MELAWAN PEMBULLY

MELAWAN PEMBULLY
Dylan dan Dramanya


__ADS_3

"Kamu serius? Kamu bersikap seperti ini kepadaku? Kamu udah berubah?" tanya Razzan seolah belum percaya soal apa yang Dylan lakukan sekarang.


Dylan mengangguk diiringi senyuman yang manis.


"Mulai sekarang kita adalah teman Razzan. Tidak akan ada pertikaian lagi diantara kita. Maafin gua soal yang kemarin itu ya? Gua nyesel banget udah bersikap kaya gitu kepada lo. Maafin gua?"


Razzan mengangguk tapi Razzan belum mau sepenuhnya percaya kepada Dylan yang tiba-tiba berubah jadi baik kepadanya seperti ini.


"Dylan! Lo berkhianat! Apa sih maksud lo? Lo pasti cuman pura-pura baik aja kan sama Razzan. Lo pasti disuruh sama Shakira kan? Gua curiga akan hal ini." sahut Reno curiga.


"Bacot lo gak usah fitnah Ren!" balas Dylan kesal.


"Lo gak usah sok baik deh Lan! Lo itu bajingan sialan tahu nggak? Atau mulai sekarang kita bukan teman lagi!" sahut Reno kesal.


"Pergi sana! Gua gak mau lagi lihat muka lu pada dasar sampah toxic! Gua gak sudi lagi bergaul sama bajingan-bajingan brengsek kaya lu pada bawa pengaruh buruk!" ketus Dylan berkata.


Reno melempar bola ke punggung Dylan lalu Reno mengajak teman yang lain untuk pergi. Banyak siswa siswi melihat pemandangan itu. Pemandangan ketika Dylan berubah jadi baik kepada anak yang terlihat cupu dan miskin seperti itu. Mereka banyak yang terkejut akan perubahan sikap Dylan.


***


Jam pulang sekolah telah tiba. Seperti hari kemarin, Razzan akan pulang ke rumah dengan menaiki sepeda. Pelajaran hari ini berjalan dengan lancar dan menyenangkan bagi Razzan karena Razzan mendapat tiga teman baru juga. Dylan yang berubah jadi baik kepadanya meski sebenarnya Razzan belum sepenuhnya percaya akan perubahan sikap Dylan kepadanya.


Razzan berjumpa dengan Shakira didepan gerbang sekolah. Shakira tengah melangkah menuju mobilnya diikuti oleh Wiwit dan Lulu. Melihat ada Razzan didekat sepeda bututnya, Shakira hanya tersenyum, namun senyuman dingin yang tentu saja menandakan rasa ketidaksukaannya kepada Razzan.


"Lihatlah guys disana. Itu ada gembel jelek mau naik sepeda butut kesayangannya. Sepeda rongsokan kaya gitu mending dibuang aja ke tempat pembuangan sampah aja gak sih guys? Bentar lagi juga rusak tuh sepeda bututnya." tukas Shakira menyinggung Razzan.


Razzan hanya tersenyum kepada Shakira lalu Razzan mulai naik keatas sepedanya. Akan tetapi tiba-tiba, Dylan berlari menghampiri Razzan.


"Bro?" sapa Dylan ramah.

__ADS_1


"Iya, ada apa bro?" jawab Razzan ramah juga.


"Lu mau pulang ya? Mending bareng gua aja naik motor. Gua antar lu pulang sampai ke rumah lu. Capek kali kalau lu harus mengayuh sepeda?"


"Gak usah repot-repot bro, gua mau pulang sendiri saja naik sepeda butut gua ini. Udah biasa gua kemana-mana naik sepeda butut ini."


"Gak merepotkan sama sekali kok bro. Anggap aja ini sebagai bentuk rasa permintaan maaf dari gua ya? Gua mohon jangan lu tolak ya niat baik gua ini?"


"Terus sepeda gua gimana ini?"


"Sepeda lu tinggal dititipin aja di bengkel itu." jawab Dylan seraya menunjuk ke sebuah bengkel kecil didekat sekolah.


"Lah terus gua besok berangkat jalan kaki dong gak naik sepeda?"


"Tenang aja bro, besok gua jemput lo ke rumah setelah gua tahu dimana rumah lo. Gak usah dibikin pusing, pokoknya lu gak boleh nolak niat baik gua ini?"


"Heh Dylan! Lu bego apa gimana sih? Lu kok mau ya temenan sama orang kayak dia? Kalau gue sih ogah. Kuman dan toxic gembel kaya dia buat apa dijadikan teman? Udah yuk balik aja sama gue?" ajak Shakira seraya menarik tangan Dylan.


Tapi Dylan langsung menyentil tangan Shakira.


"Mulai sekarang gua mau berteman dengan siapa aja, gak mandang mau dia kaya, miskin, cupu, atau keren. Shakira mendingan lu stop bully Razzan karena Razzan adalah anak yang baik dan juga pintar. Razzan bisa kita jadikan sebagai teman baik kita. Kita bisa belajar juga sama Razzan." tutur Dylan kepada Shakira.


"Apa gue gak salah dengar? Lu nyuruh gue buat stop ngebully dia? Sorry lah ya, gue sih bakal terus ngebully dia, meski dia berani ngelawan ke gue!" cakap Shakira tetap keukeuh akan terus membully Razzan.


"Stop Shakira! Membully orang lain itu tidak baik. Apalagi orang tersebut tidak punya salah apa-apa kepada kita." sahut Razzan kepada Shakira.


Shakira langsung menampar wajah Razzan dengan kencang.


"Berani lu nyaut ya! Lu gak usah nyuruh-nyuruh gue kayak gitu deh! Lu siapa woy? Sadar! Lu cuma anak gembel yang cupu dan kasta kita beda jauh woy! Udah ya Dylan, bisa muntah gue disini deket sama gembel ini, stop lo bela si cupu ini!" paksa Shakira kepada Dylan.

__ADS_1


Shakira dan Dylan memainkan drama mereka dengan begitu cantik. Mereka berusaha keras supaya jangan sampai Razzan jadi curiga.


"Shakira masih sama seperti biasa, membenciku. Tapi Dylan udah berubah jadi baik?" batin Razzan bertanya.


"Lo jangan ikut campur urusan gue Shakira. Terserah mau gue berubah jadi baik ke Razzan atau apapun itu, gue udah capek jadi tukang bully kaya lo. Walau lo adalah anak orang kaya yang sangat disegani sama pihak sekolah, tapi lo gak boleh semena-mena seperti itu Shakira!" tukas Dylan seraya menatap Shakira dengan tatapan tegas.


"Tutup mulut lo Dylan! Yaudahlah, gue males ladenin lo lagi. Wiwit, Lulu, kita cabut aja sekarang. Biarin Dylan bergaul dengan si cupu kere itu. Tapi gue yakin Dylan pasti bakal kembali masuk ke geng kita kok. Dia pasti gak betah berteman lama dengan anak kere nggak guna kaya dia!" ajak Shakira sombong sembari menatap Dylan dan Razzan dengan tatapan tajam secara bergiliran.


Kemudian Shakira dan kedua anggota gengnya itu sama-sama melangkah kedalam mobilnya.


"Razzan, udah gak usah dengar apa kata mereka. Perkataan Shakira emang keterlaluan tapi gak usah lu masukin ke hati ya? Mereka emang gitu dari dulu, jahat dan nyebelin. Yaudah yuk lu gua bonceng?"


"Makasih ya Lan, bentar ya aku mau izin nitip sepeda dulu sama pemilik bengkel itu."


"Silahkan bro."


Razzan menitipkan sepedanya kepada pemilik bengkel. Besok baru diambil lagi. Lantas setelah itu Razzan pun diboncengin oleh Dylan pulang ke rumahnya. Dengan ini juga Dylan jadi tahu dimana tempat tinggal Razzan nanti.


Motor Dylan melintasi jalanan tengah sawah yang kemarin dilalui oleh Razzan dengan menggunakan sepeda bututnya. Pemandangan di sekitar sawah begitu indah dan menyejukkan mata dan hati. Razzan masih berpikir, masih tidak menyangka dengan perubahan sikap Dylan yang seperti ini.


Hingga akhirnya motor Dylan sampai dan mendarat didepan rumah Razzan. Razzan turun dari motor lalu memberikan helm yang ia pakai kepada Dylan.


"Makasih ya bro udah mau antarin aku pulang? Kamu mau mampir dulu kerumahku? Kita makan siang dirumahku?" tawar Razzan.


Dylan sangat tidak sudi buat makan siang dirumah Razzan. Pasti makanan yang disuguhkan adalah makanan murahan yang rasanya tidak sesuai dilidah Dylan yang sudah terbiasa makan enak sedari kecil.


"Gak usah deh bro gua mau langsung balik aja kerumah. Mommy gue pasti lagi nungguin gue di rumah."


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2