
Di hari minggu pagi di kediaman keluarga mattew.
"selamat pagi nona,sarapan nya sudah si....ap"ucapan bi sumi terpotong melihat kondisi nona muda nya yg terlihat merintih kesakitan di sudut ruangan.
"Masya alloh non..."pekik nya."Nyonya...nyonya besar"kemudian ia berseru.
Bu anis yg kebetulan sudah 2 hari tiba dari luar kota langsung berlari mendekat.
"Seperti nya nona akan melahirkan nyonya,air ketuban nya sudah pecah"lanjut bi sumi.
"Ardi....telpon arul"teriak bu anis pula.Buru-buru mawar di papah keluar ruangan.
"Jangan"ucapn nya terdengar lemah.
"telpon Arul kita sampai di rumah sakit secepat nya"bu anis bicara lagi pada Ardi dgn wajah panik nya.
"Sudah nyonya,kedatangan kita sudah di tunggu"balas Ardi dgn sigap.
"Jangan...jangan membawa ku keluar"ucapan mawar menghentikan langkah bu anis.
"Biarkan aku di sini ma,aku tak ingin mengecewakan suami ku"
"Achhh"rintih nya kemudian menahan sakit di perut nya yg semakin menjadi.
"Sadar lah mawar"gertak bu anis."Jangan ma,nanti suami ku marah,biarkan aku tetap di kamar"suara nya terdengar semakin melemah
"Sadar mawar,kamu tdk boleh spt ini,tidak ada yg marah,tidak ada yg membenci mu"cetus bu anis mencoba menyadar kan menantu nya itu.
"tidak ada yg membenci mu sayang,demi tuhan jgn spt ini"kali ini bu anis menangis.
"Jangan"
Hanya kata itu yg di ucapkan mawar dgn suara yg semakin melemah.
"Mari saya bantu nona"ujar Ardi mengulur kan jasa.
"Jangan menyentuh ku"sela Mawar tiba-tiba yg membuat semua orang terkejut.
"Aku tak ingin dekat dgn lelaki manapun"lanjut nya.
"Ayo mama bantu"cetus bu anis memapa manantu nya itu kearah mobil yg sudah di persiap kan Ardi.
Mobil itu langsung meluncur ke RM husada.
"Tolong lakukan yg terbaik Arul"ucap bu anis menyakin kan menantu nya itu di tangan pria yg sangat di percaya i nya itu.
"Ia tante"balas Arul pula kemudian ikut melangkah bersama para suster yg ikut mendorong mawar keruang persalinan.
__ADS_1
""Jangan menyenyuh ku,Aku minta dokter lain,bukan diri mu"lagi-lagi mawar menyerang Arul yg membuat semua semakin terkejut.
Hanya 1 yg di takut kan bu anis,ia takut kalau trauma yg pernah di alami menantu nya itu kambuh kembali karna ia tak mau dekat dgn 1 lelaki pun.
"Tenang lah,aku tdk akan menyentuh mu,aku hanya akan membimbing dokter arina utk membantu persalinan mu ok"ucap Arul dgn lemah lembut.
"Jangan biar kan 1 pria pun menyentuh ku"balas Mawar kemudian.
"Ok"Arul mengangguk dan mencoba faham dgn situasi yg di hadapi nya saat ini.
"Arina siap kan semua alat"ujar nya."Tapi dok"sela Arina yg memang dokter baru di RM husada di sebagai dokter kandungan , dan ia baru belajar.
"Siap kan apa yg saya perintah kan"lanjut Arul memberi isyarat dgn tatapan mata nya yg semakin tajam.
"Baik dok"akhir nya Arina mengalah dan mengambil semua alat yg di butuh kan utk proses persalinan Mawar.
"Kamu yg menangani nya,saya akan membimbing mu dari sini"lanjut Arul lagi.
"Tapi dok"kembali Arina menyela dan takut terjadi sesuatu pada pasien krna di tangani dokter bary spt nya.
"Jangan kebanyakan tapi nya,cepat lakasana kan"kalu ini Arul membentak.
Dengan ragu-ragu Arina mengikuti arahan Arul yg trus mengajari nya.
"Apa bila sudah ada doronga ingin keluar di bantu dgn mengejan ya mbak"ujar nya dgn hati-hati.
"Kamu terlalu banyak teori ini anak saya sudah mau keluar"gertak Mawar kemudian mengejan dgn kuat.
"Astaga"pekik Arina terlihat panik dan langsung memperhatikan kedua paha Mawar.sedangkan Arul hanya bisa tepuk jidak melihat kekonyolan rekan nya itu.
"aaaaaa"Mawar menjerit lebih keras lagi."Jangan terlalu banyak berteriak,itu hanya akan membuat mu lelah"ujar Arul mendekat.
"menjauh dari ku"sela mawar kemudian menjerit lagi tapi,
Tiba-tiba mawar berubah lemas dan pingsan.
"Minggir"
Dgn kasar Arul langsung mendorong Arina dgn kepanikan nya.Entah nasib apa yg akan menimpa nya kalau sampai ia gagal menyelamat kan istri sahabat nya itu.
"Itu akibat nya kalau kamu terlalu lelet menghadapi pasien"gertak Arul memarahi Rekan nya itu.
"Maaf dok"Arina menunduk dgn rasa bersalah nya.
"Siap kan alat nya kita lakukan operasi sekarang"lanjut nya.
Buru-buru Arina melaksanakan suruhan itu.Mawar langsung di dorong dan di masuk kan ke ruang operasi.
__ADS_1
"Apa yg terjadi arul?kenapa Mawar di bawa keruang operasi?"bu anis mendekat dgn kepanikan nya.
"Maaf tante ini kesalahan saya,dia pingsan saat sedang mengejan"Arul menjelaskan dgn wajah menunduk.
Badan bu anis berubah lemas,"tante tenang saja,saya akan melakukan yg terbaik"ujar Arul lirih.
"Berikan semua alat terbaik di rumah sakit ini utk menolong menantu ku"ujar bu anis dgn air mata yg melwleh di pipi.
"Baik tante"balas Arul kemudian melangkah.
"Dan kamu"
Ia beralih pada Arina yg terlihat berjalan menunduk."Kalau sampai terjadi sesuatu pada menantu bu anis,kamu akan di pecat"ucap Arul dgn tatapan bengis nya yg membuat lutut Arina lemas seketika.
"Bagaimana ini,bagaimana kalau terjadi seauatu bisa-bisa aku mati"desis nya bergidik ngeri membayang kan wajah radit saat sedang marah.
Dgn segenap tenaga dan kemampuan nya ia berhasil mengeluarkan sang bayi dari perut ibu nya dgn selamat.
"siap kan alat-alat utk pasien,pasien kritis"ujar nya pada Arina dan ke2 suster yg mendampingi nya.
"baik dok "kemudian ke2 suster itu langsung memasangkan alat-alat di rumah sakit di sekujur tubuh nya utk membantu nya bertahan hidup.
sementara bayi mungil mawar di masuk kan ke dlam inkubator krna lahir dgn berat badan hanya 2,1 kg.
🌹
"Bagaimana Arul?"
Bu anis langsung bertanya saat Arul keluar dari ruang operasi.
"Bayi nya selamat tante berjenis kelamin perempuan dan akan di masuk kan ke inkubator berat badan nya hanya 2,1"balas Arul menunduk dan kembali membuat lutut bu anis lemas seketika.
"Lalu mawar"Arul ragu melanjut kan kata-kata nya.
"menantu ku kenapa Arul"desak bu anis agak membentak.
"kondisi ibu nya kritis"lanjut nya.Air mata bu anis tumpah sudah.ini sudah di perkirakan nya melihat kondisi mawar saat mengandung.
Apa lagi mengingat Mawar yg tak mau makan apapun selama kehamilan nya.
"Saya permisi dulu tante"ujar Arul malangakah berlahan.
🌹🌷⚘
Hai semua nya kakak-kakak ,mommy-mommy,Adek-adek mohon like dan dukungan nya ya.
dan terima kasih krna sudah membaca karya ini😊😁
__ADS_1