Mawar Merah(Sarangheo)

Mawar Merah(Sarangheo)
SANG PENDONOR 2


__ADS_3

Tok tok tok


Kedua nya menoleh mendengar suara ketukan di pintu.


"Paul"Keduanya terkejut dan menyebut nama yg sama.


"Permisi pak ini minuman anda"Paul bicara spt tak melihat siapa yg ada di hadapan nya.


Raut wajah Radit memerah apa lagi melihat apa yg di bawa kan Paul adalah minuman kesukaan Andrew.Bisa ia simpul kan kalau andrew di perlakukan spt ini setiap hari.


"Maaf kalau Rasa nya berbeda katakan saja,akan saya buat kan kembali"ujar paul meletak kan minuman itu di meja.


Buaaar!!!


Radit melempar gelas itu hingga pecah.Dari balik pintu Rasya memperhatikan itu, ia memang sengaja menyuuruh paul bekerja spt biasa nya tanpa menjelaskan apapun.Ia ingin mempertemukan keduanya


Karna disini lah Andrew selama ini menjebak Paul dan memperkerjakan nya sbg opice boy.Ia juga kerap kali memperlakukan paul secara semena mena dan tak pernah ada perlawanan sedikit pun dari paul.


"Apa ada masalah dgn kopi nya pak?"Paul masih bertanya spt biasa nya.


Pelan-pelan Radit mendekat ia sudah tak sabar ingin memaki sahabat nya itu krna berani bekerja utk Andrew itu lah yg ia fikirkan.


"Paulus admaja"ia mendikte tulisan yg tergantung di pakaian OB Paul.


Raut wajah Paul langsung berubah,ia mengenali suara orang yg baru saja menyebut nama nya.


"Jangan berpura-pura tdk mengenaliku"Radit mendorong Paul dgn kemarahan.


"Oh jadi itu kau"ucap Paul terlihat dingin."berapa dia membayar mu hingga kamu merendahkan diri spt ini"Radit tak henti-henti nya memaki.


"Dit jgn spt ini,kita dengar penjelasan dia dulu"sela Mawar tak tega melihat suami nya memperlakukan Paul spt itu lagi.


"Cih!,ternyata kalian sudah bersama lagi hhhh"ucapan Paul terdengr spt mencemoo saat menyadari Mawar juga ada di tempat itu.


"Apa maksud mu"Dgn emosib Radit menarik leher baju Paul.


"Lepas kan"Paul tak kalah keras pula menarik baju nya hingga terlepas lalu melangkah.

__ADS_1


Tapi di luar dugaan paul terjatuh."Radit cukup"gertak Mawar merasa suami nya keterlaluan.


"Dia pasti punya alasan utk itu"lanjut Mawar mencoba meredam amarah sang suami.


Terlihat senyum tipis dari sudut bibir Paul.Tapi itu semua tak bisa menyembunyikan kenyataan yg sebenar nya.Dgn harus beraba-raba pula Paul mencoba Tumpuan utk berdiri.


"Paul kau..."desis Radit kembali di kejut kan dgn hal yg baru ia ketahui.


"Jelasin sama ku paul"ia kini mendesak.


"Jelasin sama ku kenapa kamu tdk bisa melihat"lanjut nya membentak.


"Mungkin kau hanya salah sangka,aku tdk buta,aku bisa melihat kalian berdua,ada kau dan istri mu di ruangan ini kan?"Paul masih mencoba berkilah.


"Ada di tangan sebelah mana aku memegang map?"Radit mencoba membuktikan dgn mengagkat 1 map di tangan kiri nya.


"Hhhh ayolah,aku tak punya waktu utk melayani sikap kekonyolan mu,aku juga tak tau kenapa aku bisa salah masuk,harus nya aku masuk keruangan dirut"sela nya.


"Aku permisi harus mengantar kopi ini pada direktur"lanjut nya meraih kopi dari meja dan masih dgn cara meraba-raba yg membuat kedua nya semakin yakin.


"Aku direktur disini sekarang,dan kau tak salah masuk"sahut Radit yg menghentikan langkah nya.


"Apa yg kau bicara kan"Radit menarik sahabat nya itu kearah nya.


"Apa kebencian mu terhadap ku membuat mu jadi memandang musebelah mata"lanjut Radit mulai jengkel.


"Memang nya siapa diri mu,apa beda nya kelakuan mu dgn mapia-mapia lain nya"sela Paul.


"Apa pernah aku menyebut ku seorang mapia hah"kemarahan Radit semakin tak bisa ia kendalikan.


"Hhhh sudah lah aku malas berdebat dgn dgn mu"sela paul lirih.


"Tak merasa diri seorang mapia,tapi kelakuan mu justru di atas mapia"tambah Paul semakin menaik kan emosi Radit sampai ke ubun-ubun.


"Aku belum selesai"gertak Radit kembali menarik Paul.


"Jelaskan pada ku 1 hal,apa yg membuat mu buta"sambung nya.

__ADS_1


"Sudah ku bilang aku tdk buta"kali ini paul yg membentak.


"Tak buta,tapi kau tak tau di mana tempat lawan bicara mu sedang berdiri"ucap Radit menyinggung 1 kesalahan Paul saat bicara membelakangi nya.


Raut Wajah Paul berubah."sandiwara mu masih kurang sempurna"Radit menambahi lalu mendorong dada Paul.


Paul terdiam tak tau mengatakan alasan apa lagi.


"Kau tau aku mencari mu kemana-mana,kenapa menjauhi ku,bukan kah sudah ku kata kan pergi utk sebentar,kenapa kau menghilang"tutur Radit mulai bicara dgn hati ke hati.


"Utk apa aku kembali,apa kau ingin aku merebut istri mu lagi"jawaban Paul benar-benar di luar dugaan.


"Ayolah aku bahkan tau kau tak kan bisa melepas istri mu,bukti nya sekarang saja kau masih bersama nya"lanjut paul.


"Apa yg kau bicara kan,kenapa kau jadi spt ini,apa andrew memaksa mu melakukan semua ini"kali ini Mawar yg marah atas kelakuan sahabat nya itu.


"Aku!!hahaha...!!! yg benar saja"balas Paul tertawa.


"Kau fikir apa masih berguna aku sok baik pada kalian sementara apa yg ku harap kan sudah tak berguna lagi"Paul menambahi.


Plakkkk!!!!


Mawar menampar nya krna merasa Paul membuat semua nya seolah benar,apa lagi soal perselingkuhan itu.


"Kenapa kau menampar ku,Apa kau marah krna takut suami mu tau semua nya hah...kau takut perbuatan mu akan terbongkar"Paul balik menyerang nya.


"Kau fikir kenapa selama ini aku baik pada kalian,memang nya ada orang baik di dunia ini tanpa ada mau nya,ada hahh"tambah Paul semakin menyakit kan.


Plaaakkk!!!


Kembali Mawar menampar nya dgn rasa sesak yg semakin menghimpit rongga dada nya"Sudah sayang,biar kan dia melakukan semua nya"bujuk Radit membawa gadis itu kepelukan nya.


"Aku membenci nya"ucap Mawar dgn suara tangisan nya.


"Katakan apa yg kau ingin kan"Radit mulai bicara dgn nada dingi pada sahabat nya itu.


"Aku ingin kalian melepas kan ku dan memganggap ku orang lain,krna aku sudah tdk mau berurusan dgn kalian"ucap Paul dgn lebih menyakit kan lagi.

__ADS_1


"Itu mau mu"balas Radit dgn senyum sinis nya.


🌹🌷⚘


__ADS_2