
Di ruangan nya Radit terlihat bolak balik membaca surat gugatan cerai itu.Ia ingin memeriksa hati nya spt dulu krna tak ingin menyesal di kemudian hari.
Tok tok tok !!!!
Sekretaris nya lea masuk.
"Ini berkas berkas nya pak" ujar nya meletak kan map di meja.
berlahan di raih Radit dan di periksa nya."Kalau begitu saya permisi pak"lanjut nya melangkah.
"Tunggu !!!"
Ceo yg terkenal kejam dan tampan itu menghentika langkah nya.
"Ia pak ada yg bisa saya bantu"Lea menoleh lgi.
"Apa kau punya waktu makan siang??"
"Hmmm ma-maksud ku,saya ingin mengajak mu makan siang"Radit gugup dan menjelaskan maksud dari perkata an nya.
Mata Mawar melotot sempur na.Ia khawatir kalau ia sedang berhalusinasi krna terlalu sering menghayal kan hal ini.
"Bagaimana Lea?"
"Hmmm !!!"
Gadis bernama Lea itu spt berfikir.Kira-kira apa yg membuat bos nya jadi bertingkah aneh begitu.Lgi pula ia takut kalau sang bos hanya mengerjai nya.
"A- aku hanya butuh teman bicara"tambah Radit semakin bertingkah konyol.
"kenapa dgn bos tampan ini??? apa dia salah minum obat???atau... sedang mabuk???"batin Lea belum percaya sepenuh nya.
"Lea...!! kenapa diam???lea..."Radit melambai-lambai kan tangan di depan wajah sang sekretaris.
"E eh... baik pak saya mau..."balas nya gugup."Aduh...mampus kenapa jadi keceblosan sih kalau istri nya liat gimana???"batin Lea lirih.
__ADS_1
Senyum Radit mengembang."Ya sudah nanti saya akan panggil kamu yaa"ujar Radit meyakin kan.
Kali ini Lea mengangguk.Mungkin tdk masalah sesekali ia makan siang bersama bos nya ya super cool dan arogan itu walau pun akan mengundang kemarahan istri nya.
🌹
Di kantin khusus petinggi -petinggi perusahaan.
Radit terlihat melamun sambil memutar- mutar sedotan jus nya.Ia memilih meja sudut sbg ajang buang suntuk nya.
sedangkan Lea sedari tadi memandangi wajah boss nya sambil berpangku tangan.Ia memang senang dan bangga bisa 1 meja dgn pemilik perusahaan tapi tentu saja ia merasa tak enak dgn pandangan stap lain.
"Uhhhh untung istri nya ngga di sini,kalau ia bisa di tumpahin jus muka gue entar"batin nya.
Tinggg !!!
Ponsel Radit berbunyi tapi sama sekali tak di sadari nya.
"Pak ponsel anda berbunyi..."Lea berusaha menyadar kan sang boss dari lamunan nya.
"Hmmm !!!percuma dari tadi gue di depan nya,pikiran nya melayang kemana-mana" Lea membatin lagi.
---------- ----------------- ----------------- --------------
Radit : hallo kek
Mattew:Apa apa an kamu Radit kenapa malah membiar kan istri mu bersama Paul...
Radit:dia mencintai nya kek...
Mattew:kamu fikir itu keputusan yg tepat??tdk spt ini cara nya.apa kamu tdk memiliki darah keluarga mattew maka nya kamu jadi lemah spt ini.
Radit terdiam.
Mattew:hingga kamu begitu goblok nya??
__ADS_1
Radit:tdk ada guna nya memaksa sementara hati nya nyaman dgn orang lain,aku bukan orang egois kek...
Mattew:Damn...kamu bodoh...your grazy...goblok (marah)
Radit kembali diam.
Mattew:Ok biar kakek yg bicara (mematikn hp).
---------- -------------- ------------- ------------- ----------
Radit menghela napas berat,ia tak ingi mattew ikut mencampuri urusan ini.
"Jadi bapak melamun krn masalah itu??"ujar Lea memberanikan diri.
Radit menoleh apa sikap nya se mencolok itu???.
"Maaf pak bukan nya saya lancang tapi.... ini sudah banyak di bicara kan di kantor ini krna hampir tiap hari bu Mawar menempel dgn pak paul"cetus Lea lebih berani.
"Apa rasa cemburu begitu menyakitkan lea??"
"Apa sakit nya spt ini saat melepas orang yg kita cintai???"Radit mulai mencurah kan isi hati nya.
"Hmmm !!!!"Lea terlihat kesulitan menjawab.
"Maaf kalau aku memamfaat kan mu di situasi yg tdk tepat"ujar nya.
"Aku sudh tdk tau menopang kesedihan ku pada siap lagi"tambah nya.
Lea menatap bosa nya itu dgn perasaan tak menentu.Pria sehebat dan setampan Radit ternyata bisa terluka??.Bagi Lea Mawar terlalu bodoh ingin melepas Radit demu Paul yg bahkan tak punta apa-apa.
"Ini memang salah ku sendir yg tak bisa tegas,mereka berdua terlalu berarti bagi ku"ucap nya tertawa spt orang bodoh.
"Sabar ya pak"ujar Lea dgn lancang menggenggam tangan Rdit di atas meja yg membuat Pria itu mendongak kan wajah nya.
🌹🌷⚘
__ADS_1