Mawar Merah(Sarangheo)

Mawar Merah(Sarangheo)
DI ASING KAN


__ADS_3

"Tuan besar!!"bi sumi membuka kan pintu utk mattew.


"Dimana cucu ku?"mattew berkata sambil masuk ke dlam rumah.


"Sedang beristirahat tuan,akan saya panggil kan"balas bi sumi melangkah menaiki tangga.


tok tok tok


Bi sumi mengetuk pintu kamar Radit berlahan."Masuk jlah"sahut Radit terdengar menyahut.


"Ada tuan besar menunggu di bawah tuan"ujar bi sumi lirih.


"Kakek!!"desis Radit lirih.Dgn menggunakan tongkat nya Radit pelan-pelan menemui mattew yg sudah menunggu nya.


"Bagaimana kabar mu cucu ku"seru mattew menyambut nya dgn hangat.


"Aku fikir kakek sudah pulang"balas nya sambil duduk.


"Tidak,Kakek nya berjalan-jalan beberapa hari ada yg perlu kakek kerjakan"balas nya dgn senyum getir di bibir nya.


"Oh ya dimana istri mu?"lanjut mattew. "Sudah lah kek jangan menanyakan nya,aku tak ingin membicarakan nya"sela Radit dgn perubahan yg begitu jelas.


Mattew terkekeh mendengar nya."Apa kau menghukum nya?"tanya pria italia tulen itu langsung faham.


Tak ada jawaban dari Radit.Mattew menghela napas berat.


"Dulu kakek sering melakukan hal spt ini pada mendiang nenekmu,tapi ternyata kakek salah,tiap nenek mu membuat 1 kesalahan kekek akan menghukum nya"ucap nya memulai.


"Dan kau tau itu yg menyebab kan nenek meninggal kan kakek dan memilih pergi dgn lelaki lain"lanjut mattew.


Raut wajah Radit memerah."Kakek sangat menyesali nya,sangat..."


"Dan kakek tak ingin kau mengalami hal yg sama,krna semua yg kau perbuat itu salah"mattew bicara lebih dlam lagi.


"Kakek tdk membela istri mu tapi lebih baik kalau kau menyelidiki nya dulu,krna kakek tau beberapa musuh yg ingin sekali menjatuh kan mu,termasuk ayu"tutur mattew pula.


Tangan Radit terkepal mendengar nama itu."Ok sudah sangat sore kakek masih harus kembali ke italia,jaga diri mu"mattew berlahan berdiri.

__ADS_1


"Salam buat ibu mu"lanjut nya dgn senyuman kemudian melangkah.Sedangkan Radit masih terdiam di tempat nya ia spt berfikir.


"Bi sumi"seru nya tiba-tiba."Ia tuan"balas wanita paruh baya itu mendekat.


"Buka pintu gudang aku ingin bicara 4 mata dgn nya"ujar nya tanpa ekspersi apapun.


Dgn cepat bi sumi menuruti perintah itu.


Reeekkkk


Pintu itu di buka berlahan."Radit"ucap nya berbinar saat melihat siapa yg datang.


Yang dari tadi dia meringkuk di sudut tempat tidur langsung memeluk Radit dgn tangisan.


"Aku tau kau pasti tdk akan melakukan ini pada ku,kau akan hmengeluarkan ku dari sini kan?"ucap nya lirih.


"Lepas kan pelukan mu"balas Radit terlihat tak memperdulika nya.Raut wajah Mawar berubah.


"Kau fikir aku memaaf kan mu,memaaf kan wanita spt mu,aku bahkan tak sudi kau menyentuh ku"lanjut Radit.


Tangisan mawar terdengar lagi.Sehina ini kah dia di mata suami nya sehingga gibran pun tak di izin kan bertemu dgn nya.


"Aku mengizin kan mu keluar tapi tak mengizin kan mu keluar dari rumah ini"ujar Radit tiba-tiba.


"Lalu utk apa lagi semua ini,kenapa kau tdk menceraikan ku"sahut mawar melawan.


"bercerai jalan yg terlalu mudah bagi mu utk bisa bersama si brengsek itu,lebih baik aku membunuh mu dari pada membiar kan kalian menangis di atas penderitaan ku"tutur nya terlihat meletup-letup.


"Kamu salah dit,kami tak pernah menghianati mu,percaya lah,walaupun kau menceraikan ku aku tak akan bersama nya aku akan memilih pergi jauh dari hidup kalian"balas Mawar mencoba menjelas kan.


"Kamu fikir aku percaya?apa aku sebodoh itu di mata mu hah"gertak Radit emosi.


"Di belakang ku saja kalian bisa melakukan itu apa lagi kalau aku melepas kan mu,kau berani mengkhianati ku saat aku tak bisa apa-apa,kenapa tak sekalian kalian menikah saat aku koma biar cinta kalian bersatu"lanjut Radit.


Tangis Mawar semakin pilu."Kenapa harus paul Mawar,kenapa kamu tdk cari laki-laki lain di luar sana ,kenapa harus dia"kali ini Radit membentak dgn sebutir air mata jatuh ke pipi nya.


"Aku tdk selingkuh Radit kamu harus percaya"sela nya lirih.

__ADS_1


"Acchhh aku tdk akan percaya dgn omongan pengkhianat spt mu"sela Radit masih dgn suara keras nya.


"Aku tau aku sudah tdk berguna,aku tau aku sudah tak ada guna nya lagi di mata mu"Radit tiba-tiba menangis dan terlihat sgt prustasi.


"Apa yg kau bicara kan,kamu itu suami ku,ayah dari anak ku,se benci apa pu kau pada ku kau tetap suami ku"balas Mawar lirih.


"Walaupun banyak luka yg trus menerus aku tutupi,walau cinta mu tak spt yg ku harap kan,tapi cinta ku pada mu tak akan jpernah berubah,1000 × kau menyakiti ku maka 1000 × pula aku akan tetap bertahan utk mu"lanjut mawar membuat siapa saja yg mendengar nya terenyuh.


"Jadi krna paul mencintai mu sepenuh hati maka nya kau memilih bermain dgn nya"Radit malah membentak nya.


"Kalau aku memang suami mu kamu tdk akan membiarkan paul menyentuh mu"sambung Radit masih dgn nada tinggi nya.


Stop!!!


Mawar menjerit dan menutup telinga nya,ia benar-benar tak terima kalau Radit menuduh nya se rendah itu.


"Kamu itu pengkhianat mawar,kamu menjijik kan"Radit menambahi lagi.


"Lalu kamu di sebut apa hah!,bagaimana dgn pengkhianatan mu selama ini,menikahi ayu tanpa seizin ku,tidur berganti-ganti wanita sesuka mu,apa aku mengeluh hah!"balas Mawar tak ingin kalah.


"Kau fikir aku tak marah saat tubuh mu di sentuh wanita lain,Apa pernah aku bilang terluka saat berulang kali kau menyakiti ku"lanjut mawar.


"Itu bukan aku,itu Riky"sela nya.


"Stop,biar kan aku yg bicara"sergah mawar semakin berapi-api.


"Apa kau akan mengatakan kalau yg mengurungku disini juga Riky"ucap mawar tiba-tiba yg membuat Radit terdiam.


"Apa kau akan selalu menyalah kan setiap


perbuatan mu semua krna riky"


"Harus nya kau tanya hati mu,tanya diri mu kenapa sikap mu berubah 100 derajat"tambah nya lagi.


"Kamu bahkan tak pernah memikir kan perasaan ku,kamu tak pernah tanya apa aku sakit,apa aku terluka,hikz hikz hikz"Mawar menangis tersedu-sedu.


Ia mengeluar kan semua uneg-uneg di hati nya sambil menahan sesak yg menghimpit dada nya.

__ADS_1


Radit berlahan meninggalkan tempat itu tanpa 1 patah kata pun.


🌹🌷⚘


__ADS_2