Mawar Merah(Sarangheo)

Mawar Merah(Sarangheo)
PERUBAHAN


__ADS_3

"acchh.."radit terlihat marah- marah di kamar nya.


berulang kali ia terlihat membuang dasi dari leher nya yg tidak di anggap nya cocok.


tek tek tek


suara hak tinggi bu anis mendekat.ia melihat banyak sekali puntung rokok bertebaran di lantai.


"radit kamu merokok nak?"desis nya.tapi pria itu sama sekali tak menghirau kan nya."apa- apa an ini radit"bu anis mulai membentak.


lagi- lagi tak di acuhkan nya.ia sibuk menghisab rokok nya yg membuat sang ibu terisak.ia tau putra nya itu bukan lah pecandu rokok spt riky.


"ini bukan kebisaan mu radit"rintih bu anis lagi."radit jawab mama nak,jgn hukum diri mu spt ini"wanita itu menambahi.


"dimana sih,bi sumi....."ia malah spt tak melihat keberadaan ibu nya."saya tuan muda"bi sumi muncul tergopoh -gopoh.


"dasi kemaren mana?"ucap nya."sudah bibi cuci tuan,bibi fikir sudah kotor"wanita paruh baya itu menunduk.


achhh...


ia melemparkan dasi dari leher nya ke lantai."jgn sentuh apa pu tanpa izin ku"gertak nya murka.


maid kepercayaan bu anis itu menunduk kan kepala."semua nya bikin muak"ia melemparkan sisa rokok nya ke lantai.

__ADS_1


bu anis menepuk pundak bi sumi dan memberi nya isyarat utk keluar.


bu anis mendekati putra nya itu pelan- pelan dan meraih dasi itu.


"dit... mama fikir dasi ini juga bagus,dan memakai dasi yg sama tiap hari itu buruk kan?"bu anis bicara dgn lembut.


masih spt tadi pria itu tak menghiraukan nya.ia meraih tas nya dan pergi.perubahan sifat nya benar- benar di atas rata- rata yg membuat bu anis mengelus dada.


"papa lihat gibran punya gambar bagus"kali ini gibran yg mendekati nya saat ia menuruni tangga,bocah polos itu menunjuk kan 1 gambar keluarga utuh yg baru ia selesaikan.


radit meraih kertas itu sebentar,di lihat nya lalu di kembalikan nya tanpa di komen.dgn mata nanar gibran menatap punggung sang ayah yg berlalu meninggalkan nya.


"mana coba tante lihat"berganti dgn siti yg mendekat."tidak usah gambar nya jelek jadi papa tak menykai nya"ia membuang kertas itu ke lantai lalu melangkah ke halaman.


dgn santai radit meraih sarapan nya tanpa memperdulikan hati kecil putra nya yg terluka.


baaarrr..


seorang maid tanpa sengaja memecahkan gelas."saya mohon maaf tuan"ia lantas meminta maaf dan membungkuk kan badan nya beberapa kali.


"bekerja lah dgn benar atau saya pecat"radit menggertak dgn kemarahan nya.


"apa lagi sih radit,ini masih pagi"lagi- lagi bu anis melerai putra nya itu."acchhh"radit mendorng piring nya dgn kasar lalu berdiri.dgn sigap ardi mengikuti nya.

__ADS_1


"maaf nyonya sudah mengganggu sarapan nya"si maid masih memohon maaf pada bu anis."tidak apa- apa bersih kan pecahan bling nya"bu anis menjawab dgn nada halus.


di pintu utama....


"dad"tiba- tiba melvin ada di hadapan nya.-siapa yg mengantar mu"ujar radit dgn aura dingin tak spt biasa nya.


"mom"bocah itu menunjuk kejalanan.radit mendengus kasar,ia tak bisa menemukan keberadaan ayu hanya ada angkot yg baru berjalan,mungkin saja ayu ada di dlm nya.


"and mom went whit a man(dan mama pergi dgn seorang pria"ucap nya lirih.radit tertawa kecil,gadis itu pergi dan malah meninggalkan melvin utk nya .


"ardi cari dia sampai ketemu dan seret ke hadapan ku"radit melangkah."daddy..."melvin menangis histeris.


"siap tuan muda"ardi langsung membuka kan pintu mobil utk nya 1 mobil pengawal mengikuti nya dari belakang.


"hei"gibran mendekat tiba- tiba."kau mengenali papa ku?"gibran bertanya dgn polos nya.


"it is my dad"melvin membalas nya dgn lesu."sudah"bu anis tiba- tiba menjauh kan gibran."gran ma"ucap melvin mengenali wanita itu.


"jgn menggangu nya,ayo gibran"bu anis lalu membawa cucu nya pergi."siti urus anak itu sebelum ardi menjemput nya"ia beralih pada menantu nya yg 1 lagi.


"ia ma"balaa siti patuh."apa yg di bicara kan nya oma kenapa bahasa nya terdengar berbeda"gibran bertanya sambil menaiki tangga.


"jgn fikir kan"sela bu anis seolah tak ingin hgibran tau.

__ADS_1


🌹🌷⚘


__ADS_2