
Tepat jam 8 malam itu,
Reeekkk
Pintu apartemen dibuka menunjuk kan sosok radit."Dimana gibran?"mawar langsung berdiri."Di rumah"radit berlahan duduk di sisi nya.
Kembali mawar berdiri dan menutup wajah nya,pandangan radit tertuju pada kalung mawar merah yg masih tergantung hingga kini.
"Kamu g pernah berubah sayang"ia terharu dan memeluk istri nya itu."Tangan mu,tangan mu kenapa?"mawar memeriksa luka di tangan suami nya.
"Hanya luka kecil"jawab nya dgn senyuman.Mawar langsung berdiri dan meraih kotak obat,membersihkan luka itu,memberinya obat lalu di plaster nya.
Pandangan radit tak pernah berkedip dari istri nya yg tak pernah berubah walau sekejam apa pun ia menyakiti nya.Keheningan itu di pecah kan oleh suara keroncongan dari perut mawar,
"Jadi dari tadi pengawal sialan itu tak memberimu makan"ujar radit.Mawar hanya nyengir kuda mendengar perkata an itu.
"Tunggu sebentar",ia berdiri dan membuka kulkas,"hanya sayur"desis nya.Kini ia berfikir bagaimana caranya sayur-sayur itu bisa jadi makanan.
"Biar aku saja"mawar mendekat,"tidak delivery saja"sela radit pula,"tidak,"kali ini mawar melotot,"aku lebih suka masakan sendiri".
"Ok"radit kembali meletak kan sayur-sayur itu,dan membiar kan mawar meraih nya lalu di bawa nya ke dapur.
"Maaf tuan muda ada tamu yg menunggu anda"seorang pengawal tiba-tiba masuk,"katakan kalau aku sedang bersama istri ku dan tdk ingin di ganggu"balas nya.
__ADS_1
"Temui saja,lumayan kan...dapat ronde sampe pagi"terdengar mawar menyahut dari dapur,spontan radit melotot dan menyuruh pengawal nya itu keluar.
Berlahan radit mendekati istri nya dan memeluk nya dari belakang,"cemburu apa marah"ia malah menggoda.Tapi tak da tanggapan dari gadis itu.
"Hmmm kamu tau,aku tdk perduli lagi dgn mereka semua krn...sudah ada kamu disini"ia bicara dgn nada berbisik."Lagi pula itu epek samping krna aku stres tak bisa melihat mu"radit menambahi.
"Sudah selesai membual nya,bisa aku masak sekarang"mawar membalik kan badan dan melotot."Ok"radit mundur berlahan dan pergi.
🌹
"Habis ini aku akan pergi,krn aku tdk mau gibran menangis krn melihat ku meninggalkan nya"ucap mawar saat keduanya sudah di meja makan.
Radit yg dari tadi menikmati makanan nya spontan berhenti dan meletak kan sendok nya."Aku bisa tenang meninggalkan nya"mawar menambahi.
"Tidak,kita akan pulang dan memperbaiki semua nya"ucap radit tiba2."Untuk apa,toh 1 minggi lagi kita akan hadir di persidangan"mawar menyela.
Mawar terdiam dan mwngunyah mkanan nya pelan-pelan."hrs nya kau mengerti tdk mudah memutus kan 1 tindakan utk bercerai"radit menambahi.
"Aku mandi sebentar"ia berdiri dan menuju kamar mandi,sedangkan mawar duduk termagu di depan tv,sesekali ia terlihat mengganti chanel tv yg dia ingin kan.
"Tidak ingin membersihkan diri?"radit kembali mendekat setelah ia selesai dan sudah dgn stelan piyama tidur nya.
"Tidak,begini saja cukup"mawar terlihat tidak perduli.hening kini menyelimuti keduanya."Kamu akan tidur disini?"mawar tiba-tiba menyadari pakaian yg di kenakan radit.
__ADS_1
"Aku,,,?ya kita lah sayang"bals nya dgn senyuman."Sudah ku bilang kita akan bercerai dan tdk baik tdur berduaan spt ini"ungkap mawar pula.
"Dan bukan kah sudah ku bilang tdk akan ada percerai an"radit tak mau kalah pula dgn senyuman termanis nya.Pria blasteran italia itu berhasil menghinotis nya lagi.
"Masih ingat pertama kita melakukan nya"radit memulai lagi,"tidak aku sudah lupa"jawab mawar singkat."Apa kau tak ingin mengulangi nya disini"ucapan pria itu semakin menjadi."Tidak"mawar menjawab lebih singkat lagi.
cup
1 kecipan berhasil di curinya."Sudah ku bilang jgn mengganggu ku"mawar membekap wjah pria itu dgn bantal.Radit terkekeh lalu memeluk nya.
"Apa belum puas dgn perempuan tadi siang?ohhh!!! atau gagal krn aku menggangu"radit menatap istri nya itu dgn horor lalu tersenyum.
"kepuasan ku ada disini"ia menunjuk bibir mawar,"disni dan disini"kali ini meremas kedua da da mawar lalu mencubit area sensitif gadis itu.
Pookkk
Kali ini mawar memukul nya dgn bantal.Lagi-lagi radit terkekeh lalu memeluk nya dan berakhir ciuman di antara keduanya.
"Apa kau merindukan ku sayang?"bisik nya,"mungkin"jawab gadis itu singkat."Kedua nya kembali berciuman yg berakhir dgn permainan ranjang.
Mawar memekik keras saat radit berhasil menyatukan diri nya."Malam ini tdk ada ampun buat mu krn tlh berani meninggalkan ku"ia menghujani mawar dgn gerakan absur nya.
"Ini lah yg ku suka dari mu sayang dan tak ku dpt dari gadia mana pun"bisik radit masih gerakan spt tadi.
__ADS_1
"Ayo kita bermain disini"kali ini radit menggunakan gaya yg lebih extrim lagi dgn keringat yg mulai membanjiri kedua nya.
🍒🍒🍒