
Berhari-hari paul tak sadar kan diri di rumah sakir,luka-luka di sekujur tubuh nya membuat nya tak bisa bergerak dan menutup mata nya.
"Bagaimana kondisi nya tuan muda?"Ardi mendekat tiba-tiba.
"hhhh!!! Seperti ya kamu liat"jawab arul menghela napas."Apa Radit tau kamu kesini?"Arul balik bertanya.
Pria itu menggeleng,"Tuan muda sedang Rapat Bersama tuan muda Rahmat di perusahaan.
Arul mendegus kasar,bisa-bisa nya ia masih memikir kan kondisi perusahaan nya tanpa memikirkan kondisi nya sendiri.
"Bisa kau menjaga nya sebentar aku ada operasi 1/2 jam lagi"ucap Arul tiba-tiba."Baik tuan muda"jawab Ardi tanpa penolakan sama sekali.
"Ok terima kasih"guman Arul meninggalkan ruangan itu.
"Kasian kau tuan muda,padahal aku lihat dgn jelas ketulusan mu menjaga nona muda selama ini,ntah siapa yg tega memitnah mu"batin Ardi memandang lekat wajah Paul.
"Tapi tenang lah,siapa pun orang itu aku pasti menemukan nya"lanjut nya.
🌹
Beberapa menit kemudian,
"Jangan...aku minta maaf,jangan..."
Paul terlihat mengigau."Tuan muda apa kau baik-baik saja?"Ardi berusaha membangun kan nya.
"Jangan........"Paul berteriak histeris kemudian duduk dgn napas yg ngos-ngos an.
"Anda baik-baik saja"ucap ardi iba.
"kau...."
Paul terlihat mengepal tangan nya."Apa yg kau lakukan disini hah,pergi kamu dari sini"oceh Paul marah-marah dan melemparkan semua benda di atas meja.
__ADS_1
Ardi menunduk dan sedikit menjauh."kamu hanya ingin menertawakan ku kan?pergi"lanjut Paul terlihat prustasi.
"Ada apa ini?"Arul masuk tergopoh-gopoh."Pergi kamu"kembali Paul merintih sambil bmenyembunyikan wajah nya bdi atas kedua lutut nya.
"Maaf tuan muda spt nya kedatangan saya tidak pada waktu nya"ujar Ardi menunduk.
Arul menghela napas berat,"Ul dia kesini bukan mau menertawakan mu,dia bahkan tak menyalahkan mu,jgn bersikap spt itu pada nya"guman Arul lirih.
"Dia sama saja dgn bos nya itu,aku tidak percaya pada siapa pun lagi"balas Paul terdengar terisak.
"Ul dia disini justru membantu ku menjaga mu,ibu mu tdk mau dtang ul"lanjut Arul lirih.
"achh"Paul mengacak-acak rambut nya prustasi.
"Berapa kali aku bilang lupakan kak mawar lupakan perasaan mu,tapi kamu tidak mau mendengar ku,kamu tau radit kan,jangan jadi duri dlam daging"tutur Paul spt menasehati.
Hanya isakan Paul yg terdengar."Kenapa kamu tidak pernah mau mendengar kan,sekarang lihat apa yg terjadi hubungan kalian hancur dan...."
"Aku tidak tau lagi apa yg akan di lakukan nya pada istri nya setelah di kurung nya di gudang itu"lanjut paul.
"Bagaimana orang akan percaya kalau ada bukti spt itu,coba fikir kan apa yg kamu lakukan"gerutu Arul pula.
"Foto itu tdk benar rul,itu bohong itu fitnah masa g' ada yg percaya sih,meskipun aku sgt mencintai istri nya tapi aku masih waras rul,kalau kamu tdk percaya lalu siapa yg mempercaya i ku"tutur nya memberikan pembelaan.
"Aku yg akan percaya tuan muda"sahut Ardi tiba-tiba."diam,kau tak perlu bicara"gertak Paul terlihat masih dendam.
"Kadang aku berfikir kamu sama saja dgn orang yg buta gara-gara cinta,yg melakukan segala cara utk cinta nya"ujar Arul tiba-tiba.
"Aku tdk melakukan itu rul"gertak nya menarik kerah jas putih Arul.
"Harus nya kamu faham krna kamu tau aku menyukai nya sejak lama tapi aku tak pernah memberikan tindakan apa pun,aku membiar kan mereka di depan mata ku sendiri"lanjut Paul.
"Ia aku tau!! ul aku tau,tapi harus nya dari situ kamu sadar kalau dia bukan jodoh mu"balas Arul agak membentak.
__ADS_1
Berlahan Paul melepaskan kerah jas Arul."Ok rul aku tdk akan memaksa mu percaya"ucap nya lirih.
"terserah kalian,tapi 1 hal yg harus kamu tau aku tdk pernah berniat sedikit pun menyentuh istri nya,apa lagi foto itu"tambah nya terlihat mengalah.
"Aku percaya ul tapi 1 salah mu,kamu tdk pernah memperjuangkan perasaan mu,tapi malah jadi jembatan penghubung antara mereka,itu yg ku sesal kan"guman Arul lirih.
suasana berubah hening,yg terdengar hanya isakan Paul."Aku tidak salah rul,aku tdk salah"desis nya terlihat menyedih kan.
"Kamu tdk apa-apa ul!!"
Asrul tiba-tiba masuk."kamu tidak mati kan?"lanjut nya tapi hanya di jawab dgn tatapan tajam dari Arul.pertanda bukan saat nya utk bercanda.
"Ok"balas asrul langsung mengerti."ngapa in disini"ia kini beralih pada Ardi.
Sssssstt!!
tapi pria kepercaya an Radit itu hanya memberi isyarat dan menyuruh nya diam."pada kenapa sih,pada tegang bgt"desis nya.
Lagi-lagi tak ada yg menjawab."Kenapa dia?"Asrul kini menunjuk kearah Paul."Mending kamu pulang rul kalau tak tau apa-apa"ucap Arul agak ketus.
"Ok"asrul mulah serius dan mengalah.krna spt nya bukan waktu yg tepat.
"Saya mohon pamit tuan muda,mungkin tuan Radit sudah selesai rapat nanti saya di cari"ujar Ardi tiba-tiba.
"Dan maaf atas perlakuan saya beberapa hari yg lalu"ia kini beralih pada Paul.Tapi pria itu sama sekali tak merespon nya.Berlaha ardi mundur dan pergi.
"Ambilkan aku faspor ke prancis Rul"ucap Paul membuat kedua nya terkejut.
"Apa?kamu mau pulang kampung,kamu kabur sejauh itu?kenapa tak sekalian keneraka"balas asrul jemgkel.
"Lemparin tuh badan mu dari lantai 5,kelar hidup mu"
"Aku pamit"Ia kemudian meninggalkan ruangan itu.Arul menghela napas berat,kedua nya kembali hening.
__ADS_1
"Aku akan mengurus pasfor mu,tapi kamu harus pulih dulu,ok"ucap Arul akhir nya.
🌹🌷⚘