
Diruangan nya radit dan paul langsung tertawa bersama saat membicarakan kejadian kemaren.
"Benar-benar tidak waras,kamu kira aku gayung yg mau pacaran sama kamu,tapi kren"paul menyela tapi lebih mendukung.
"Walau pun reputasi ku hancur kalau misal kan dia bicarakan ini diluar dan....konsekwensinya aku akan jomblo akut selama nya plus...kadar ketampanan ku hancur"tambah nya kemudian tertawa terbahak.
"Alah ganteng-ganteng gitu kamu perjaka tua"masih larisan genteng"jawab radit mencibir.
"Eh...yg mau sama ku ada ya"paul terlihat jengkel."Aku aja yg masih terlalu banyak pertimbangan"lanjut nya berubah pelan.
"Ia yg mau ada tapi mawar cewek gue"riky menyahut dari sudut.Otomatis raut wajah radit berubah.Krna ia mendengar itu dgn jelas.
"Trus gimana kata tante"paul menepuk bahu nya seolah menyadar kan nya."Hahhh"balas radit terkejut lalu meraih rokok nya.
"Tante marah tidak?"lanjut paul."Memang nya aku perduli,yg penting aku fine dan gibran fine"jawab nya sambil menyalakan rokok lalu di hisab nya.
"Widihhhm..gaya mu uda kayak pecandu beneran aja"goda paul.
Radit tak merespon ,ia trus menikmati rokok nya."Gimna rasanya,uda bisa nikmatin g'?"sambung paul.
"Awal nya buruk sih,tapi...kalau di fikir-fikir di nikmatin aja,dan ini bisa bikin aku tenang dan lupa segala nya,dan lupa rasa sakit disini"ia bicara spt berpuisi sambil menepuk dada nya.
Paul terkekeh mendengar nya."Kalu di lihat-lihat kamu mulai mirip ya...cuma...kamu masih ada aura Damai nya sedangkan dia..."
__ADS_1
"Arogan,sombong,nyebelin,keras kepala,bikin muak lagi"paaul sengaja mengucap kan itu karna ia tau riky ada bersama mereka walau tak bisa di lihat nya.
"Berani ngatain gue lo ya,sahabat lo itu gue bukan si cengeng ini"riky membalas nya dan marah-marah.
"Tenang.... marah- marah cepat tua"celetuk radit kearah sofa sambil menahan tawa nya.
"Siaalan lo berdua"dgn perasaan kesal riky menghilang."Dia uda pergi kamu bisa bicara srius dgn ku"radit langsung merubah raut wajah nya.
"Hhhh ok"paul menghela napas berat.Sulit bagi nya utk mengatakan apa yg di pendam nya ini,ia tak ingin pria itu malah berubah membenci nya."Sebenar nya...."
Tok tok tok
Pintu ruangan di ketuk sebelum paul melanjutkn kata-kata nya."Masuk"sahut radit.
"Ini berkas nya pak"ujar alena terlihat canggung saat melihat keberadaan paul di ruangan itu.
Berlaahan radit meraih map itu dan di periksa nya.Langsung pula paul memain kan aksi nya."Jadi kapan kamu ada waktu buat ku"ia berdiri di samping radit dan bicara spt kekasih sedang menagih janji.
"Ya sabar dong yg nama nya sibuk"jawab radit.Alena memperhatikan itu dgn seksama.
"Ya kalau tiap hari kamu sibuk aku jadi BT... tidak pernah ada waktu sedikit pun"paul lebih agresif lagi.
"Weeked ya"radit menoleh dgn senyuman nya."Ok,bikin gemes deh"paul semakin mendalami peran nya dan mencubit dagu radit.
__ADS_1
"Hmmm hmmm..." alena sengaja memberi kode kalau masih ada diri nya di sana."Kenapa alena"dgn cepat paul merubah raut wajah nya dan menatap gadis itu dgn tajam.
"Tidak ada apa-apa pak,cuma takut mengganggu saja,saya permisi"balas alena melangkah keluar.
Kembali keduanya sama-sma tertawa."Apa an sih bikin geli aja"radit mendorong paul dari dekat nya.
"Ya kamu tadi nikmatin jgn-jgn kamu beneran homo"paul menantang."Homo bapak mu"kali ini radit melotot.
"Uda ah moot ku berubah jelek,lain kali aja aku cerita"
"Aku keruangan dulu,da sayang....muuacchh"paul mengecup pipi radit kemudian berlari keluar.
Baar!!
Sepatu radit melanyang kepintu."Bangsat"umpat nya benar -benar geram."Hiii"desis nya malah jadi geli sendiri.
🌹
"Tidak aku tidak bisa mengatakan ini pada nya"paul bicara sendiri saat menuju ruangan nya.
"Aku tidak ingin dia membenci ku biar lah semua nya spt ini"lanjut nya menerawang kejadian benerapa hari yg lalu saat mawar menemui nya dan meminta nya utk di nikahi setelah anak nya lahir.
"Aku hrus menolak nya"batin nya terlihat berat dan penuh beban.
__ADS_1
🌹🌷⚘