
" Jangan heran, Karena setiap anak GrandPa memiliki satu pesawat, Jadi ini sudah biasa. " Arka hanya bisa mengangguk kaku melihat apa yang ada di depan nya.
" Lalu ini ??" Tanya Arka lagi.
" Ini pesawat Nainai, Hadiah ulang tahun pernikahan dari GrandPa, Ini pesawat keluarga jika ingin bepergian seperti ini. " Sekali lagi Arkana mengangguk.
Pesawat pribadi ini lebih besar dan lebih mewah lagi, Tidak bisa di percaya, Bahwa Alta memang keturunan orang kaya, Tapi kenapa Mereka tidak pernah memamerkan harta nya.
Sama hal nya seperti Arka, Hanya omongan nya saja yang heboh, Tapi tidak pernah sekali pun di depan orang lain selain teman nya Arka menyombongkan harta orang tua nya, Begitu juga dengan Alta.
" Tapi tunggu, Kenapa kau menjauhi saudara mu itu ??" Tanya Arka saat melihat Alta seperti menjaga jarak dari Leon sepupu nya.
" Dia lemez seperti mu, Menyebalkan juga sekaligus !"
" Aku tidak semenyebalkan itu Al, Hanya saja--"
" Kau mengesalkan !" Arka hanya cemberut saja.
Dia malas jika sudah begini, Tapi ya bagaimana lagi ?
" Wait, Dimana Husein ? Jangan jangan dia ketinggalan ??"
" Jangan bodoh, Tetangga mu itu sudah masuk, Dia sudah memakai earphone nya yang mendengarkan ayat ayat suci Al Quran, Tidak seperti mu. !"
" Aku juga mengaji Al,"
" Ya, Terserah mu. " Balas Alta meninggalkan Arka yang terus saja cerewet sejak tadi.
Walau begitu dia tetap duduk bersebelahan dengan Arka, Kini kedua nya sudah duduk bersama dan Alta mengeluarkan ponsel nya.
" Bagaimana ? Kau masih memblokir nomor nya ?" Tanya Arka penasaran dengan teman nya ini.
Alta menatap tajam ke arah Arkana, Dia malas Jiak sudah begini, Pasti banyak pertanyaan dari Arkana sih mulut lemez seperti Jelly inaco.
" Al, Jika kau tidak menyukai nya, katakan pada nya, Jangan membuat nya berharap banyak pada mu, Tapi kau diam saja. !"
__ADS_1
" Diam lah Ar, Ini bukan urusan mu, Lagi pula dia Muslim, Uncle Sky sudah pernah merasakan nya, Dan itu berat bukan. !"
" Maka katakan pada nya jika kalian berbeda, Itu akan sulit di lalui Al. " Terlihat Alta menghembuskan nafas nya berat, Arka juga mengerti bahwa ini tidak mudah bagi teman nya juga.
" Al, Kau dan kami berbeda, Seperti ada tembok besar yang membentengi kalian, Itu bukan hal mudah, Bagi kita, Satu agama saja sulit mengerti pasangan masing masing, Apalagi dua agama ? Itu akan sulit Al. "
" Maka aku tidak menanggapi nya, "
" Dan kau juga harus memperjelas nya ! Bahwa itu tidka mudah. Akan ada banyak hati yang di korban kan disini ? Kau, Dia, Dan keluarga kalian juga Al. " Arka memang jago jika menjadi teman cerita begini, Saran dari nya memang masuk akal, tapi seperti nya ya begitu
Mulut lemez nya kadang tidak bisa terkontrol oleh nya.
Baik Arka dan Alta, Kedua nya masih saling memikirkan semua nya baik baik, Cinta monyet memang sulit di mengerti kata Husein.
Untuk itu dia tidak ingin terlihat jatuh cinta, Karena kata Husein, Jatuh cinta lah pada istri mu nanti, Jangan pernah jatuh cinta pada wanita yang belum tentu jadi istri mu.
" Al..." Panggil Arka pada teman nya itu.
" Apa ??" Jawab Alta.
" Jika aku bilang bahwa aku menyukai Andini, Apa kau marah ?" Prince Alta langsung melihat ke arah teman nya.
Dia merasa bahwa Arkana menahan perasaan nya demi Alta ?
" Apa kau pikir aku marah jika kau bersama Andini ? Itu lebih baik Ar, Kau bisa mengatakan nya pada Andini, Bahwa Kau menyukai nya. Jadi dia tidak terlalu berharap pada ku. "
" Tapi dia menyukai mu Al, Aku pernah bertanya pada nya, Bagaimana jika aku menyukai nya ? Dan dia hanya mentertawakan ku Saja. " Terlihat Arka putus asa disini, Dia pernah mengatakan pada Andini, Bahwa dia menyukai nya, Tapi wanita itu malah mentertawakan nya saja.
" Berarti dia bukan yang terbaik untuk mu ! Jangan pernah menyukai wanita yang sama sekali tidak menyukai mu !"
Deg !
Jantung Arka dan Alta berdetak tak karuan saat melihat siapa yang mengatakan hal itu, Husein, Calon Ustadz itu bicara tanpa membuka earphone nya sedikit pun, Dan lihat lah gaya nya, Angkuh sekali calon penghuni surga itu kalau kata Arka.
" Hey, Calon Ustadz, Tidak bisa kah tidak ikut campur urusan ku ? kau tau ? Kau itu menyebalkan. " Arka tak terima dengan penuturan calon penghuni surga itu.
__ADS_1
Segampang itu dia membicarakan nya, Padahal dia belum berjuang sedikit pun untuk Andini, Tapi anak Ustadz Fateh Al Azhar itu sudah lebih dulu mematahkan semangat juang nya.
" Aku mengatakan hak yang benar Ar, Dalam Agama kita, Di larang yang nama nya berpacaran, Karena itu akan menimbulkan Fitnah dunia, Yang bisa saja menjurus pada perbuatan Zina dan dosa. "
" Aku tau itu Husein Al Azhar, Lagi pula aku tidak mengatakan ingin berpacaran, Aku hanya bilang aku menyukai nya, Bukan mencintai nya dan ingin menjadikan nya pacar atau pacaran ! Kau terlalu mendalami sesuatu yang belum tentu terjadi Calon Ustadz. " Arka mulai kesal dengan teman nya ini.
Padahal apapun belum terjadi disini, Tapi kenapa bicara nya Husein sudah jauh sekali ?
" Dia bukan diri mu Sein, Jadi jangan pernah menyamakan seseorang, Karena pada dasar nya, Setiap orang itu pasti berbeda ! Bahkan yang satu ayah ibu, Satu kantung sekaligus, Dalam arti kembar, mereka bisa saja tidak sama. Contoh nya sudah jelas, Bahwa Uncle Cloud dan Aunty Rain itu berbeda, Arsheila dan Arsheela juga berbeda walau wajah mereka sama !"
" Kau dengan itu Hus !" Balas Arkana yang memang terlanjur kesal pada teman sejawat nya, Teman sepermainan nya sejak bisa jalan karena selalu di bawa oleh Uni Jamilah, Guru ngaji mereka.
" Aku hanya mengatakan apa yang menurut ku benar. "
" Dan belum tentu benar buat orang lain !" Ketiga nya langsung melihat pada Pria bule yang entah sejak kapan berada di dekat mereka, Apalagi aura nya ??
Sumpah demi apa ? Husein ras Anya ingin terjun bebas dari pesawat ini demi menghindari tatapan tajam Kakek nya Alta ini.
" Kenapa diam ? Kau ingin berdebat ? Aku bisa melayani mu hingga pagi anak muda !" Ketiga nya tidak ada lagi yang Berani membuka mulut mereka, Karena pada dasar nya, Hubungan mereka belum sedekat itu.
Apalagi Kakek nya Alta ini sangat menyeramkan di mata Husein dan Arka juga.
" Kalian masih muda, Bahkan belum 17 tahun-- Tapi. "
" Aku sudah 17 tahun Kek. "
" Hey, Siapa kau memanggil ku Kakek ? Apa kau kira aku pria jompo yang di panggil kakek ? Jika Alta memanggil ku GrandPa, Maka kalian juga harus memanggil nya sama. !!"
" Maaf Grandpa !" Jawab ketiga nya, Mereka bingung harus bersikap bagaimana lagi dengan pria bule ini.
" Mencintai dan menyukai itu beda ! Jadi jangan bodoh hanya kerena wanita ! Lihat wanita yang bisa kau perjuangkan dan wanita yang tidak bisa kau perjuangkan ! Wanita yang mentertawakan mu di depan banyak orang, Itu jenis wanita angkuh dan sombong, Wanita seperti itu tidak pantas di sukai apalagi di cintai, Karena itu akan buang buang waktu saja ! "
" Iya Grandpa. "
" Sudah ! Jangan bicarakan tentang cinta cintaan, Kalian belajar dengan baik ! Sekolah dengan giat, Dan jadi orang hebat ! Jangan hanya menjadi beban masyarakat saja kalian nanti nya !"
__ADS_1
" Iya, Grandpa ...." Jawab mereka lagi setelah itu, Pria bule itu pun langsung pergi.
...🌼🌼🌼...