Mawar Merah(Sarangheo)

Mawar Merah(Sarangheo)
BERANTAKAN


__ADS_3

"Kenapa tdak mencegah andrew masuk ke tempat ini !!!!"


Radit memarahi semua karyawan nya pagi itu.Semua tertunduk tak nada yg berani mengangkat wajah nya.


"Lea antar laporan minggu ini keruangan saya"lanjut nya dgn emosi yg meletup-letup,setelah itu ia kembali keruangan nya.


Radit memperhatikan semua itu dari sudut sambil melipat kedua tangan didada nya.Harus nya Radit memarahi nya bukan memarahi karyawan krna ini kelalaian nya selaku wakil dirut.


Di ruangan nya...


Radit terlihat duduk di kursi nya sambil melipat pelipis nya.


"Ini laporan nya pak"


Lea meletak kan map di meja.Gadis itu terlihat biasa saja,apakah pri hal ucapan nya di kantin waktu itu sudah di lupakan gadis itu??.


Rekkkk !!!!!


Paul berlahan masuk."Permisi pak"Lea langsung melangkah meninggalkan ruagan itu.


"Kenapa memarahi karyawan???"ujar Paul mendekat.


"Mereka tdk tau apa-apa"


"Lalu memarahi siapa?? memarahi mu???Radit membentak.


Paul terkekeh melihat emosi Radit yg berapi-api.


"Harus nya kau mencari ku,krna ini salah ku"Radit menatap sahabat nya itu dgn tajam.


"Aku yg terlalu sibuk memikir kan seseorang yg tak layak ku miliki,kerja an ku jadi terabai"lanjut nya.


"Kau....!!!!! "


Radit hampir melayangkan tinju nya ke wajah Paul.Berlahan di turun kan nya kembali.


"Sudahlah Paul hentikan semua nya"Radit duduk kembali.


"Berhenti berpura-pura,tdk ada guna nya menjelek kan diri mu sendiri agar Mawar membenci mu"ucap Radit lirih.


Raut wajah Paul berubah,apakah Mattew sudah menceritakan rahasia nya???.


"Aku tak kan memaksa Mawar melupakan mu ,begitu juga kau,tapi...!! aku ingin kalian lebih waras lagi dan melupakan cinta konyol kalian karna bagi ku itu hanya lah masa lalu"


"Harus nya saat kau sadar kalau kau mencintai nya,kau mengejar nya bukan membiar kan ku mendekati nya"


Paul menghela napas berat,apa yg di ucap kan Radit itu benar,tdk seharus nya ia mengingin kan cinta itu sekarang saat Mawar sudah punya kehidupan nya sendiri.


"Wah- wah !!! liburan musim panas mu sudah selesai pak direktur??"


Tiba-tiba Andrew sudah ada di pintu.


"Kau...!!!!"


Radit mengkepal tangan nya.


Bug !


Bug !


Bug !

__ADS_1


Ia memukul Pria itu bertubi-tubi tanpa menberi nya ampun.Kedua nya berkelahi di depan mata Paul.


"Sudah ku bilang jgn mengusik hidup ku!!!"emosi Radit terlihat meletup-letup.


Bug !!!!


Andrew balik memukul Radit hingga ter sungkur ke sudut.


"Kau fikir aku akan diam saja hah! "


Ia terlihat ingin memukul Radit.


Bug !


Paul tak tinggal diam ia menendang Andrew hingga terlempar.


"Ohhh !!! jadi mau main keroyokan hah !"


ujar Andrew sambil mengusab darah di bibir nya.


"Tentu saja kalau utk mu"


Bug !


kembali Paul memukul nya lalu memegang kedua tangan musuh eldax com itu.


"Ayo dit hajar lagi"seru nya.


Bug !


Bug !


Bug !


"Berhenti lah mengusik keluarga mattew,kerna kau tdk akan berhasil mengerti !"bisik Paul.


Brukkk !!!!


Andrew terjatuh lemah.


"Selamat siang pak ???" Beberapa orang polisi masuk dan siap-siap memborgol tangan Andrew.


"Kurung dia di sel dan serah kan kunci nya nanti malam,aku sendiri yg akan menyimpan nya"cetus Radit pula.


"Baik pak"Balas para polisi memberi hormat.


"Bedebah !!!sialan kau Radit" ucap nya masih sempat mengumpat walau kondisi nya lemah.


Kemudian para polisi itu membawa nya pergi.Suasana berubah hening.


Hai sayang,kau mengurung Andrew lagi?" Mawar masuk tapi raut langkah nya berhenti saat melihat keberadaaan Paul.Kejadian beberapa waktu kembali di ingat nya.


"Hei sayang masuk lah"balas Radit dgn senyuman.


"Ngapain dia kesini"ujar Mawar dgn raut wajah yg kurang bersahabat.


"Hahaah !!! jdi kau membenci nya"Radit malah menggoda nya.


"Dia itu hanya pura-pura dan....!"


"Dit !!!!!"

__ADS_1


Paul menyela agar Radit tak memberitahu yg sebenar nya.Biar lah gadis itu menjauhi nya agar ia juga dgn mudah bisaa melupakan nya.


"Dia masih orang yg sama spt dulu,yakin lah"Radit melanjut kan.Ia bukan lah pria egois,bagaimana pun juga Paul yg telah mengenal kan nya pada Gadis itu,hingga ia mengorban kan perasaan nya sendri.


"Dia hanya ingin kau membenci nya dan melupakan nya"


Brukkk !!!!


Mawar melempari Paul dgn beberapa map di meja.


"Kau menipu ku,kau membohongi ku"


"Bukan kah kau sudah punya pelindung sekarang ,jadi kau tak membutuh kan ku lagi kan ???" sela Paul berusaha menghindar.


Ia trus melempari sahabat kecil nya itu dgn berkas-berkas di meja Radit.Sedang kan Pria yg sejak tadi hanya jadi penonton memutar bola mata malas melihat tingkah kedua nya.


"Kau menyuruh ku melupakan mu,membenci mu sementara dari umur 7 tahun kau sudah melindungi ku,bagaimana bisa kau begitu konyol !!!"


"Hei-hei hentikan !!!" sela Radit tapi tak 1 pun yg menghirau kan nya.Berkas di meja nya hancur berantakan.


"Cukupppp !!!!!!"


teriak Radit dgn suara yg menggelegar.Barulah kedua nya menoleh kearah nya.


"Kalian menghancur kan ruangan ku,berkas-berkas ku berantakan"oceh nya.


"Aku tdk mau tau kalian berdua beres kan ini sampai rapi"ucap nya tiba-tiba berubah jengkel.


"Oh tdk aku tdk mau kecolongan lagi,krna spt nya aku hrs menjaga jarak kalian"ia kembali sadar dan meralat ucapan nya.


"Lea....!!!!"


Ia memanggil sekretaris nya itu


"Ia pak " dgn cepak Lea muncul.


"Tolong bersih kan semua ini"lanjut nya memijat pelipis nya.


"Kalian berdua keluar lah"ujar nya kemudian.


"Kemari kau...!!"


Mawar langsung menyeret Paul dari ruangan itu.


"Hhhhhh !!!!!"


Radit menghela napas berat krna spt nya ia tlah salah menjelas kan semua nya.Dan utk kedepan nya ia akan lebih sering sakit mata dgn ulah kedua nya.


"Lea...!"


"Ia pak"gadis itu menoleh.


Maaf atas ucapan ku beberapa waktu lalu"


"Tdk apa-apa pak saya juga tdk menganggap nya srius,dgn bapak berbaikan dgn bu mawar itu sudah cukup buat saya"gadis itu tersenyum seolah tak pernah terjadi apa-apa.


"Terima kasih Lea"


Radit menarik napas lega krna ia tak ingin ada hati yg terluka lagi.


🌹🌷⚘

__ADS_1


__ADS_2