
"Itu dia si Razzan, gue akan kerjain lo di kantin ini anak bego. Lo akan ditertawakan sama satu kantin ini, hahaha." batin Dylan berencana jahat.
Razzan menghampiri mbak penjual di kantin, menunggu giliran dengan anak-anak lain yang sedang memesan makanan mereka, setelah tiba giliran Razzan, Razzan pun memesan dua porsi bakso.
"Silahkan ditunggu ya dek?"
"Siap Kak."
Razzan kembali ke tempat duduk bersama dengan Shakira.
"Razzan, lo itu orang yang baik deh. Gue amat sangat menyesal karena dulu udah pernah jahat ke lo. Maafin gue ya?"
"Gue udah maafin lo kok. Gue akan lebih salut lagi kalau lo perlahan bisa merubah sikap lo jadi lebih baik. Dari yang awalnya tukang bully, berubah menjadi orang yang anti melakukan pembullyan, itu akan sangat keren Shakira. Apa lo bisa lakuin hal itu?" tanya Razzan seraya menatap serius kepada Shakira.
Membully murid yang lemah dan cupu adalah hobi Shakira sejak dahulu.
"Untuk itu sepertinya gue bakalan sulit melepas kebiasaan itu deh. Ya gak tahu sih ntar lihat aja kedepannya bakalan kaya gimana. Btw, ada Dylan tuh." tukas Shakira seraya melirik kearah Dylan.
Razzan menoleh kearah Dylan yang sedang duduk di meja seberang mereka. Dylan kepergok sedang mengamati mereka berdua.
"Hai Lan!" sapa Razzan seraya tersenyum.
Dylan diam saja, merasa malas buat membalas sapaan Razzan. Dylan kemudian membaca buku menu yang ada diatas meja.
"Orang disapa malah diem aja, pasti itu orang lagi sirik setengah mampus tuh!" sindir Shakira dengan nada tinggi.
Sontak saja perasaan Dylan menjadi semakin mendidih karena Shakira telah menyindirnya dihadapan banyak orang.
"Awas aja lo Shakira! Kalau bukan gue suka sama lo, gue udah jamin bakalan hajar lo habis-habisan." batin Dylan berapi-api.
Sontak saja rencana menumpahkan kuah bakso panas kepada Razzan, Dylan gagalkan saja. Dylan memutuskan untuk keluar dari dalam kantin saja. Razzan dan Shakira terus mengamati Dylan yang melangkah keluar.
"Sekarang lo masih yakin kalau Dylan itu udah berubah jadi baik?"
"Gue jadi bingung atau mungkin Dylan sedang punya masalah pribadi yang membuat dirinya jadi gak mood. Jadinya dia merasa malas buat membalas sapaan gue?"
__ADS_1
"Itu bukan karena masalah pribadi, itu karena Dylan iri sama lo Razzan. Karena popularitas lo jauh lebih wow sekarang, disini."
"Buat gue popularitas itu gak penting, karena tujuan gue disini ada bersekolah dan gue juga bukan artis. Gue gak butuh popularitas. Shakira, gue mau kejar Dylan dulu ya?"
"Terus bakso lo gimana? Nanti keburu dingin loh?"
"Soal itu gak masalah, rasa bakso di kantin ini sangat enak. Dimakan dingin pasti juga tetap enak, Shakira gue kejar Dylan dulu ya!" ucap Razzan terburu-buru pergi.
"Gue ikutan ah, Razzan tunggu!" pekik Shakira lalu berlari mengejar Razzan.
Mbak pelayan kantin yang membawa dua mangkok bakso ke meja Razzan dan Shakira pun bingung karena mereka berdua malah pergi dari kantin.
Razzan berhasil mengejar Dylan di tengah koridor sekolah.
"Dylan tunggu?"
Dylan menoleh kepada Razzan sedangkan Shakira diam-diam mengintip mereka berdua dari balik pot tanaman yang tinggi.
"Ada apa?"
"Gak usah manggil gue bro karena gue bukan brother lu! Gua gak sudi sahabatan sama lu! Minggir sana!" ketus Dylan lalu mendorong Razzan sampai Razzan tersungkur ke lantai.
Banyak murid lain yang melihat kearah Dylan dan Razzan.
"Wah apa-apaan tuh si Dylan, main dorong aja! Dia pasti iri sama popularitas Razzan. Secara Dylan kalah saing sekarang." ucap seorang murid laki-laki.
"Diem lo gak usah banyak bacot! Atau gue tendang mulut lo sampai gigi lo rontok hah!" ancam Dylan kesal.
Shakira mengepalkan salah satu tangannya kemudian melangkah menghampiri Razzan. Shakira menarik tangan Razzan membantunya berdiri. Kemudian setelah Razzan berdiri disamping Shakira, Shakira langsung menampar wajah Dylan.
PLAAAAK
Bunyi tamparan itu terdengar renyah. Razzan terkejut ketika Shakira melakukan tamparan ke wajah Dylan.
"Shakira, apa yang lo lakukan?" tanya Razzan kaget.
__ADS_1
Mata Dylan semakin melotot. Dylan kesal kepada Shakira tapi Dylan tidak mau membalas Shakira dengan menyakiti Shakira karena Dylan mencintai Shakira.
"Gue benci sama lo! Mulai sekarang kita bukan teman lagi! Mulai sekarang pertemanan kita end!" ucap Shakira lantang.
Dylan langsung bersimpuh didepan Shakira.
"Ra, jangan ngomong kayak gitu dong? Sampai kapanpun kita akan selalu berteman. Ra, selama ini kita berteman, hubungan pertemanan kita baik-baik saja. Tapi sejak anak sialan ini dateng ke sekolah, pertemanan kita jadi hancur kaya gini Ra? Lo sadar gak sih siapa biangnya?"
"Gak usah lo bersimpuh didepan gue dan gue gak akan kemakan dengan kata-kata busuk lo itu! Ayo Razzan, kita tinggalin aja si Dylan sialan ini." ajak Shakira sembari memegang tangan kanan Razzan.
Razzan terus mengamati Dylan yang bersimpuh didepan Shakira.
"Ra gue mohon lo jangan putusin pertemanan kita? Please Ra? Gua akan lakuin apapun asalkan pertemanan kita gak putus?" pinta Dylan berusaha meluluhkan hati Shakira.
"Apapun? Oke! Minta maaf sama Razzan dan jangan berani lo kasar lagi ke Razzan! " jawab Shakira.
Dylan menunduk. Demi agar Shakira gak marah apalagi membencinya, Dylan rela pura-pura minta maaf kepada Razzan. Dylan bangkit lalu Dylan memeluk Razzan.
"Maafin gue ya Zan? Gue akui gue salah. Lo mau kan maafin gue?" tanya Dylan.
"Lo tulus gak minta maaf sama Razzan? Kalau gak tulus gak usah dimaafin aja ya Zan? Ngapain lo berteman sama orang muka dua kayak si Dylan." sahut Shakira.
Kemudian Dylan melepaskan pelukannya. Dylan berusaha meyakinkan Razzan bahwa dirinya tulus meminta maaf.
"Gue tulus kok. Gue ingin berteman sama kalian berdua, please maafin gue ya? Dirumah gue udah sedih, masa di sekolah gue makin sedih juga gara-gara dijauhin teman? Razzan maafin gua ya sob?" kata Dylan.
Razzan pun mengangguk kemudian memaafkan Dylan.
"Iya gua maafin lo sob, tapi janji ya jangan benci ke gue lagi. Kita harus berteman dengan baik." ucap Razzan sembari tersenyum.
"Iya gua janji sob. Kalau gitu sekali lagi gua minta maaf ya? Lu orang yang baik sob." kata Dylan.
Razzan tersenyum lalu Shakira mengajak Razzan pergi meninggalkan Dylan. Dylan semakin meradang, dirinya dipermalukan didepan umum oleh Shakira. Tapi kebencian Dylan malah semakin besar tertuju kepada Razzan.
"Awas ya lo! Kejadian yang gua alami hari ini gak akan gua lupakan begitu saja. Lo akan mendapatkan balasan yang lebih, sangat menyakitkan, Razzan!" batin Dylan mendendam.
__ADS_1
Bersambung...