
"Selamat pagi nona"bi sumi membuka pintu gudang mawar.Ia masih saja berkurung disana,walau Radit sudah mengizinkan nya keluar tapi itu tak berarti apa-apa bagi nya.
Masih dgn kondisi yg sama ia meringkuk dan memeluk kedua lutut nya dgn kondisi yg memprihatin kan.
"Ini susu dan sarapan mu nona"bu sumi meletak kan mapan di meja.
"Aku tdk lapar,aku hanya ingin tidur"jawab nya spt tak perduli.Raut wajah bi sumi berubah sendu tapi buru -buru di ganti nya dgn senyuman.
"Nona di usia kandungan 9 bulan nona perlu bergerak dan kena sinar matahari,sekarang ayo kita sarapan lalu jalan-jalan"ucap bi sumi dgn antusias.
"Aku tdk ingin kemana pun"jawabnya masih kondisi spt tadi.
"Bukan kah tuan muda sudah menyuruh nona keluar jadi kenapa masih di gudang ini,ayo nona kita keluar"sambung bi sumi lagi.
"Jangan,aku tdk ingin suami ku marah"balas nya.Bi sumi tak bisa menyembunyikan kesedihan nya lagi.Ini sudah sikap nona muda nya utk minggu ke 4.
__ADS_1
"Tuan muda tdk disini nona,jadi mari kita keluar"kali ini bi sumi membujuk.
"Tidak"lagi-lagi mawar menggeleng. Ia memang tak punya alasan utk keluar krna Radit pergi tanpa bicara apa pun,ia bahkan spt terburu-buru hanya berpesan agar ia di jaga dan jgn di perbolehkan kemana pun.
Bisa jadi pesan itu sbg tanda kalau Radit telah mempersiap kan sesuatu utk nya.
"Aku tdk mau dia semakin marah dan membenci ku,biarkan aku spt ini,spt yg dia ingin kan"ucap mawar lirih.
Bu sumi kini kehilangan kata-kata."Makan lah nona"bujuk nya kemudian."Setidak nya agar perut nona terisi".
Ia mengunyah roti itu dgn bibir bergetar krna menahan tangis.
"Menangis lah nona bila itu membuat mu lega"ucap bi sumi menghapus air mata di wajah majikan nya yg akhir nya meluncur.
Kali ini Mawar berhambur dan menumpahkan tangisan nya di dada maid kepercayaan suami nya itu.
__ADS_1
"Apa tidak ada maaf utk seorang istri yg melakukan kesalahan,apa tdk ada kesempatan kedua utk ku"rintih nya.
"Tidak ada kesalahan yg tidak bisa si maaf kan nona,setiap orang memiliki kesempatan utk berubah"balas bi sumi pula.
"Sekarang mari kita keluar nona,bibi yg akan tanggung jawab,biar kan bibi yg di pecat,asal nona tdk terluka lagi"kembali bi sumi menghapus air mata di wajah nya.
Mawar memeluk wanita itu semakin erat."Ayo nona"lanjut bi sumi.
Tidak bisa di tolak nya lagi,akhir nya mawar mengikuti langkah wanita itu.
Setiap maid menunduk memberi hormat setiap di lewati nya.laly kedua nya berjemur di pinggir kolam.
"Apa mama terlalu membenciku sampai dia memilih menetap di luar kota dan menghindari ku,apa aku sehina itu di mata nya"ucap mawar menerawang jauh.
Tanpa ia sadari bu anis bukan menghindari nya tapi ia tak ingin berdebat dgn anak nya krna lebih membela menantu nya ketimbang anak nya sendiri.
__ADS_1
🌹🌷⚘