Mawar Merah(Sarangheo)

Mawar Merah(Sarangheo)
SELAMA KOMA


__ADS_3

"Bagaimana paul apa trauma mawar akan kembali lagi?"sapa bu anis saat menjaga menantu nya itu yg belum jua membuka mata nya.


"Belum bisa saya pastikan tante,tapi akan coba saya periksa"balas nya lirih.


"Apa radit tau hal ini"Arul menambahi."Belum tante takut mengganggu pemulihan nya"balas bu anis lirih.


Arul mengangguk tanda mengerti."Tapi lebih baik tante mengabari nya dari pada menjadi masalah yg lebih rumit lagi nanti"tambah nya kemudian.


"Ya"bu anis menjawab dgn lirih.


🌹


"Hallo nak apa kau sudah pulih,kalau sudah segera pulang ya,mama tunggu"


Bu anis menghubungi putra nya selepas ia keluar dari ruangan tempat menantu nya itu di rawat.


setelah itu ia menelusuri tiap lorong rumah sakit dan menjeguk cucu nya yg masih dalam pengawasan rumah sakit.


"Ini semua salah ku,harus nya aku bisa menghadapi semua nya bukan malah menghindari nya"bu anis membatin sambil memperhatikan cucu nya yg terlihat mungil di dalam boks.


"Apa nyonya ingin bertemu dgn cucu nyonya?"seorang dokter yg lebih tua dari Arul mendekat.

__ADS_1


"Tidak,saya hanya memastikan kalau dia baik-baik saja"balas bu anis dgn senyuman.


🌹


selang beberapa jam kemudian,


"Dimana Arul?"Radit memgamuk masuk ke rumah sakit itu.


Ia tau kabar dari Ardi kalau istri nya koma dan bayi mungil nya masuk inkubator krna Arul membiarkan dokter pemula menangani nya.


"Ada apa Radit kenapa marah-marah"ucap bu anis mendekat."Dimana si brengsek itu"ujar nya terlihat berapi-api dan malah tak memikir kan ia yg baru saja selesai operasi mata.


"Reeek"Arul keluar dari ruangan mawar.


"Kenapa kau biar kan istri ku celaka di tangan orang lain"lanjut nya.


"Istri mu celaka di tangan ku"Jawab Arul dgn Wajah rilex.


Radit semakin mengerat kan genggaman nya pada leher Arul."Aku memecat mu hari ini juga"Radit menambahi dgn amarah yg kian menjadi.


"Ok"Arul melepas kan jas nya dgn kasar."Mudah-mudahan setelah ini tdk ada lagi korban dari ke egois an mu dan keras kepala mu itu"Jawab Arul dgn sengit.

__ADS_1


Kembali Radit menarik leher jas nya."Sudah Radit hentikan"bu anis melerai.


"Tidak seharus nya kau menyalah kan Arul"bu anis bicara dgn mata berkaca-kaca.


"Dan apa kau tau,kami disini cemas menunggu mu,menunggu mu dgn harapan agar kau bisa melihat dgn normal lagi dan spt ini balasan mu"lanjut bu anis.


"Dia hampir membunuh istri dan anak ku ma"sela Radit membentak.


"Semua ini krna mu"Balik Arul yg bergertak nya.Kembali Radit meraih kerah jas putih nya."Lepaskan tangan mu"Arul menghempas dgn keras nya.


Tapi Radit bersikeras menarik kerah jas nya dan hampir melayangkan 1 tinju ke wajah nya.


"Semua ini krna diri mu,Krna keegois an mu yg hampir membunuh anak dan istri mu,Istri mu menolak aku sentuh krna trauma di sentuh pria mana pun"sambung Arul yg membuat kerah jas nya terlepas berlahan.


"Dia tak mau di tangani dokter pria termasuk aku"Arul menambahi yg membuat wajah Radit memerah.


"Bagaimana aku membantu persalinan nya kalau dia tak mau bersentuhan dgn ku,harus nya kau tau kalau sikap mu itu bisa membunuh istri mu kapan pun"tutur Arul lagi.


Dgn langkah gontai Radit memasuki ruangan itu.memandang wajah mawar yg terlihat damai saat mata nya terpejam walau sedikit pucat.


Selanjut nya ia menangis sejadi nya,dgn tangisan yg baru di perlihat kan nya di depan keluarga nya.

__ADS_1


"Maaf kan aku"hanya kalimat itu yg di ucap nya dgn bibir bergetar.


🌹🌷⚘


__ADS_2