Mawar Merah(Sarangheo)

Mawar Merah(Sarangheo)
OPERASI UNTUK SANG HIRO


__ADS_3

Beberapa hari setelah kejadian itu melalui 1 kesepakatan Radit dan Paul sama-sama ke italia utk operasi mata melalui dokter yg menangani nya.


Tentu saja Radit tdk akan membiarkan semua itu,dgn segenap uang yg ia miliki ia dgn cepat dpt pendonor mata yg tepat utk sahabat nya itu.


Ia tidak ingin selalu berlarut-larut dlam rasa bersalah nya.


"Apa sudah siap?"dokter yg sama saat menangani operasi Radit dulu mendekati mereka.


"Sudah dok"balas Radit menoleh."Baik saya persiap kan alat nya dulu"dokter marcus pula melangkah agak jauh dari kedua nya.


"Ul kasih aku 1 alasan kenapa sampai kau nekad melakukan ini"ucap Radit tiba-tiba.Paul hanya menyunggingkan sedikit senyuman nya di bibir nya.


"Apa kamu tau aku mencari mu kemana saja,aku sampai ke prancis krna kata Arul kamu pulang kampung,aku fikir kamu kesana,tapi...."lanjut Radit.


"Kalau aku tau pendonor itu kamu aku pasti akan menolak nya"sambung nya.


"Terasa impas kan sekarang aku sudah merasakan sakit yg sama"balas Paul lirih.


Sesekali dokter Marcus melirik kedua nya.Meski tak faham apa yg terjadi pada kedua nya tapi yg pasti ia tau kedua nya terlibat perselisihan besar.


"Anggap saja ini balasan krna aku sudah berani menyentuh istri mu"lanjut Paul pula.


"Aku malah bersyukur orang itu kamu,tak bisa aku bayang kan kalau andrew yg ada di posisi mu aku pasti sudah jadi pembunuh sekarang"balas Radit lagi.Paul terkekeh karna nya.

__ADS_1


"Jangan bilang terima kasih utk hal konyol yg selama nya akan menjadi boomerang buat ku"balas nya.


"Bagaimana sudah siap?"Dokter ?Marcus mendekat.


"Sudah dok"balas Radit mundur berlahan.


"Semangat!!!"


Ia masih sempat memberi dukungan buat sahabat nya itu.


"Bagaimana kondisi kedua cucu saya?"Mattew berlahan masuk.


"Seperti yg anda lihat"Dokter Marcus menjawab dgn senyuman nya.


"Kami tdk berdebat kek,aku hanya..."


"Sudah!!"


Mattew membawa cucu nya itu keluar.Lagi-lagi Paul menyungging kan senyuman nya.


Berlahan 2 orang suster yg akan membantu nya memasuki ruangan itu.


"Boleh saya tanya 1 hal?"ujar Dokter Marcus sambil mendekat.

__ADS_1


"Apa kalian mencintai wanita yg sama?"Pertanya an dokter Marcus membuat nya terkejut kemudian tertawa.


Dokter itu bahkan tau letak masalah mereka.


"mungkin ya"balas Paul lirih."Kalau begitu semoga anda berbesar hati"


"Karna biasa nya 2 bersaudara yg menyukai sesuatu yg sama itu buruk,harus ada salah satu dari kedua nya yg mundur"tutur dokter Marcus lirih.


"Kecuali kalau ingin selama nya spt itu"


Kembali Paul tersenyum,lalu menghela napas berat kemudian merilex kan posisi nya.


"Aku bahkan sudah ambil keputusan utk itu"batin nya lirih.


Berlahan mata nya terpejam saat dokter Maskus memberi nya obat bius sebelum melakukan tindakan nya.


🌹🌷⚘


haiii!!! mohon trus dukungan nya ya agar author bersemangat dan selalu up.dan terima kasih buat yg sudah memberi dukungan...😁😁😃


dan maaf apa bila ada kelasalahan penulisan atau typo.karna ini karya pertama ku dan masih pemula,tolong harap di maklumi ya..


dan mohon dukungan bnya selalu ya....

__ADS_1


terima kasih😁


__ADS_2