisa hidup layak nya anak pada umum nya.
Bermain dan bergembira, Tidak seperti nya dulu.
Matheo sangat berharap untuk itu semua, Walau ada rasa takut di hati nya sat ini, Tapi dia tidak boleh menunjukan ketakutan nya di depan Diandra, Karena itu akan membuat nya semakin tertekan nanti nya.
" Ini sudah malam sayang, Ayo tidur ." Matheo berusaha mengalihkan perhatian nya Diandra dan perhatian Rudal Rusia nya yang mulai semakin aktiv karena gerakan dari istri nya, Apalagi kini Saat tangan besar Matheo tidak sengaja menyentuh dada istri nya yang tidak mengenakan sarang nya, Membuat bulu halus nya berdiri, Tidak !.
Matheo bisa menahan nya demi kesehatan sang istri, Tapi bagaimana bisa ? Jika Diandra sendiri yang nakal dan dengan sengaja menyentuh Rudal Rusia milik nya.
" Princess, No sayanghhh...." Cegah Matheo sambil menggeram saat tangan mungil Diandra memegang Rudal Rusia nya yang siap bertempur saat ini.
" Apa kamu tidak merindukan ku ??" Matheo memejamkan mata nya saat merasakan Diandra menduduki rudal Rusia nya, Dan lagi, Kenapa bokong istri nya terus bergerak ?
" Princess, Turun sayang...Jangan seperti inihhhh--"
" Apa begini ???"
" Diandra, No Princess...." Erang Matheo lagi saat Diandra menggesekkan bokong nya dan juga dada nya pada dada bidang Matheo yang tidak mengenakan atasan apapun saat ini.
Demi Tuhan, Puncak itu sangat menyiksa nya dan dia tidak kuat untuk itu !
Apalagi sudah hampir 3 bulan Matheo menahan nya, Apa dia sanggup bertahan kembali ??
...🌼🌼🌼...
__ADS_1