
Matheo turun dari kamar nya setelah melakukan kegiatan panas bersama istri nya.
Dia benar benar menggempur Diandra hingga tak bersisa, Dan berakhir dengan terlelap nya Princess kesayangan nya itu.
Entah berapa lama mereka melakukan nya, Hingga saat dia turun, Ternyata hari sudah sangat sore, Sinar jingga sudah menampakan diri nya yang hendak berpamit berganti dengan sang rembulan.
" Dad, Dimana Mymy ?"
Deg !
Matheo menghentikan langkah nya dan menatap ke arah sang putra yang terkaya berada di taman belakang saat ini.
" Mommy mu ---??"
" Bagaimana ? Apa sudah jadi adik perempuan nya ?"
" What ??" Pekik Matheo kaget.
Bagaimana tidak kaget jika Prince menanyakan langsung tentang keberadaan adik nya.
" Dad, Are U oke ??" Tanya Prince lagi, Karena dia melihat bekas cakaran di dada Daddy nya dan kenapa itu juga ada bekas Merah lebam di leher Daddy nya ? Dan di dada nya juga ada.
Apa itu ??
Sepintar pintar nya Prince, Dia tetap lah anak anak yang polos dengan dunia nya, Dan bagaimana cara dia menjelaskan tentang cakaran Diandra di dada nya, Dan bekas kissmark yang di lakukan Diandra di leher nya tadi saat di awal pertempuran mereka ?
Bahkan dengan semangat nya Diandra memimpin pertemuan di Ronde pertama yang berhasil memuaskan hasrat nya
" Ini-- Oh, Iya Daddy terlalu kuat menggosok nya, Dan Daddy rasa ini alergi Sabun, Hingga membuat Daddy alergi. " Apa yang kau katakan Matheo ?
Alergi Sabun ? Alergi Sabun apa yang membuat Mu alergi hingga meninggalkan bekas seperti itu ?
" Alergi Sabun ? Prince harus memberitahu Mymy soal ini, Prince tidak ingin Mymy juga alergi nanti nya, "
" No Prince, Biarkan Daddy saja yang akan memberitahukan pada Mommy mu sayang, " Bagaimana bisa dia membiarkan Prince masuk ke kamar nya dan melihat keadaan Diandra yang mengenaskan seperti itu ?
Bahkan bekas kissmark yang di tinggalkan nya di tubuh Diandra lebih parah lagi, Hampir di sekujur tubuh nya.
Lalu Apa yang harus di lakukan nya saat ini ? Bagaimana jika Diandra bangun dan mendapatkan pertanyaan introgasi dari putra nya ?
Maka dia juga yang akan terkena imbas nya nanti.
" Son, Mandi lah, Daddy akan membangunkan Mommy, Kita kan makan mal di luar malam ini. "
" Oh Dad, C'mon ! Kau tidak menyukai dunia luar ! Daddy tau itu. "
" Jika begitu, Kita adakan acara makan malam bersama di rumah ini, Beritahu Oma Maura untuk menyiapkan nya, Daddy akan membangunkan Mommy. Kau bisa makan Sosis sepuas nya. "
__ADS_1
" Promise ?" Akhir nya berhasil.
Prince sangat menyukai sosis, Tapi Diandra melarang nya, Lebih tepat nya melarang makanan siap saji itu, Jika ingin sosis nugget dan lain nya, Itu semua harus home Made dan di buat langsung oleh Pelayan dirumah mereka.
Tidak beli dari luar.
" Yes ! Daddy Promise " Kedua nya menautkan jari kelingking dan pergi ke arah tujuan mereka masing masing.
Prince ke dapur menemui Bibi Maura, Maka Matheo ke kamar nya untuk membangunkan Diandra, Dan saran dia sampai di kamar nya, Pemandangan apa ini ??
Dia melihat Diandra yang baru turun dari tempat tidur dalam keadaan naked ? Bahkan dia tidak menyadari sama sekali bahwa suami nya sudah berada di dalam sana melihat nya berjalan menuju kamar mandi dengan kaki telanjang nya yang memijak lantai marmer kamar mereka.
Glug !
Matheo menelan ludah nya secara kasar saat melihat bagaimana Bokong itu bergoyang saat jalan, Dan dada nya Diandra yang seperti minta di kulum lagi oleh nya.
Gila ! Ini benar benar gila, Dan tiba tiba saja rudal nya kembali beraksi.
Dia tidak akan membuang kesempatan ini begitu saja.
Saat Diandra masuk ke kamar mandi, Dia juga ikut menyusul nya, Dan boom !..
Dia mendapatkan Jackpot hari ini, Diandra mandi di bawah shower, Bukan kah ini kesempatan luar biasa.
Dengan segera Matheo melepaskan pakaian nya dan menyusul Diandra yang berada di bawah shower.
" Sayang .."
Tangan nya yang semula di pinggang kini mulai naik naik ke puncak gunung, Tinggi tinggi sekali.
Kiri kanan, Di remmas nya hingga membuat Sang pemilik kembali memulai desaahan manja nya.
" Sayang...Matheo..."
" Yes Princess, Its me..." Jawab Matheo lagi sambil menggesekkan rudal Rusia milik nya di belahan belakang sang istri.
Hal itu semakin membuat Diandra tak karuan...
" Ohh...Sayang...." Rengek Diandra lagi saat Matheo membalikan tubuh nya dan kembali menghisap pabrik susu milik nya, Bergantian kiri dan kanan nya agar semua nya adil dan seimbang.
Hisapan di pabrik susu nya membuat Diandra semakin gelisah di bawah guyuran air shower, Dia kembali panas dan menginginkan sesuatu lebih.
Dia menarik rambut Matheo hingga membuat Hisapan itu terlepas, Namun dia tidak berhenti disitu saja.
Kini berganti dengan Area Medan pernah istri nya yang menjadi saran empuk permainan lidah tak bertulang nya.
Kedua kaki Diandra semakin terbuka lebar saat Matheo melakukan hal itu pada nya, Gila ini benar benar gila hingga membuat nya semakin menginginkan lebih dari Matheo.
" Aahh...Sayanghhh...sudah...Aku keluar..."
__ADS_1
" Sayang...No, Aaahhh...Matheo No....Sayanghh...."
" Aahhh...Matheo...." Tubuh nya bergetar hebat, Karena Matheo tidak menghentikan lidah nya malah semakin liar melakukan nya.
Dan hal itu pula semakin membuat Diandra Tidka tahan dan tumpah seketika.
Belum hilang rasa denyut itu, Kini Matheo kembali membalikan tubuh Diandra menghadap ke dinding dan memunggungi nya.
" Aahh...Sayang..." Diandra kaget saat pinggul nya di tarik ke belakang oleh Matheo hingga dia menungging dengan sempurna dan sangat seksi.
" One more time princess, Again, Aku ingin ******* mu lebih dahsyat lagi dari yang di kamar tadi, Dan ayo bergoyang bersama ku, Di setiap hentakan ku, Aku ingin mendengar suara indah mu sayang, So Let's get the play..."
" Aahhhh...." Diandra merasakan Rudal itu sudah amsuk dengan sangat sempurna di dalam Medan perang milik nya.
Dan bagaimana rasa nya ? Nikmat, Itu sudah jelas karena Matheo memang memainkan seluruh inti sensitif milik nya, Terus menghantam nya dengan gerakan gerakan liar hingga membuat Diandra tak kuasa menahan suara nya.
" Aahh...Sayang .Lebih cepat .."
" As you wish princess..."
" aahh...Matheo ..Ahh...Fvck me Daddyhhh...."
" Yes...aku akan melakukan nya untuk mu Princess...Begini bukan ??" Diandra menganggukkan kepala nya sambil mengigit bibir bawah nya.
Luar biasa dan gila, Ini benar benar sangat nikmat, Rudal Rusia nya benar benar bisa mencapai ujung Medan perang nya.
" Aahhh...Sayang...Matheo..." Hentakan itu semakin kuat dan menggila, Gesekan gesekan panas,perih, nikmat dan enak semua menjadi satu padu.
Apalagi kini kedua tangan Matheo menggenggam dan memainkan pabrik susu milik nya.
Gila, Ini sangat enak.
" Ahh ..Matheo...Ini enak sayang...ahh..."
" Ya, Sebut nama ku Princess...Sebut nama ku lebih keras lagi. "
" Matheo ..Ahh...sayang...."
" Yes Princess..."
" Le...nih Cepat sayang...." Matheo melakukan apa yang di minta istri nya.
Menghantam Diandra sekuat yang dia bisa dan itu membuat desaahan dari suara Diandra semakin seksi di telinga nya hingga membuat kedua nya ke Bali tumpah dan sampai pada puncak tertinggi nya.
" Aahh...Diandra...."
" Matheo...."
π¦π¦π¦
__ADS_1
...πΌπΌπΌ...