MELAWAN PEMBULLY

MELAWAN PEMBULLY
Membully Si Cupu


__ADS_3

"Ya maka dari itu kamu harus sabar dong baby. Kita kan sedang menjalankan drama kita sampai Razzan yang menyebalkan itu masuk kedalam jebakan kita. Kalau Razzan udah masuk kedalam jebakan kita, aku yakin kamu pasti akan sangat senang dan merasa puas banget" ucap Lulu menenangkan Shakira.


"Iya sih tapi sebenarnya gue gak bisa sabar Lulu. Semoga aja si Razzan cepat-cepat masuk kedalam jebakan kita. Gue gak tahan, gak tahan banget lihat Razzan kena jebakan gue! Eh, by the way dia kok berani ya ngelawan gue? Kayaknya sepanjang gue sekolah disini sampai gue naik ke kelas 12 kayak sekarang, baru kali ini ada anak yang berani melarang gue buat membully yang lain. Razzan punya nyali juga ya, sepertinya dia anak yang keras kepala atau gak takut sama risiko yang bisa saja ia dapatkan, karena berani menyenggol seorang yang hebat seperti Shakira. Anak pengusaha batu bara yang kaya raya dan terkenal ini. Lo semua tahu kan kalau gue ini adalah murid yang paling sultan disini? " ucap panjang Shakira yang disambut dengan senyuman Wiwit tanpa ia sadari.


"Iya lah, lu kan yang paling tajir disini." jawab Lulu.


Shakira melihat Wiwit yang senyum-senyum sendiri ketika Shakira tengah membahas soal ketangguhan sifat Razzan barusan.


"Heh Wit? Lu kenapa senyum-senyum sendiri? Lu lagi mikirin apa sih?" tanya Shakira kepo.


"Eh nggak kok. Gue gak lagi mikirin apa-apa." jawab Wiwit berbohong.


"Pasti lagi mikirin cowok ya? Pasti lu lagi demen sama salah satu murid cowok disini kan? Hayo ngaku? Siapa dia? Cerita dong? Siapa tahu dengan lo cerita, mood Shakira jadi ceria lagi?" tanya Lulu kepo juga.


"Eh nggak kok, beneran deh gue gak lagi suka sama siapa-siapa. Kalian jangan kepoin gue kaya gitu dong? Gue cuma gak sabar aja nanti siang makan dirumah. Gak sabar banget makannya gue senyum kaya barusan." jawab Wiwit.


"Hah, cuma nungguin makan siang sampai senyum-senyum sendiri ? Emang apanya yang istimewa dengan makan siang lo nanti?" tanya Lulu lagi.


"Ya jelas istimewa dong beb, karena yang masak makan siang itu adalah nyokap gue. Kalian kan tahu kalau selama ini nyokap gue jarang banget dirumah dan jarang memasak makanan buat gue, anak kandung dia sendiri. Makannya gue happy banget guys." jawab Wiwit mengarang cerita.


"Yaudah deh kalau lo seneng kita juga ikutan seneng, iya kan baby?" tanya Lulu sembari memegang bahu Shakira.


Shakira diam saja. Shakira iri kepada Wiwit karena Wiwit selalu mendapatkan perhatian yang menyenangkan dari sang ibu. Beda dengan dirinya yang hampir setiap hari melihat pertengkaran ayah dan ibunya.


Lalu Shakira mengajak Lulu dan Wiwit buat mencari keberadaan Nafiah. Mereka bertiga bangkit. Beberapa saat mencari, mereka bertiga tak kunjung menemukan keberadaan Nafiah.


"Eh guys, si cupu menjijikkan itu ada dimana sih? Kok dari tadi kita gak nemuin dia. Biasanya saat jam istirahat dia suka baca buku sendiri dibawah pohon mangga itu?" tanya Shakira seraya menunjuk kearah pohon mangga besar di belakang sekolah.


"Entahlah baby, apa mungkin sekarang si cupu lagi ada didalam perpustakaan? Dia kan hobi banget baca buku. Mendingan kita cari aja si cupu disana?" ajak Wiwit.

__ADS_1


"Yaudah ayo! Awas aja lo cupu, kalau gue berhasil dapetin lo lagi, lo siap aja buat gue siksa lagi!" gerutu Shakira tidak sabar lalu Shakira melangkah cepat menuju perpustakaan dengan diikutin oleh kedua bestienya itu.


***


Leon si tampan atletis tengah melangkah dengan gagah ditengah koridor sekolah. Leon sedang dalam tujuannya yaitu unit kesehatan sekolah, karena ada seorang siswa yang sedang dirawat disana karena sakit masuk angin. Kalau ada murid yang sakit Leon sering mengeceknya. Maka dari itu Leon sangat disegani oleh anak-anak di sekolah juga para guru banyak yang menyukai sikap Leon.


Tapi tak sengaja karena kurang fokus saat melihat jalan, Leon malah bertabrakan dengan Razzan.


"Eh sorry sorry?" ucap Leon kaget.


Leon langsung menatap ke wajah Razzan.


"Leon? Gua yang minta maaf. Gua jalan gak lihat-lihat,"


"Eh lu bro? Udah santuy aja. Gua mau ke UKS nih."


"Ada, anak kelas 10. Dia tadi muntah di kelas. Yaudah ya gua mau cek dia dulu."


"Sebentar sob? Gua boleh ikut gak?"


"Mau ikut ngecek dia juga?"


"Iya karena gua penasaran dengan hal seperti ini. Gua ingin ikut mengecek kondisi anak kelas 10 itu,"


"Oh boleh saja, ayo ikut gua?"


Razzan pun mengikuti Leon menuju UKS. Shakira yang kebetulan melihat Leon sedang berjalan bersama Razzan pun ngedumel.


"Sekarang anak itu bergaul dengan si Leon juga. Leon kan salah satu siswa yang berkelas dan terkenal disini. Gue jijik melihat Razzan bergaul dengan cowok yang vibenya keren kaya si Leon itu!" gerutu Shakira kesal.

__ADS_1


"Yaudah sih beib ngapain lo urusin si Leon, katanya mau cari si cupu Nafiah di perpus? Jangan disini terus dong?" sahut Wiwit mengalihkan perhatian Shakira.


"Buru!" tukas Shakira lekas melanjutkan langkahnya menuju perpustakaan.


Shakira, Lulu, dan Wiwit masuk kedalam perpustakaan. Benar saja, mereka menjumpai Nafiah ada disana. Nafiah sedang mencari buku yang ingin ia baca. Shakira langsung tersenyum senang kala melihat Nafiah ternyata ada didalam perpustakaan.


"Tuh kan bener, anak cupu itu ada disini." ucap Wiwit senang.


Nafiah kembali merasa ketakutan ketika melihat tiga orang yang suka membullynya masuk kedalam perpustakaan. Seorang guru pengawas tengah duduk sembari mengamati mereka. Guru itu yakin kalau Shakira and the geng berencana menyakiti Nafiah. Tapi guru itu bingung mau berbuat apa buat membantu Nafiah keluar dari serangan Shakira.


"Kita keluar dulu tunggu anak cupu itu didepan!" bisik Shakira kepada Lulu dan Wiwit.


Lantas mereka bertiga berbalik badan lalu melangkah keluar dari dalam perpustakaan. Nafiah bingung mau berbuat apa. Apa iya dirinya harus berdiam diri didalam perpustakaan sampai bel masuk berbunyi?


"Duuh, aku harus gimana ya? Masa iya aku harus diam disini sampai bel bunyi? Semoga saja Shakira dan yang lainnya berubah pikiran. Aku gak mau dibully lagi sama mereka." harap Nafiah dihatinya.


Guru pengawas bangkit dari duduknya lalu melangkah menghampiri mereka. Guru perempuan itu bernama Bu Melani.


"Bu Melani?" sapa Nafiah ketika Bu Melani datang menghampirinya.


"Nafiah, ayo keluar nak? Kamu gak boleh disini terus."


"Tapi bu, aku takut sama mereka bertiga. Kalau aku keluar sekarang, pasti aku akan di bully sama mereka bertiga."


"Kamu jangan takut Nafiah. Ayo tunjukkan kepada mereka kalau kamu itu berani sama mereka. Nafiah, dengarkan saran ibu. Kalau kamu terus menerus takut sama mereka, mereka akan tetap membully kamu. Mereka akan terus menganggap kamu anak yang lemah. Nafiah, ayo kamu pasti bisa untuk bersikap berani?"


Nafiah pun mencoba membulatkan tekadnya, menguatkan mentalnya untuk keluar dari dalam perpustakaan sekarang.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2