Mawar Merah(Sarangheo)

Mawar Merah(Sarangheo)
paksaan


__ADS_3

Beberapa hari setelah kejadian itu,


"Maaf bu mungkin kami g' jodoh"ujar mawar saat ia dan bu anis mengadakan pertemuan di cafe utk kejelasan kejadian semalam yg kini tlh jdi tranding topik utk semua orang.Wanita tu menangis sàat membaca undangan di tangan nya yg tertera nama mawar ayunda dan rasya rahardian,bagaimana tidak ia sudah sgt menyayangi gadis yg kini duduk di hadapan nya itu.


"Aku g pa pa bu,aku g akan berubah,lagi pula ibu sudah spt ibu buat saya,dan terima kasih utk kebaikan ibu selama ini"lanjut nya."Maafin ibu"ucap bu anis spt menyalahkan dirinya sendiri.


Tringg


Ponsel bu anis bergetar,karyawan di kantornya menelpon


Bu anis:ia saya segera kesana....


"Ibu pergi dulu ya,ibu pasti dtg kok,kalau ada apa-apa jgn sungkan bilang sama ibu ya"lalu ia pergi.Mawar terdiam dlm keheningan,ia menyedot minuman nya berlahan.


"Jadi kau mengundang mamaku"


Suara familiar itu tiba tiba di dengarnya."Ya kalau kau ingin kau jga bisa dtg"jawab nya tiba tiba merubah raut wajahnya seolah ia baik baik saja.


"Hmmm kemampuan akting mengangumkan..bisa dgn cepat menyembunyikan kenyataan sebenar nya".


Lalu ia duduk di hadapan gadis itu dgn mengangkat 1 kakinya. Dgn santai ia meraih kertas undangan di meja.


"Mawar ayunda....rasya rahardian"ia dgn enteng menbaca nama yg tertera disana,lalu,


"Sreekkk"

__ADS_1


Ia merobek undangan itu dan di taburkan nya di hadapan mawar."Kau"desis mawar dgn wajah memerah.


"Jdi sampah kan,hahaha,,,aku bisa membuat pernikahan mu jdi sampah jika aku mau"lanjutnya.


"Apa maumu"gertak mawar emosi."Hei....kau membentak ku sayang"ujar nya mengelus wajah mawar.Spontan gadis itu menghindar.


"Kau yakin akan menikahi nya"ujar radit sedikit mendekat kan wajahnya."Tentu sja,karna ia tunanganku"jawab mawar tdk ingin terlihat lemah.


"Oh ya lalu bagaimana kalau aku memberitahunya soal kita,apa dia masih akan menikahi gadis yg tak tersegel lagi istiku"lanjutnya.


Plaakkkk


Mawar menampar wajah nya."Kau menamparku"ujarnya meremas tgn mawar kuat.


Ia memenrintahkan pada semua pengunjung cafe agar bubar dan cafe di tutup.Cafe itu dgn cepat di tutup spt keinginan nya dan menggantung kata close di pintu.


"Lepasin tanganku"sela mawar saat pria iti menyeret nya.


Basss


Ia mendorong gadis itu ke dinding."Apa kau berubah gila sekarang"oceh mawar tdk takut sama sekali.


"Kau yg meninggalku jdi berhenti lah mengganggu ku"lanjut mawar."Apa kau lupa tangisan mu malam itu"balas radit pula."Aku bahkan sudah melupakan mu"jawab mawar dgn emosi yg menderu-deru.


"Kau belum tau siapa aku"ucap nya pelan lalu mengecup bibir mawar.Tapi di luar dugaan mawar menggigit bibir pria itu."Aku bahkan tak peduli itu"jawabnya.

__ADS_1


"Berani nya kau"desis radit seraya membersihkan darah di bibirnya akibat ulah mawar lalu menarik gadis itu ke pelukan nya.


"Lepasin aku"sela mawar meronta dan memukuli nya berapa kali tapi spt tak di rasakan nya.Ia kemudian mencium bibir gadis itu dgn brutal lalu menduduk kan nya di atas meja."Kamu gila"


"Ya aku gila,apa kau baru sadar"balas nya menarik paksa seluuh penutup badan nya."Jangan"sergah mawar saat pakaian nya sudah beeserakan di lantai.Ia kini naked di hadapan radit."Radit sadar Radit,jgn lakukan"desis nya berubah menciut.


"Hshaha memohon lah spt kau memohon saat ku tinggalkan"ucap nya dgn senyum kemenangan.


Gadis menangis tak bisa melawan tenaga radit saat pria itu kembali melakukan penyatuan spt dulu,ia melakukan lagi apa yg pernah dia lakukan.Spt tak peduli tangisan gadis dlam kungkungan nya,ia hanya menuntaskan apa yg sudah menjadi hasratnya.Berulang kali gadis itu mendesah krn kabut gairah yg sudah menyelimuti dirinya,ia tdk berlagak suci karna ia jga merindukan peemainan ranjang spt ini.


Mawar menangis saat permainan itu selesai,ia merasa dirinya hina krn tak bisa melawan.Dgn santai radit duduk di meja dan menghisab sebatang rokok nya.


"Berani kau menikah sama rasya tanggung sendri akibat nya"ucap radit spt mengancam.


Baarrr


Mawar meraih baju baju nya dari lantai lalu di kenakan nya lagi lalu melangkah,tapii,


Langkah nya berhenti,ia tdk ingin di perolok2 di luar."Ayo"ucap radit menarik gadis itu melangkah."Berikan rekaman sisi tv nya"UCAP nya pada si pemilik cafe.


"Hapus rekaman itu"lanjutnya meletak kan selembar cek."Bisa di atur tuan muda"balas pria itu dgn senyuman nya."Ayo"ia melangkah bersama mawar keluar.


kedua nya menju kenderaàn masing masing,tak lagi peduli pada undangan itu,mawar kini hanya ingin pulang dan istirahat,ia lelah.


🍒🍒🍒

__ADS_1


__ADS_2