
"Apa kau gila radit?apa yg kau bicara kan,tdk semudah itu melepaskan mu utk menikah dgn nya".
Ayu angelina calista menolak keras saat sang kekasih meminta izin utk menikah.
"Aku bukan patung radit,aku punya perasaan" desis nya."Hanya sementara sayang tidak selamanya ok,hanya 1 tahun"bujuk nya."Jelas kan kenapa sampai kau menikahinya".
"Aku..."
"Aku punya tanggung jawab atas dirinya,dan aku harus menikahi nya utk sementara waktu utk status saja"radit telihat gugup.
"Apa kau melakukan itu dgn nya?"sapa ayu menyelidiki.Radit mengangguk pasrah.
Pllaakkkk
Kali ini ayu menamparnya lalu menangis,"Lakukan,,,lakukan dgn ku,lakukan apa yg kamu lakukan padanya,ayo lakukan radit" rintih ayu pilu."Kau bahkan tak pernah menyentuh ku,tapi dia".
"Lakukan radit,,lakukan itu bersama ku"gertak ayu benar benar marah."Achhh"radit mendorong nya kasar.
"Apapun yg ingin kamu katakan,aku akan tetap menikahi nya,krna aku bukan laki laki pengecut,akan aku tanggung jawabi perbuatan ku"ucap nya kemudian meningal kan apartemen itu dan gadis yg kini menangis sendirian.
πΉ
"Hmmm manis ku akhirnya kau menikah jga"bu hamit mencium nya dgn hangat saat di pesta pernikahan nya dan radit yg di langsung kan di gedung bak istana spt layak nya pernikahan raja raja.Tapi bagi nya ini tetap lah pernikahan di atas kertas yg akan berakhir 1 tahun.
"Ibu titip mawar ya,anak ibu satu satu nya"kali ini bu salamah yg bicara,dan pria yg kini berstatus suami nya itu menjawab nya dgn sopan.Bagi mawar ini sama sekali bukan hal yg amazing,krna kalau wanita itu tau yg sebenarnya ia pasti akan di caci maki lagi.
Melihat senyum hangat radit pada keluarganya malah membuat mawar bingung,sebenarnya ada beberapa pria yg memiliki wajah itu,seolah-olah pria yg kini jdi suami nya itu selalu berganti ganti sifat sesuai keinginan nya.
πΉ
"Hhhh ini sama sekali tdk buruk,paling tidak aku hidup enak 1 tahun ini"ia menghempas kan tubuh nya ke atas kasur seusai rasepsi,ya dia pulang bersama bu anis,dan pria itu tdk tau hilang kemana,lagi pula itu tdk penting dan bukan urusan nya.
"Tapi bagaimana kalau ternyata dia jga sudah berencana menikahi ayu,ohhh tdk tidak...aku blum siap"tiba tiba fikiran kotor menyerbu otak nya.
"Apa aku tabah dan menunggu spt perjanjian itu,hhh ini buruk"ia menggeleng prustasi.
Tok tok tok
__ADS_1
Suara ketukan terdengar di pintu."Maaf nona muda mengganggu istirahat nya,tuan muda ingin nona menerima ini"wanita itu menyerahkan kunci mobil."Tuh kan dia masih manis spt dulu"batin nya kemudian menutup pintu.
πππ
pagi menyapa,
"Hhhh tiap hari sibuk kita jadi jarang gobrol ya sayang"ucap bu anis sambil sambil menuang susu utk nya."Mama sibuk apa?"balas nya sambil mengunyah roti nya pelan pelan.
"Mama lagi ngurusin surat pengalihan aset,dan mama uda janji setelah menikah dia akan mendapat kan hak nya,dia pewaris tunggal,lagi pula uda saat nya dia menduduki posisi mendiang papa nya biar pekerjaan mama sedikit melonggar"tuturnya.
"Hhhhh jdi krna ini dia maksa nikahin aku"batin mawar."Tapi bukan nya kak rahmat..."mawar memberanikan diri.
"Mama belum cerita ya,rahmat itu sebenarnya anak angkat,dan mama mengambil nya dari panti asuhan sejak usia 1 tahun,krna hampir 5 tahun baru mama di karunia i momongan"
"Ohhh"mawar ber oh ria seolah faham."Mama berangkat dulu ya,jgn terlalu banyak kerja,banyak maid disini"ucap bu anis melangkah."Yaa kalau aku tdk bosan"jawab nya pelan.
"Hai dek"
Pria yg di bicarakan itu muncul,mawar menoleh dan memberinya senyuman,
"Cantik"
"Radit"mawar mengulang nama itu,"Suami lo maksud nya"rahmat terkekeh."Ohhh masih di kamar kayak nya"jawab mawar sambil mengunyah rotinya.
Baarrrr
Suara pecahan keras terdengar dari kamar radit."Aku g' mau di bangunin siapa pun selain istriku"suaranya terdengar marah marah.Otomatis mawar dan rahmat saling berpandangan.
"Maaf non"seorang maid mendekat,"g' pa pa bi lain kali biar saya aja ya"mawar berdiri dan menaiki tangga menuju kamar suami nya.
"Maaf aku tdk tau ini sebelum nya"ujar mawar mengalah."Kamu harus tau beberapa hal selama menjadi istri ku"radit menarik nya dan mengecup nya sekilas.
"Siap kan aku air,aku mau mandi"ucap nya kemudian.Mawar langsung menuju kamar mandi dan mangisi air di bhat up.
"Hhhh kalau tiap hari spt ini selama 1 tahun,aku bisa jantungan"gerutu mawar ngomel ngomel sendiri.
Hhhhh
__ADS_1
Ia terkejut saat menyadari radit tlh berdiri di pintu dan tanpa pakaian sehelai pun."Silah kan"desis nya menunduk.Radit menuju bat hub dgn senyum licik nya.
"Heh mau kemana?"seru radit saat gadis itu akan pergi."Pijit"lanjutnya.Mawar mendekat dan memijitnya dgn lembut,rabaan lembut mawar membuat sanga adik terbangun.
Cup
Ia mengecup tgn mawar dan menarik gadis itu kearah nya.Ia langsung membungkam bibir gadis itu dgn ciuman nya."hari ini kau harus patuh pada ku"ucap nya."Tapi aku...a..aku sudah mandi"gadis itu terlihat gugup.
"Sekarang"gertak radit.Terpaksa ia menuruti itu,dgn cepat radit menarik nya ke dln pelukan nya lalu mencium nya lagi.Merasa tdk puas bermain di sana ia langsung menggendong gadis itu ke tempat tidur.
"Jgn menatap ku spt itu,gertak radit saat menyadari tatapan mawar."Aku cuma berfikir perubahan mu terlalu jauh setelah ku tinggal"jawab mawar lirih.
Radit tertawa dan merentangkan kedua tangan nya,ia spt puas setelah berhasil menggertak gadis itu."Dan apa kau berfikir aku masih suami kecil mu"ucap nya."Hmmm spt nya tidak"radit terkekeh lagi.
"Boleh aku tau 1 hal"
"Kalau kau memeng membenciku kenapa kamu menyuruh ku mengandung anak mu,bukan kah itu aneh?"mawar menanyakan kejanggalan di hati nya.
"Biar jadi beban seumur hidup mu"jawab radit enteng,berlahan ia berdiri dan membersihkan dirinya di bawah sower.Ia kembali memakai stelan rapi nya.
"Nanti pak amin akan mengajari mu menyetir,belajar lah dgn benar"radit meraih dasi favorit nya.
"Kamu dengar tidak"radit membentak krna gadis itu tak ada reaksi."Betulkan dasiku"
Dgn sigap mawar melaksanakan suruhan itu."Aku akan pulang terlambat jgn menunggu ku"
Cup
Ia memberikan 1 kecupan di kening mawar sebelum ia berlalu dari t4 itu.
β₯οΈ
"Dimama***"mawar mencari cari sesuatu di laci kamar nya."Ini dia".Ia langsung menelan pil kecil di tangan nya dan meneguk segelas air putih.
Ia tdk ingin hamil spt keinginan radit,dan ini lah cara satu -satu nya.
"Saya menunggu anda dari tadi nona"ucap pak amin saat ia membuka pintu."Tuan muda menyetir sendiri nona"ia menjawab pertanyaan yg akan di ajukan mawar.
__ADS_1
Mawar akhirnya mengangguk dan mengikuti pak amin keluar.
πππ