
"Membahas materi pelajaran apa selingkuh sih? Kamu pikir barusan aku gak lihat waktu kamu membelai rambut si Poppy? Jahat kamu Leon!" isak Ancy lalu Ancy pergi berlari.
Leon hanya mengamati Ancy yang sedang berlari.
"Kamu jangan diam aja dong Leon, kejar dia!" titah Poppy kencang.
Leon pun menatap kearah Poppy dan setelah itu Leon mengejar Ancy pergi. Poppy juga ikutan berlari buat mengejar Ancy.
"Leon benar-benar jahat sama aku! Padahal selama ini aku juga selalu bersikap baik sama dia. Tapi dia tega mengkhianati aku dan dia diam-diam ada main dengan Poppy, sahabat aku sendiri." batin Ancy sedih.
Ancy terus berlari hingga dirinya sampai di jurang yang tinggi. Leon berhasil mendapatkan Ancy dari belakang. Leon memegang lengan Ancy dengan kuat lalu mereka berdua saling bertatapan.
"Sayang dengarkan aku. Aku sama Poppy beneran gak ada hubungan apa-apa." ucap Leon berusaha agar Ancy percaya bahwa dirinya dan Poppy tidak ada hubungan apa-apa.
"Stop deh Leon, yang barusan aku lihat dengan mata kepala aku sendiri udah cukup buat bikin aku yakin kalau kalian berdua memang ada hubungan. Setelah ini pasti nama kalian berdua jadi hancur dengan apa yang telah kalian lakukan kepadaku. Aku akan spill kebusukan kalian kepada semua orang di sekolah dan semua orang pasti akan menghujat kalian berdua!" ucap Ancy dengan wajah penuh amarah.
Selama ini Ancy benar-benar begitu mencintai Leon. Leon adalah belahan jiwanya. Tapi betapa sakitnya hati Ancy ketika melihat belahan jiwanya tega mengkhianati dirinya dengan wanita lain. Lalu Ancy melepaskan genggaman tangan Leon yang ada di lengannya tapi Leon tidak mau Ancy pergi. Leon tidak akan membiarkan Ancy pergi begitu saja apalagi kalau sampai besok Ancy menceritakan kepada semua orang bahwa Leon dan Poppy berselingkuh.
"Aku mohon Ancy, sayang, jangan ceritakan hal itu ke semua orang? Namaku bisa hancur? Aku janji aku akan memperbaiki hubungan kita dan aku janji aku akan memutuskan hubungan aku dengan Popoy." tukas Leon.
Poppy terlihat tidak terima jika Leon memutuskan hubungan dengannya.
"Kamu gak bisa seperti itu Leon! Selama ini, kedekatan kita, kamu mau putus begitu aja? Aku udah nyaman sama kamu Leon." ucap Poppy seraya merangkul lengan Leon.
Ancy menatap Poppy sembari menangis. Poppy adalah kakak kelasnya tapi Poppy begitu tega ingin merebut Leon dari dirinya. Ancy melepaskan genggaman tangan Leon lagi.
"Keputusan aku udah bulat, kamu memang orang yang cocok untuk Poppy. Kalian berdua sama-sama gak punya perasaan! Kalian berdua udah jahat sama aku! Padahal selama ini aku baik ke kalian." cakap Ancy kecewa.
__ADS_1
Ancy berbalik badan tapi Leon menarik tangan Ancy. Ancy kembali menatap ke wajah Leon.
"Leon lepasin tangan aku!" pinta Ancy dengan nada tinggi.
"Aku gak akan lepasin kamu sebelum kamu berjanji gak akan ceritakan hal ini ke semua orang di sekolah!" ancam Leon.
"Tanpa aku cerita pun apa yang kalian berdua perbuat itu juga bakalan ketahuan! Orang-orang akan bertanya kenapa aku putus dengan kamu dan aku akan menjawab yang sebenarnya!" pekik Ancy.
"Nggak Ancy, nggak! Aku gak akan biarin kamu lakukan hal ini. Kalau kamu masih keukeuh mau menceritakan hal ini, lebih baik kamu celaka saja Ancy!" marah Leon dingin lalu Leon mendorong Ancy hingga Ancy jatuh ke jurang.
"Leon! Tidaaak! Aaaaaa!" teriak Ancy terhempas ke dasar jurang.
Kepala Ancy menghantam batu dengan keras. Ancy pun tewas seketika.
"Leon! Apa yang kamu lakukan!" pekik Poppy panik.
***
"Leon, aku takut sayang." ucap Poppy cemas.
***
"Pelan-pelan dong Sus! Sakit tahu!" marah Lulu kepada seorang suster yang sedang merawat bekas luka cakarannya di muka Lulu.
"Iya tahan sebentar ya dek," balas sang suster seraya membersihkan luka bekas cakaran di wajah Lulu.
Shakira dan Wiwit menunggu dari samping Lulu. Mereka berdua mengamati Lulu yang tengah dirawat sembari duduk diatas kursi tunggu pasien.
__ADS_1
"Next gue gak mau lihat lagi kejadian yang serupa kaya gini. Gue gak mau lo sama Lulu ribut lagi. Pokoknya habis ini kalian berdua harus saling minta maaf!" titah Shakira berbicara seraya menatap kepada Wiwit.
Wiwit memutar bola mata malas, sangat malas jika harus minta maaf kepada Lulu karena telah mencakar wajah Lulu.
"Gue gak sudi minta maaf sama Lulu. Dia pantes dapetin cakaran maut itu Shakira." sahut Wiwit kesal.
"Lo tahu kan gue ini siapa! Gue adalah ketua geng kalian! Kalau kalian harus saling minta maaf, ya minta maaf lah! Pokoknya Lulu, lo juga harus minta maaf sama Wiwit karena lo udah berusaha buat mencari tahu privasi dia. Perbuatan lo juga salah dan gue gak akan cari tahu lagi meski itu ada hubungannya dengan Razzan. Biarlah itu menjadi urusan Wiwit." tukas Shakira sembari menatap Lulu dan Wiwit secara bergantian.
Lulu melirik sinis kepada Wiwit. Mereka berdua saling bertatapan sinis. Usai bekas luka cakaran di wajah Lulu diobati, mereka bertiga pun akan segera kembali ke rumah Shakira. Wajah Lulu yang terkena bekas cakaran mendapatkan perban dari suster dan dokter.
"Ini semua gara-gara lo Wiwit! Kecantikan wajah gue jadi berkurang. Lo harus merasakan hal yang sama!" kesal Lulu ingin mencakar wajah Wiwit juga namun Shakira buru-buru menghentikan Lulu.
"Hei stop! Wiwit, Lulu! Kalian berdua ini kaya anak kecil tahu nggak sih! Udah saling minta maaf aja! Damai itu kan indah!" titah Shakira dengan nada tinggi.
"Shakira lo nyuruh kita berdua damai? Lo gak ngaca lo itu siapa! Lo kan sumber dari segala permasalahan yang terjadi di sekolah. Permasalahan yang berhubungan dengan bully! Ngaca dulu kek sebelum nyuruh orang lain." sindir Wiwit dengan tatapan sinis.
PLAAAAAK
Tamparan kencang dari tangan Shakira mendarat di wajah Wiwit. Lulu tersenyum senang ketika Wiwit ditampar seperti itu oleh Shakira. Rasanya, Lulu juga ingin ikutan menampar wajah Wiwit.
Wiwit merasa semakin kesal setelah mendapatkan tamparan dari Shakira. Rasanya Wiwit ingin membalas tamparan Shakira tapi Wiwit kurang berani.
"Ini adalah peringatan untuk lo biar lo gak berani lagi menyenggol seorang princess Shakira! Sekarang gue ingin melihat kalian berdua damai di depan mata gue sendiri!" paksa Shakira.
Lantas Wiwit mengajak Lulu berdamai, meminta maaf, meski itu karena terpaksa. Wiwit aslinya gak ikhlas buat minta maaf kepada Lulu.
Bersambung...
__ADS_1