
suasana di queentar buana.
"ia aku kan ikut saimbara nya,hiiii pak radytia itu ternyata homo,dia pacaran sama wakil nya itu pak paul..."mawar mendengar bisik-bisik para karyawan dari dekat nya.
mendengar nama radit dan paul di sebut tentu saja membuat mawar penasaran dan ingin ikut mendengar.ia menyibak sedikit rambut nya ke telinga agar lebih jelas mendengar.
kemudian 2 gadis itu berkata lagi....
"kalau aku sih ogah biar kata nya dia ganteng tajir melintir kLau ternyata homo aku masih mikir 1000 ×".
"hah...radit paul...masa homo"desis nya spt tak percaya."ach bodo amat bukan urusan ku"ucap nya kemuadiàn meraih tas nya dan siap-siap utk pulang.
"kita berangkat sekarang"ujar rasya tiba-tiba."yo"balas nya mengikuti pria itu.
kedua nya meluncur meninggalkan gedung queentar buana tanpa menyadari sessorang tlah mengikuti nya.
"bagaimana tuan muda?"ardi bertanya dari arah stir."ikuti"perintah nya.kemudian mobil itu meluncur mengikuti arah sepeda motor rasya.
setiba di depan kos...
__ADS_1
"makasih ya sya"mawar turun dgn senyuman nya."sama-sama"balas rasya pula."oh ya ini"lanjut rasya saat gadis itu akan masuk.
"apa?"mawar menoleh lagi."ini aku beli in gado-gado katanya kemaren pengen,kasian baby nya ntar ngences"ucap rasya yg membuat mawar terkekeh.
"makasih ya"guman mawar menerima bungkusan itu.lagi-lagi itu membuat kemarahan radit sampai di ubun-ubun.
"sampai ketemu besok ya"rasya melambai kemudian melajukan sepeda motor nya."daaa"seru mawar sempat melambai sebelum ia masuk rumah.
tok tok tok
pintu rumah di gedor-gedor seseorang saat ia baru meletak kan tas."siapa lagi"desis nya mengintip dari turai jendela.
"hahhh"ia terkejut saat melihat radit berdiri dgn angkuh nya di depan pintu."buka pintu nya mawar aku tau kamu di dalam keluar lah kita perlu bicara"teriak radit terdengar mengamuk.
"mawar"radit memukul pintu dgn keras,lalu...
baaarrrr
ia menendang pintu dgn emosi yg tak bisa ia kontrol lagi."achhhh"ia mengacak-acak rambut prustasi lalu jongkok di tanah.ia benar-benar tak bisa berdamai dgn cinta nya itu.
__ADS_1
"bisa kita pulang sekarang tuan muda"ardi mendekat berlahan."biarkan aku disini"jawab radit merubah jadi orang bodoh.
pelan-pelan ardi mundur beberapa langkah dan berdiri tidak jauh dari bos nya itu.
hingga malam tiba radit masih bertahan di tempat itu ia tak berpindah sedikit pun."perlu saya doprak pintu nya tuan muda?"ardi bicara kembali.
"tidak pelu"jawab nya singkat dan dpt di mengerti ardi kalau suasana hati bos nya itu sedang kacau.
berlahan mawar mengintip dari tirai."pulang lah dit pulang kenapa masih dtempat itu,kamu jangan bodoh,aku cuma seseorang yg tidak ada guna nya"ucap nya dlam hati.
ia benar-benar tak ingin menyakiti pria itu tapi kenyataan kalau ia bukan lah riky membuat perasaan nya sakit berlipat-lipat.
rintil hujan mulai turun,semakin lama semakin deras hingga membasahi radit yg membuat tangisan mawar semakin pilu.
pelan-pelan ardi mendekat dan melindungi bos nya itu dgn payung."anda bisa sakit tuan muda"ucap nya.
radit seperti tak perduli,tapi tiba-tiba ia terjatuh dan pingsan.
"tuan muda"pekik ardi melemparkan payung itu lalu membopong bos nya itu ke dlam mobil.
__ADS_1
"maaf kan aku"rintih mawar spt menyalahkan diri nya sendiri.
🌹🌷⚘