
"Dit hari weeked masa lo kerja juga"riky membuntuti nya dari pagi tadi."Selagi ada yg perlu di kerja kan kenapa g' "radit menjawab dgn enteng nya.
Riky memperhatikan itu sambil melipat ke2 tangan di dada nya."Aku rasa mama ada benar nya deh,kenap g' lo coba"riky bicara lagi.
Radit spt tak perduli"emang lo g kangen pengen ituan"kali ini ia menggoda."Dasar player"radit melotot kearah nya di sambut tawa riky.
"Aku tak perduli itu,krna aku punya sabun di kamar mandi dan aku bisa menyelesai kan nya"radit menambahi seolah tak ada beban.
"Munafik lo"riky lagi-lagi menertawai nya."Bilang g tapi saat di raba lo nikmatin juga"riky menambahi.
"Kenyataan kan?selama sama ayu aku tidak tertarik dan ga ada niat mau nyentuh dia"kali ini radit menantangm
"Itu krna goya ngan mawar lebih hot"jawab riky blak-blakan."Emang aku kamu main sana sini,dasar jorok "balas radit di sambut tawa riky.
"Hmmm lihat lo spt ini aku jadi ragu gibran anak siapa"ucap riky tiba-tiba.Spontan radit mendongak kan wajah nya.
"Kalau lo g ada naf su nya berarti gibran itu anak gue dong"lanjut riky sengaja memanas-manasi.
"Anak ku riky,aku yg menghamili mawar"mata radit melotot sempurna."Oh ya,tapi ada gua sama lo kan"riky semakin menjadi.
"Cukup,aku yg melakukan nya dgn tubuh ku,jadi gibran itu anak ku"kali ini radit membentak."Permisi tuan muda"seorang maid tiba-tiba menyeru dari pintu.
"Tu-tuan muda ada tamu yg menunggu anda"ujar si maid berubah merinding krn sempat mendengar obrolan keduanya.
"Ia saya kesana"balas radit menutup laptop nya."Permisi tuan"ucap si maid setengah berlari."Hiii...jangan-jangan tuan muda mulai gila krn stres di tinggal nona mawar,atau berhalusinasi ada tuan muda riky disana,hiii tau ah ngeri"si maid memberikan analisa nya sendiri.
"Aku bantuin ya dit"riky trus saja mengekor di belakang nya."Nah ini dia radit nya,sini nak"ujar bu anis dgn semangat nya saat ia menuruni tangga.
Dgn sopan radit menyalam bu lis dan suami nya.Tapi ia langsung menepiskan tangan alena saat akan menjabat nya.
"Wahhh anak mu gagah ya nis,aku baru liat radit sekali ini,benar-benar tak bisa di bedakan, mungkin kalau riky hidup enak nya punya anak kembar yg sama ganteng nya"cetus bu lis terdngar genit
Kedua pria yg di bicara kan itu sama-sama memutar bola mata malas mendengar nya."Hmmm kalau aku punya 2 putri pasti aku borong 2 nya"bu lis menambahi.
"Dasar serakah"ucap riky yg membuat radit terkekeh."Makanya kita besanan"balas bu anis pula."Waahhh mau bgt aku,ia kan le?"jawab bu lis pula.
__ADS_1
Gadis yg di tanya i itu mengangguk malu."Tapi ya alena hrus siap dan menerima cucu saya,nama nya duda ya spt itu"desis bu anis terdengar lesu.
"Oh g apa-apa tante aku suka anak -anak kok"sambut alena tiba-tiba.Spontan radit menoleh kearah nya krn tau itu bukan kalimat tulus dari hati gadia itu.Seorang ibu tiri menurut radit sangat kejam dan tak berperasaan.
"Apa lagi anak nya seganteng ini"lanjut nya mencolek dagu gibran."Tante genit"spontan gibran melotot dan membersih kan dagu nya dgn tissu.Otomatis radit tertawa dan ber tos ria dgn putra nya itu.
"Ohh ya ampun gemes bgt"guman alena berubah geram dgn senyum yg di buat-buat.
"Dit liat **** bgt kan,beda-beda tipis lah sama mawar,g pengen coba"riky mulai menggoda lagi.Radit sekedar menoleh ke sumber suara itu,ia jadi meragukan cinta saudara nya itu hingga menjebak nya sampe sedalam ini.
"Liat dit da da nya huuuu,bodi nya waw!"riky semakin menjadi tapi tak sedikit pun di hirau kan pria itu.
"Ayo lis kita kasih mereka sesikit waktu"bu anis berdiri di ikuti bu lis dan suami nya juga gibran."Jangan main-main di kolam ya ganteng"alena sempat menyeru.
Sementara bu anis dan bu lis sibuk di dapur sambil ngerumpi,sedang pak baskoro suami nya mengitari pinggir kolam entah utk apa,sementara gibran mengintip dari pintu.
"Tidak boleh,aku tdk mau ibu tiri,ibu tiri itu jahat,aku cuma mau mama"ucap nya memperhatikan papa nya yg sejak tadi di tempeli alena.Wanita yg baru beberapa menit lalu di kenali nya.
"Bisa jauhan dikit g',aku alergi di tempelin spt ini"oceh nya jengkel."Aaaa tapi kemeren uda ngajakin,bisa aja dong sayang"alena bergelut manja di lengan nya.
"Kita....melakukan nya"sambung alena."uhuk uhuk"kali ini radit terbatuk-batuk."Aku uda siap kok,lahir batin,apa lagi utk pria senakal bapak"tambah nya.
Raut wajah radit memerah,ia tau ini pasti ulah saudara nya itu.Sedangkan riky tertawa garing di dekat nya seolah sedang menonton drama komedi di depan nya.
Berlahan radit sedikit menjauh kan diri nya."Ayolah pak lebih mersa dikit,aku tau kok duda itu pasti..."
"Saya tidak duda"kali ini radit membentak."dan saya tidak selera sama kamu"ia benar-benar marah sembari membersihkan lengan nya dgn tissu.
Tapi gadis itu tak gentar sama sekali,ia kembali mendekat."Ok spt kamu harus tau beberapa hal"radit mulai memainkan trik nya.
"Pertama aku cuma selera sama ibu nya gibran dan yg kedua aku tidak normal spt yg lain dan aku gay"lanjut radit.Kali ini raut wajah alena memerah.Ia sama sekali Tak pernah mendengar gosip ini sebelum nya.
Yg ia tau pria yg sudah lama jadi bos nya itu terkenal nakal dan arogan."Dan kamu mau tau siapa kekasih pria ku,ada di kantor dan dia wakil ku"radit menambahi lagi.
Raut wajah alena memerah lagi,yg muncul di fikiran nya adalah paul."Jadi kalau kamu mau menikah dgn ku kamu hrus mau juga menerima kekasih ku,krna kita akan tinggal bersama"tambah nya.
__ADS_1
"Tapi sebelum kamu bisa menerima lebih baik dont tuch me"radit melepaskan lengan nya.Gadis itiu belum bergeming ia terlihat berfikit.
Tiba-tiba radit memberikan kode kearah riky."Dan ok kalau kita mau coba sekarang bisa saja"ucap radit mendekat.
"Bapak mau apa"alena panik dan menjauh."Tentu saja melakukan nya"balas radit lebih mendekat lagi."kita akan bercinta kan?".
"Hiiii"desis alena spt jijik.Disaat spt itu riky memasuki radit dan mencium alena dgn brutal tanpa memberikan gadis itu waktu utk bernapas.
Plaakkkk!
Alena menampar nya dan berlari ."Ma mama"ia mencari ibu nya."Ada apa?"bu lis muncul.
"Pulang aja yok aku menolak perjodohan ini"ujar nya terlihat marah.Sesekali ia mengelap bibir nya.
"Pokok nya alena tidak mau ma,batalin aja,dia itu gay ma hiiii"lanjut nya kembali merinding membayang kan ciuman tadi dan ciuman pria itu dgn kekasih pria nya itu.
Dgn santai radit meraih rokok nya dan di hisab nya berlahan."Apa Radit gay"bu anis ikut terkejut."Tante kalau mau jodohin yg benar donk kasih tau kalau anak nya tidak normal biar saya tidak repot-repot spt ini"alena beralih pada bu anis.
"Loh tidak normal gimana?radit bukan gay,dia pria tulen" bu anis berubah kebingungan.
"Aku tidak perduli,pkok nya tante jahat,ayo ma"ia kemudian menarik kedua orang tua nya begitu saja.
Setelah itu bu anis menatap putra nya itu dgn kemarahan."Hahaha...."radit tertawa lepas selepas burung di angkasa.
"Uda g waras kamu"gerutu bu anis meninggalkan putra nya itu begitu saja.Berlahan gibran muncul dan langsung bertos ria dgn sang ayah.
"Berhasil...yeeee..."keduanya melompat girang dgn gaya dan gerakan yg sama.
🌹🌷⚘
sosok gibran dlm halusinasi author ya
😁😁😂😊semoga terhibur....
__ADS_1