
Pagi menyapa,Mawar dan Radit terlihat akan siap-siap ke kantor.Mawar terlihat membenahi dasi Radit dgn teliti.Hati nya seolah bimbang bagaimana cara nya meminta izin.
Ingin terus terang ia takut Radit akan marah dan tersinggung,tapi jika tdk Paul sudah menunggu nya dari tadi.
"Sudah ...."Mawar mengakhiri nya berlahan."Makasih yaaa"Radit kemudiaan memakai jas dan meraih tas nya.
"Dit..."Ia mberanikan diri utk bertanya.
"Yaaaa"Pria itu menoleh dgn senyum an nya.
"A....Aku..."lidah Mawar spt kelu."Pergilah"sambut Radit kemudian.
Mawar terkejut,dari mana suami nya tau apa yg ingin di ucap kan nya.Ia tak ingin ambil reaiko,ia diam krn takut jawaban radit malah sebalik nya.
"Kenapa diam????ingin ke kentor bersama Paul kan?pergilah..!!"lanjut Radit menjelaskan.
"Tapiii !!!"
"Pergilah Mawar aku tdk marah"sambut Radit dgn cepat.
"Yasu dah"Mawar meraih tas nya dan melangkah.
Barulah raut wajah Radit berubah,mata nya memerah manahan air mata yg sebentar lagi akan meluncur.
"Tidakk !!aku tdk boleh egois,aku tdk boleh mempertahan kan nya krn rasa takut dan tertekan,aku ingin ia menetap kan hati nya dan menetap kan pilihan nya"
Radit berucap seolah menguatkan hati nya.
__ADS_1
Tringgg !!!
Ardi menelpon nya.
"Nona muda dan tuan Paul sudah berangkat tuan"ucap Ardi melalui sambungan telpon.
"Ikuti sampai kekantor,aku ingin tau apa yg mereka bicara kan"balas Radit kemudian matikan ponsel nya dan melangkah keluar.
Ardi yg memang sudah memasang alat penyadap di mobil Paul langsung melaksanakan suruhan itu.Hal itu merupakan pekerjaan yg mudah bagi nya.
"Kau tau mawar rasanya aku lega sekali saat Radit memberi lampu hijau spt ini,hhhh...!!!rasanya spt mendapat jacpot"
Percakapan keduanya langsung terekam ke lap top Radit.
"Kau takut pada nya Mawar?"Paul bertanya lagi saat Mawar tak juga buka suara.
"Tidak..!hanya saja....."Mawar diam lagi.
"hhahah !!!! ayo lah Mawar kuta bahkan sudah melakukan yg lebih dari itu"
Kali inj Mawar menoleh,ia merasa ini bukan diri paul yg biasa nya.Ini terlihat berbeda.
Sementara jauh disana.....
Radit mengkepal tangan nya mendengar kata-kata terakhir Paul,otak nya mulai menolak utk memaaf kan pria itu dan ingin segera menghantam beberapa pukulan ke wajah nya.
"Tuan apa keputusan janda ini sudah tepat??"ucap Ardi yg sejak tadi memperhatikan nya.
__ADS_1
"Saya hanya takut kalau keputusan ini malah menyakiti tuan sendiri"lanjut Ardi melihat boss nya itu menoleh.
"Tidak ini sudah keputusan yg tepat"balas nya terdengar menyedih kan.
Rekkkk !!!!!
Paul berlahan Masuk.
"Uda siapin bahan yg mau di rapat kan j nanti dit??"sapa nya.
"Sudahh,coba periksa"Radit menyerah kan map tanpa menatap wajah sahabat nya itu.
Berlahan diraih Paul lalu di buka nya...
"Baik spt biasanya,tapi....tak terlalu waww !! hehe..."ucap nya masih sempat nya bercanda.
"Apa kau tak pokus atau....ada hal yg membuat mu marah??"
"Tidak hanya saj aku lelah"Radit menjawab dan masih dgn posisi spt tadi.
"Ok !!!"
Kali ini Radit pura-pura sibuk dgn lap top nya tanpa sedikit pun menoleh kearah paul.
"Aku balik keruangan ya..."
"Hmmmm...!!" hanya itu jawaban yg di berikan Radit dan masih dgn posisi spt tadi.
__ADS_1
Paul sedikit menyunggingkan senyuman nya dan meninggalka ruangan itu.
🌹🌷⚘