Mawar Merah(Sarangheo)

Mawar Merah(Sarangheo)
KEMARAHAN RADIT


__ADS_3

Maaf ya semua nya cerita nya baru di lanjut,soal nya saya baru sembuh dari sakit,doakan ya semua nya biar sakit ku tdk kambuh lagi agar karya ini cepat selesai.


🌹


Pagi ini,


"Kasian tuan muda ya,nasib nya naas bgt masih untung bisa melihat lagi kalau buta selama nya gimana?"


"Ia,tapi aku yakin nyonya besar tdk akan diam saja,dia pasti melakukan semua cara utk membuat tuan muda bisa melihat lagi"


Mawar yg mendengar percakapan kedua maid itu terkejut,ia bahkan tak di kasih tau kalau suami nya sudah tak bisa melihat lagi.


Dgn langkah gontai mawar meninggalkan tempat itu.


"kamu tau masalah ini tapi kau tak memberitahu ku"ia bicara di hadapan arul yg sengaja di undang nya.


Mawar yg mendengar pembicaraan itu menghentikan langkah nya.


"Hmmm"arul membalas dgn singkat."Kenapa kamu diam saja,kenapa tak memberitahuku"gertak nya.


"Aku fikir masalah nya tidak akan sampai kesitu,aku tdk percaya paul bisa melakukan itu"balas arul pula.


"Sekarang jadi mungkin kan?"radit membentak lagi."Aaccchhh"ia melemparkan habis semua barang di atas meja.


Arul terdiam,ia tau saat nya bukan saat nya ia berdebat dgn Radit.


"Tangan mu luka nak"bu anis mendekat dan membersihkan darah di jari putra nya lalu memberi isyarat pada maid utk membereskan pecahan itu.


"Rul tolong kasih betadint ya"ujar bu anis pada dokter muda yg di hadapan nya putranya itu.


"Ia tante"balas arul lirih.Setelah itu bu anis berdiri ia tak ingin berlarut-larut dan ikut dlm masalah putra nya itu.Pelan-pelan Arul meraih betadint dari kotak obat yg di serah kan oleh maid.


"G' ada guna nya kamu nyiksa diri seperti ini"ucap paul sambil membersihkan luka itu dgn kapas.


"Setiap masalah itu pasti ada jalan keluar nya"kali ini ia meraih betadit.


"Coba bicara baik-baik sama istri mu,bicara dgn kepala dingin,siapa tau ini hanya salah faham"lanjut arul menutupi luka itu dgn kapas.


"kamu harus ingat dit,istri mu itu lagi hamil,kalau dia tertekan bagaimana nasib bayi mu"tambah arul lagi.

__ADS_1


"Rasa nya sakit rul,coba kamu yg ada di posisi ku,paul itu sudah tak ku anggap orang lain tapi tega-tega nya dia melakukan semua ini"tutur Radit mulai menetes kan air mata.


"Kenapa rul?kenapa dia tega lakuin ini sama ku,salah ku dimana?kurang ku selama ini sama mereka apa?"lanjut nya terlihat menyedih kan.


"Karna sudah ada cinta sebelum kamu ada"sahut paul tiba-tiba.


"Kau"


Radit mengkepal tangan nya dgn kemarahan.Ia mengenali suara itu dan dari mana arah nya.Karna ia sudah mempelajari cara hidup orang buta saat bersama mattew.


Tapi ada hal yg membuat arul lebih terkejut fot- foto nya dan mawar saat kejadian di ruangan CEO ada di tangan radit dan kini terlihat berserakan di lantai.


Ia sendiri tak tau apa yg sebenarnya terjadi hari itu saat kedua nya sama sama pingsan hdan berakhir dgn posisi yg sgt intim.


"Buat apa kamu kesini,aku sudah bilang jgn kesini"desis arul kearah sahabat nya yg baru tiba itu.


"G' rul aku harus jelasin ini,aku bukan pengecut"sela nya.


"Ardi...".


"Hajar pria itu".


"Ardi kau dengar perintah ku"kali ini ia membentak."Ta tapi tuan"balas ardi gugup.


"Kamu menghajar nya atau ku pecat"kali ini Radit mengeluarkan senjta pamungkas nya.


"ba ba baik tuan"balas pria itu spt di ambang ke bimbangan.


Bruukkkk


Ardi langsung menghantam siku nya ke punggung paul hingga pria itu terjatuh.


"Biar kan aku bicara"paul masih mencoba membela diri nya."Semua nya tak seperti yg orang-orang katakan,dan...."


Brukkk


Ardi memukul nya lagi.Sementara arul hanya terlihat menutup wajah nya tanpa bisa membela siapa pun.


"Aku tdk bermaksud mengambil istri mu, tapi.."balas paul terbata.

__ADS_1


"Tidak menginginkan istri ku tapi seenakmu meniduri nya"ucap Radit terlihat berapi api.


Plaaak


Ia menampar wajah paul hingga sudut bibir nya mengeluarkan darah."Papa jgn pukul om paul"seru Gibran berlari mendekat.


"Cuma om paul pria terhebat yg gibran punya"tambah nya yg membuat Radit semakin tak terkendali,dan kata kata yg menandakan begitu penting nya paul bagi anak nya itu.


"Bi sumi"teriak nya memanggil seorang maid."ayo den ikut bibi" bi sumi langsung membawa gibran dari tempat itu.


"jgn bunuh om paul pa,jgn sakiti hiro ku"Gibran masih sempat berteriak."Kamu benar-benar tak punya perasaan dit" ucap paul melawan.


"Diam........"


Kemudian ia mendarat kan 1 pukulan pada sahabat nya itu."Jgn bunuh om paul pa"Gibran masih saja berteriak kearah nya.


"sudah nak,biarkan saja" kali ini Mawar yg bicara."Ma kasih tau papa ma,aku tak ingin dia menyakiti om paul" Gibran mengadu pada ibu nya.


Baaammmm


Kembali Radit melayangkan pukulan nya di wajah paul." Bi sumi kurung Wanita itu di gudang"ucap Radit benar-benar di luar kendali nya.


" Bunuh saja aku dit tapi jgn sakiti anak dan istri mu, biar kan aku yg merasakan sakit atas semua ini" ucap paul tak bisa lagi menahan amarah nya dan menonton semua nya.


"Habisi dia" perintah Radit pada para pengawal nya lalu meninggalkan tempat itu.


"Kamu jahat dit kamu egois"seru mawar masih sempat berteriak saat para maid membawa nya ke gudang.


Sedangkan para pengawal itu menghajar paul habis-habisan.Ada yg memukul, menendang, manginjak, dsb.Tapi tdak dgn ardi ia hanya diam tanpa tindakan apapun spt ada yg mengganjal di hati nya.


"Sudah cukup"sela arul melerai." Dia sudah pingsan utk apa memukul nya lagi...".


"Kalian mau jadi pembunuh hah"gertak arul marah.Para pengawal itu mundur berlahan.Sedang kan paul terpapar di lantai tak bergerak lagi.


"Biar aku yg mengurus nya".


"Ardi bawa dia kemobil"lanjut nya meraih kunci mobil dan melangkah.Ardi mengangguk dan langsung membawa tubuh paul ke mobil arul.


🌹🌷⚘

__ADS_1


__ADS_2