
Di dalam kamar nya Mawar terlihat siap-siap utk acara sekolah pelantikan kacu murid baru di SMA cahaya.
"hmmm !!"
Pak hamit ayah nya muncul tiba-tiba.
"Papa !."balas nya menoleh.
"Semangat bgt,ada hal yg g papa tau?"ujar lelaki itu.
"Ngga kok pa"balas nya lirih.
"Lalu apa benar Riky deketin kamu?"cetus pria itu tiba-tiba.
Mawar terkejut,wajah nya memerah.
"Bagus sih,anak nya pintar,tapi,,! lebih bagus lagi jgn,papa takut konswensinya kalau bu yayasan sampe tau,papa belum siap di pecat"tutur lelaki itu terdengar berat.
Gadis itu menunduk.
"ya uda siap-siap !!"
Lalu ia meninggal kan kamar putrinya begitu saja.Kembali Mawar berbenah dgn fikiran yg menerawang kemana-mana.Kata-kata pak hamit seolah jadi boomerang bagi nya.
πππ
Suasana di sma cahaya,
Gadis pemilik mata melow itu duduk di meja piket utk tugas nya sbg sekretaris pemegang absen.Satu per satu siswa datang dan mengisi absen terlebih dahulu.
"Hai kakak cantik !!"
Tiga pria langsung muncul,tentu saja wajah itu pamiliar utk nya.
"Hai my princes !!"kali ini Radit yg bicara dan tiba-tiba muncul entah dari mana.
"Hai adek-adek silah kan di isi"ia membalas tak kalah lebay pula sambil menyodor kan absen.
Ketiga pria tadi dgn sigap mengisi nama nya.
"Nih...".ujar Arul menyodor kan absen itu ke arah pria yg mempunyai wajah tampan dari pada mereka.
Tapi bukan nya menandatangani ia malah mengisi gambarβ₯οΈ pada nama nya.
"Astaga Riky !!!"gerutu Mawar memerah.
"Ngga peka sih"Radit membalas dgn santai nya,buru-buru Mawar meraih tip x lalu di hapus nya.
"Ntar malam kita ketemu ya"ucap Radit spt berbisik.
"Ia !! isi dulu yg benar"Mawar menjawab asal sambil menyodor kan absen itu.Kali ini benar-benar di tanda tangani nya.
"Hmmm !!!"
Pak Hamit melewati remaja-remaja itu.
"Sore pak !"ucap Radit menoleh dgn ramah nya.
"Yaa sore juga !"jawab lelaki itu lalu melangkah begitu saja.
"Tuh liat ! ntar leher mu di gorok"cetus mawar menakut- nakuti.
Radit malah merespon nya dgn santai lalu meninggal kan tempat itu.
πππ
Saat acara jurit malam,
Mawar santai di pos dasa darma,pos yg sudah di pilih kan utk nya.Untuk menghilang kan kesuntukan krn tak 1 pun murid yg dtg menghampiri nya,ia mulai memain kan ponsel nya,tiba-tiba,
"Selamat malam kakak sayang !"radit muncul dan sudah duduk di samping nya.
"Loch !ngapain ?bukan nya ngerjain tugas"desis Mawar heran lalu meraih selembar kertas di tangan radit.
"Cepat bgt !"ungkap nya lagi.
"Yg nama nya casanova ya gampang,tinggal kedipin mata semua beres !"ujarnya santai.
"Hmmm !!! dasar casanova adek-adek,yauda kerjain tugas mu"balas mawar.
"Ok...!"
Tapi di luar pemikiran Mawar,
"ummmuachhh..!!"Radit mendarat kan ciuman nya di pipi Mawar.
"Riky..!!! ciuman pertama ku !!!"gerutu gadis itu merona.
Jgn tanya lagi apa kabar dgn hati nya,hati nya seolah demo minta berteriak-teriak.
"Jadi belum pernah di cium ya?sini aku cium lagi"
"Ummuahhh...!!! "Radit malah mambalas asal dan menciam pipi Mawar sekali lagi.
"Riky.!!tugas nya bukan itu.!!! ihhhh.!"Mawar memukuli Radit sesuka nya.
Suasana berhenti saat ponsel Mawar berbunyi.Rupa kehebohan yg mereka ciptakan berhasil menyita perhatian sang guru osis.
"Papaku.!!! "ucap nya was-was dan menoleh ke meja panitia dan benar lelaki itu memperhatikan nya dari sana.
pelan-pelan di angkat nya,
Β
Pak Hamit:Mawar pokus sama tugas kamu dan suruh Riky pergi.
Pria itu marah-marah dan mematikan hp.Kembali Riky mengecup pipi nya.
"Mampus gue ! "desis nya tak lagi menghiraukan kecupan nakal Radit.
"Nah tanda tangani,biar aku pergi"ucap Radit kemudian.
Kali ini Mawar menuruti nya.ia menanda tangani tugas terakhir bocah nakal itu.
"Makasih ya !!"ucap radit mengacak-ngacak pucuk kepala nya lalu meninggalka tempat itu.
"Mawar"Pak hamit tiba-tiba membentak nya dari arah belakang.
"Papa !!"
__ADS_1
"Jangn lagi papa liat Riky gangguin kamu saat acara sekolah spt tadi,kasih tau dia"Lelaki itu marah-marah dan Mawar hanya bisa menunduk pasrah,krna ini memang salahnya.
"Sini hp kamu..!."
"Hp kamu papa sita...!"
Lelaki itu merampas hp Mawar kemudian pergi meninggal kan putri nya itu.
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Saat Mawar para senior lain memasak.
"Mawar adek lo tuh !"cetus Siti melihat Radit duduk di pintu.
Mawar mendekati arah itu.
"Kenapa.??"sapanya.
"Aku sms ngga di balas,aku tlpon hp kamu mati,kenapa?marah..?"ujar nya.
"Hpku di sita papa...".jawab nya kecut.
"Ohhh...!"
"Ya udah ambil ini.!"Radit menyerah kan hp mewah nya.
"Eh ngga ! Ntar juga di balikin"sela Mawar gugup.
"Aku marah loh kalau g di terima"cetus Radit agak mengancam.
"Ya uda deh.!!"guman Mawar meraih benda persegi empat itu.Setelah itu Radit berlalu begitu saja.
"ciehhh !!! uda dpt hp aja nanti apa lagi !! bisa mobil,apartemen,rumah mewah wahhhh.!!"Siti berlagak spt gadis matre.
"Brisik lo !! dasar matre,lo mau Mawar mati berlahan"sambut Winda jengkel.
"Alah..!!omongan lo seolah-olah dia itu monster"balas Siti pula.
"Ia !! bahkan lebih mengerikan dari monster !"sambut Winda melotot.
"Uda-uda,brisik !!"sela Mawar melerai perdebatan kedua sahabat nya itu.
"Mawar lo hrs dengerin gue,ada hal-hal aneh yg ngga orang tau dlam keluarga nya"Winda menyeru sambil mengikuti sahabat nya itu.
"Dan keluarga mereka tertutup war,dan selalu jadi sorotan media !! kehidupan mereka ngga normal kaya kita
please !! dengerin gue !!"
Winda menambahi kalimat nya.
Mawar berhenti sejenak lalu melanjutkan langkah nya.
πππ
Karna ucapan Winda Mawar malah semakin penasaran dan ingin menyibak misteri ada apa di balik keluarga
Rizal mattew.
"Hai kakak cantik..!!"
KeTiga pria yg di kenali nya itu muncul di hadapan nya saat ia sedang menunggu angkot di halte."Ke pantai yuk !!"ketiga nya melanjut kan.
"Beneran nolak nih.!!"Asrul spt mengancam.
"Ia ngga bisa"jawab Mawar cuek.
"Kalau setengah jam bisa ngga...??"Radit ikut bicara dari kaca mobil.Gadis itu terdiam ia benar-benar tak bisa menolak pesona Riky yg sudah spt magnet utk nya.
"Ayoo !!! ngga lama kok"bujuk Radit meyakinkan.
Mawar langsung meraih tas nya dan mendekati mobil mewah itu.
"Silahkan masuk nona muda....."goda ketiga pria itu memperlakukan nya bak putri raja.
Pelan-pelan ia masuk dan duduk di sisi Radit,mobil itu pun meluncur berlahan.
"Kalian lama-lama kaya kelompok brandalan ya,brandal yg di pimpin 1 bos"ucap Mawar agak mencibir.
"Bos yg bagaimana maksud nya..??"balas Radit dgn suara emas nya.
"Ya bos kayak kamu !! bos gila dan nackal !!!"jawab Mawar melotot.
"Gila apa bikin ngga bisa merremmmm..!!".goda ketiga nya lagi.
Wajah Mawar kali ini merona.Ia menutupi wajah nya di bahu pria yg di samping nya.
"Uda jgn trus-terusan di goda"ucap nya merangkul Mawar.
"Sopan napa dek.!!"sela mawar.
"Ntar org liat aku di kiran nya pendoyan brondong lagi"tambah nya.
"Sopan nya hilang kalau uda berdua-an kek gini,sopan nya uda terbenam di laut"bisik Radit yg membuat bulu kuduk Mawar meremang.
"Ehhh awas..!!! "seru radit tiba-tiba menunjuk ke luar kaca.Otomatis Mawar mengikuti arah itu,dan,
"cup !! "
Radit mengecup bibir nya yg membuat sang empu kembali merona.
"Astaga...!!! "desis nya merasa tertipu.Radit terkekeh melihat tingkah gadis itu dan meraih rokok dari saku nya,di bakar nya lalu di hisab nya dgn penghayatan.
"Ky !!aku kan uda bilang merokok itu ngga baik,kapan sih kamu berhenti"guman Mawar lirih.
Kembali Radit menghisab rokok itu lalu membuang asap nya ke udara dgn berbagai bentuk.
"Aku bakal berhenti kalau kita uda nikah"Radit menjawab dgn santai nya,sedangkan Mawar merasa lucu krn pemikiran Radit sudah sampai ke tahap itu, padahal pacaran saja mereka belum.
π
Remaja-remaja itu sudah terlihat di pantai.
"Berapa lama kamu akan mencintai ku.??"ujar Mawar duduk di atas pasir.
"Selama yg kau ingin kan"jawab nya mentap lurus ke depan.
"Tapi kata org kamu punya dua ke pribadian?? kalau sifat mu tiba-tiba berubah apa kau akan meninggal kan ku.??"lanjut Mawar.
"Tergantung.. "jawab nya terlihat rilex.
__ADS_1
"Riky mandi yukkkk...!!!"teriak Paul dari laut.
Radit kemudian tertawa saat Paul terhempas ombak laut.
"Kamu pasti ngga suka laut ya..?"tebak Mawar.
Tapi belum sempat Radit menjawab.
"Byuuurrrrr...!!!"
Ombak laut mengejar dan mengguyur kedua nya.
"uhug-uhug....!!!"
Mawar batuk saat air laut itu berhasil memasuki tenggorokan nya.Radit terkekeh dan mengangkat tubuh gadis itu,pelan-pelan di bawanya ke arah laut.
Ia spt tak menghiraukan hempasan ombak sebesar apapun.
"Riky kamu jgn becanda ini dlam ky...".ujar Mawar panik saat air laut hampir menyentuh leher nya.
Tapi cowok itu tak menghiraukan nya lama sekali,hingga mawar benar-benar tenggelam.
Mawar berubah panik dan berusaha menampak kan diri nya kepermukaan.Tapi belum sempat itu terjadi Radit kembali mengangkat tubuh nya ke atas.
"uhug-uhug !!!"Ia batuk lagi.
"Kamu gila ya,lepasin aku"oceh Mawar memukul pundak Radit.
Ia spt marah dan trauma suatu waktu Radit kembali menenggelam kan nya.Dan dgn santai Radit melepas kan nya hingga ia kembali tenggelam.Kali ini Paul yg mengangkat tubuh nya.
"uhug-uhug....!!!"
Ia batuk lagi sambil bertahan di ban pantai milik Paul.
"Teman kamu itu uda gila"gerutu nya jengkel.Paul sekedar tertawa sambil mengoper ban itu ke arah Radit.
"ihhhhh...!!!."
Mawar mencubit lengan pria itu krna masih jengkel,Sedangkan Radit terkekeh dan menggenggam tgn mawar dgn senyuman.
Ban itu terombang ambing di atas laut dgn santai nya.
"Auu...!!"jerit Mawar saat ombak besar mendekat.
Dgn cepat Radit memeluknya spt melindunginya.Lagi-lagi Mawar tersanjung atas perlakuan pria itu pada nya.
"ayo..!!."Radit mengangkat tubuh nya dan di bawa nya ke pantai.
"Tunggu disini ya.!!."ucap Radit meninggal kan nya sendiri.
Mawar kembali sibuk dgn diri sendiri dan memperhatikan org-orang yg lalu lalang dan dgn aktivitas nya di laut.
Beberapa menit kemudian,
"Sana ganti baju ntar masuk angin"Radit menyerah kan baju couple pada nya.
Pelan-pelan di raih Mawar lalu melangkah kekamar mandi umum.
Hampir 10 menit barulah ia keluar,tapi ia malah melihat pria itu sedang asyik bicara dgn Ayu gadis pirang dan murid baru di SMA cahaya.Ini bukan pertama kali nya dia memergoki kedua nya bersama bahkaan sudah sering.Tak terlalu di hirau kan nya krna mungkin hanya kebetulan saja.
Tapi kali ini tidak lagi,ia yakin ini bukan lagi kebetulan saja,dengan kemarahan ia menerobos kedua nya.
"Eh mawar. !!!"pekik Radit terkejut.
"Radit...."seru Ayu pula.
"Lain kali aja ya...."balas Radit dari kejauhan dan berusaha mengejar Mawar.
"Ihhhh..!!"Gadis bernama Ayu itu terlihat jengkel.
"Mawar tunggu lah.!!"sela Radit meraih tgn gadis itu.
"Panggil aku kakak..!!".gertak Mawar melotot dan melangkah.
Tapi pria itu malah menertawai nya."Tuh kan,sifat kamu tuh ada dua lalu tadi apa !! dia manggil kamu radit kan??atau jgn-jangan kamu ada dua!!"oceh gadis itu benar-benar marah.
Raut wajah Radit berubah krna nya."Aku muak lama-lama..!!"lanjut Mawar melangkah kembali.
Tapi Radit menahan tangan nya dan menarik gadis itu kearah nya lalu menempel kan bibir keduanya.
Mawar terdiam spt tersengat listrik."ayo.!!"ajak nya membawa gadis itu pergi.
Paul yg menyaksikan adegan itu spontan menjatuhkan dirinya ketanah.
"Hahaha...!!! mampus-mampus lo disitu"celetuk Asrul malah menertawainya dan meninggalkan sahabatnya itu.
Berlahan paul memegang dada dan rasa perih dihatinya.
πΉ
"Dada kak Mawar...."seru ketiga sohib itu melambai dari mobil.
Mawar tersenyum dan melangkah,baru jam 8 tapi suasana rumah sudah sgt gelap.Dgn berhati-hati ia memegang knop pintu.
"Ceklek...!"
Berhasil pintu itu tak di kunci tapi
lampu tiba-tiba menyala.
Pak Hamit sudah stand bye di sofa.
"Keluyuran kemana kamu sama dia??berapa kali papa bilang jgn menjalin hubungan apapun dgnnya,kenapa kamu tidak mengerti,papa Ngga mau kamu bergaul dgn keluarga mapia itu"Pak Hamit marah-marah tak ada hentinya.
"Riky ngga mapia kok pa"balasnya lirih.
"Namanya Radit bukan Riky...."Papa capek lama-lama nutupin siapa dia"gerutu pria itu terlihat jengkel.
"pa !! uda pa,marah-marah cepat tua loh,
ntar darah tinggi papa naik,gula darah naik gimana ayo.!!"Putra muncul dan melerai kemarahan papa nya.
"Ini adek kamu ini ngeyul kalau dibilangin ,jgn ladeni siRadit ntar keluarganya tau papa dipecat,ehhh !!malah melunjak"balas pak Hamit jengkel.
"Pa !!! Mawar uda gede jadi wajar kalau ada yg dekat sama dia,lagi pula yg mapia kan papa nya,belum tuntu anak nya jdi mapia juga !!! iakan..???".
"kamu juga.!!! kemana-mana itu izin jgn bikin 1 rumah jantungan"Kali ini ia beralih pada adik nya itu.
πππ₯π₯
__ADS_1