MELAWAN PEMBULLY

MELAWAN PEMBULLY
Perlawanan


__ADS_3

"Eh lihat tuh si cupu udah dateng. Tapi penampilan dia terlihat berbeda ya hari ini." ucap Lulu didepan sekolah ketika melihat Nafiah tampil dengan penampilan terbarunya.


Disamping Lulu ada Shakira dan Wiwit yang ikut mengamati penampilan terbaru dari Nafiah. Banyak juga siswa siswi di taman yang ikutan melihat penampilan terbaru dari Nafiah. Menjadi pusat perhatian, Nafiah merasa semakin percaya diri. Nafiah melangkah dengan penuh percaya diri kedepan Shakira dan gengnya.


"Selamat pagi Shakira? Apa kabarmu hari ini?" tanya Nafiah seperti sok akrab kepada mereka bertiga.


"Heh cupu! Sopan dikit dong! Gak usah sok akrab lu sama kita-kita! Lo sama kita itu beda level!" sahut Wiwit marah.


"Gue nggak lagi menyapa lo Wiwit tapi kenapa lo yang jawab! Selamat pagi Shakira?" balas Nafiah berkata.


Wiwit merasa geram dengan tingkah Nafiah, rasanya dirinya ingin menampar wajah Nafiah saat ini juga.


"Gak usah sok akrab lo cupu jelek! Sana masuk kedalam kelas lo! Tunggu pulang sekolah nanti ya!" ancam Shakira kepada Nafiah sembari mengibaskan rambut indahnya ke wajah Nafiah.


Lalu Shakira memegang tangan Lulu dan Wiwit. Shakira mengajak mereka berdua pergi ke tempat lain dan pergi meninggalkan Nafiah sendirian disitu. Shakira mengajak Lulu dan Wiwit pergi keatas gedung sekolah. Mereka bertiga duduk diatas gedung sekolah yang luas dan bisa melihat pemandangan dari atas gedung ini.


"Kesel banget gue sama si cupu itu! Mana sok cantik pula! Mending kalau dia cantik, tapi melihat wajahnya saja rasanya gue ingin muntah." gerutu Wiwit seraya memutar bola mata malas.


"Udah Wit santai aja lagi, kan pulang sekolah nanti kita akan kasih dia pelajaran biar nggak belagu sama kita!" sahut Shakira tidak sabar menunggu waktu nanti.


"Iya gue nggak sabar banget nunggu waktu pulang sekolah. Gue gak sabar mau jambak rambut si cupu. Gue benar-benar makin ilfil sama si cupu itu. Jijik banget gue sama dia!" sahut Lulu seraya mengepalkan kedua tangannya.


"Eh tapi lo masih mau bully si Razzan juga nggak Ra? Dia kan kalau kita bully dia selalu berani buat melawan kita Ra?" tanya Wiwit.


"Emm, kalau soal si Razzan tentu saja gue masih mau buat membully dia. Tapi sepertinya gue bakalan pakai cara yang halus sama seperti si Dylan." jawab Shakira.


"Pakai cara yang halus sama seperti si Dylan? Oh berarti lo juga mau pura-pura baik juga ya ke si Razzan?" tanya Lulu.


"Yaps! Orang seperti dia harus dilawan dengan cara yang sangat licik seperti ini." jawab Shakira.

__ADS_1


Wiwit merasa semakin tidak nyaman dengan rencana baru Shakira. Apa dia akan memberi tahu Razzan atau tidak, Wiwit merasa benar-benar dilema.


"Shakira menurut gue mending fokus kita membully si Nafiah aja deh. Lupakan soal Razzan, dia kan anak laki-laki jadi wajar saja kalau dia berani melawan kita Ra?" usul Wiwit.


"Nggak Wiwit! Gue benar-benar keukeuh mau membuat hidup Razzan jadi menderita. Soalnya gara-gara itu anak, hidup gue jadi semakin runyam sekarang." tukas Shakira menolak usul dari Wiwit.


Wiwit menoleh ke samping kiri, intinya Wiwit tidak mau melihat orang yang dia sukai jadi menderita seperti itu ditangan Shakira dan Dylan. Wiwit tidak akan membiarkan hal seperti itu terjadi kepada Razzan, tidak!


***


Singkat waktu, waktu pulang sekolah pun tiba. Shakira, Lulu, dan Wiwit tengah menanti Nafiah didepan gerbang sekolah. Tak berselang lama Nafiah keluar dari dalam sekolah. Nafiah diseret oleh mereka bertiga menuju kedalam mobil milik Shakira.


"Kalian ini apa-apaan sih? Lepasin aku gak atau aku akan teriak! Tolong, tolong, tolong!" teriak Nafiah meminta pertolongan.


Beberapa murid lain yang melihat Nafiah dibawa dengan paksa oleh Shakira dan gengnya mereka tidak mau ikut campur hal itu. Mereka tidak mau berurusan dengan seorang Shakira.


Nafiah didorong masuk kedalam mobil oleh Shakira. Dahi Nafiah membentur jok mobil. Kemudian Lulu dan Wiwit juga ikutan masuk kedalam. Mereka berdua duduk disamping Nafiah sedangkan Nafiah berada di tengah-tengah mereka. Mereka menjaga Nafiah agar tidak sampai kabur apalagi sampai lompat keluar dari dalam mobil. Shakira mulai duduk didepan setir mobil.


"Apa-apaan sih kalian! Lepasin aku gak! Kalian mau membawa aku kemana sih? Aku mohon jangan sakitin aku?" lirih Nafiah seraya berusaha untuk berontak akan tetapi Lulu dan Wiwit terus memegangi tubuh Nafiah dengan kuat.


"Siapapun tolong aku! Aku mau dibully sama orang-orang jahat! Kalian apa gak kasihan sama aku!" pekik Nafiah dari dalam mobil Shakira.


Wiwit bergegas menampar wajah Nafiah.


"Berisik banget sih lo!" bentak Wiwit.


Lulu melepaskan kaos kaki miliknya, lalu Lulu memasukkan kaos kaki itu kedalam mulut Nafiah supaya Nafiah tidak berisik. Nafiah merasa tidak nyaman dengan kaos kaki kotor dan bau kaki yang menyumpal mulutnya itu.


"Mereka bertiga benar-benar keterlaluan! Masa kaos kaki bau milik Lulu dimasukin kedalam mulut aku! Awas aja kalian!" batin Nafiah mendendam.

__ADS_1


Nafiah tidak tahu dirinya akan dibawa pergi kemana oleh Shakira dan gengnya. Tapi Nafiah yakin bahwa dirinya pasti akan di bully sama mereka bertiga.


Tak berselang lama Shakira menghentikan mobilnya di sebuah taman yang sepi. Shakira mengamati sekeliling dulu sebelum menghajar Nafiah. Setelah dirasa aman, Shakira menyuruh Lulu dan Wiwit buat membawa Nafiah keluar dari dalam mobil.


Lulu dan Wiwit menuruti perintah Shakira lalu mereka berdua mengeluarkan Nafiah dari dalam mobil. Nafiah didorong oleh Wiwit keatas rumput. Nafiah bergegas mengambil kaos kaki yang menyumpal mulutnya.


"Kalian bertiga benar-benar jahat! Apa salah aku sama kalian sehingga kalian selalu saja menyiksaku!" teriak Nafiah. Hatinya sangat emosi sekali dengan apa yang selalu dilakukan oleh Shakira dan gengnya, kepadanya.


"Wiwit, jambak rambutnya!" titah Shakira seraya berkacak pinggang.


Wiwit tersenyum lalu tangan Wiwit bergegas menjambak rambut Nafiah.


"Aw sakit! Hentikan!" rengek Nafiah kepada Wiwit.


"Gue gak akan berhenti dan lo harus menderita, hah! Rasakan ini!" pekik Wiwit semakin menguatkan jambakannya.


"Ampun, hentikan Wit, sakit?" isak Nafiah.


"Lulu, injak kaki dia!" titah Shakira kepada Lulu.


"Ouh, siap baby, dengan senang hati." jawab Lulu.


Lulu langsung menginjak-injak kaki Nafiah dengan tega. Membully Nafiah membuat mereka bertiga merasa puas dan bahagia. Namun Nafiah sudah merasa muak dan capek menerima perundungan yang seperti ini terus. Nafiah mencakar tangan Wiwit menggunakan kukunya.


"Ah sakit! Anjing lo cupu! Berani lo mencakar tangan gue!" marah Wiwit berapi-api.


Lalu setelah itu, Nafiah menarik kaki Lulu sampai Lulu terjatuh ke bawah.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2