MELAWAN PEMBULLY

MELAWAN PEMBULLY
Peneror Itu Datang Lagi


__ADS_3

Jam pulang sekolah pun tiba. Kegembiraan anak-anak terpancar dengan jelas. Siapa yang tidak senang ketika menit demi menit, jam demi jam yang menguras pikiran telah berlalu.


Nafiah akan pulang naik ojek. Tapi Wiwit mengejar Nafiah dengan menaiki mobilnya bersama dengan Poppy.


"Itukan mobil Wiwit! Aku yakin pagi mereka menginginkan penderitaan aku dengan yang dinamakan dengan, bullying. Ya Allah, pasti mereka akan membully lagi. Lindungi hamba Ya Allah?" harap Nafiah didalam hatinya. Nafiah bisa melihat mobil Wiwit lewat spion motor.


"Mas ngebut dong? Please?" pinta Nafiah lalu tukang ojek itupun ngebut.


"Sial! Mereka malah ngebut! Pasti Nafiah udah tahu kalau kita berdua berniat ingin membullynya." ucap Wiwit.


"Ngebut juga Wit! Gue gak peduli kalau gue jadi pembully sekalipun!" usul Poppy.


"Oke! Lakukan!" balas Wiwit.


Wiwit semakin mengencangkan laju mobilnya hingga berhasil menyenggol bagian belakang motor. Alhasil, motor tukang ojek itupun nyungsep ke pinggir jalan.


"Hahahahahaha, mampus lo cupu!" tawa Poppy sumringah.


Nafiah dan tukang ojek itu merasakan rasa sakit akibat terjatuh. Lalu Nafiah membantu tukang ojek tersebut mengangkat motornya.


"Mas ojek gapapa kan?" tanya Nafiah panik.


"Bagian belakang motor saya sedikit rusak. Siapa sih lo bisa bawa mobil gak sih! Main nyenggol aja!" murka tukang ojek kepada Wiwit dan Poppy.


Wiwit dan Poppy turun dari mobil lalu berjalan cepat menghampiri mereka berdua. Poppy menarik tangan Nafiah.


"Mau apa sih kamu! Mas ojek tolong saya mas? Mereka berdua mau membully saya!" lirih Nafiah kepada tukang ojek itu.


Wiwit mengambil dompetnya lalu memberikan uang dua juta untuk tukang ojek itu.


"Mas sana pergi perbaiki motormu, itu saya udah kasih uang dua juta. Kalau masih kurang mas bisa telpon nomor saya dan ini adalah kartu nama saya. Saya mau membawa anak ini pergi dan mas ojek gak boleh ikut campur urusan kita." tukas Wiwit.


"Mas jangan mas? Kamu harus nolongin saya? Saya akan dipukuli sama mereka berdua mas." lirih Nafiah sembari menangis.


Untung saja ada mobil Shakira yang melintas. Shakira menghentikan mobilnya lalu turun dari mobil. Shakira menghampiri mereka semua.


"Ada apa sih ini? Nafiah, kamu gak apa-apa?" tanya Shakira.


"Tolong aku dong Ra? Aku mau dihajar sama mereka berdua." ucap Nafiah.

__ADS_1


"Heh, dua iblis muda terkutuk! Kalau lo pada berani ganggu Nafiah, lo akan berurusan sama gue! Karena sekarang, Nafiah adalah bestie gue dan juga Lulu. Pergi sana!" ucap Shakira dengan nada tinggi.


"Kalau berurusan sama nenek sihir itu males banget. Balik aja yuk Pop?" ajak Wiwit seraya berbisik.


Wiwit dan Poppy kembali masuk kedalam mobilnya. Nafiah merasa lega karena dua cewek jahat itu gagal membullynya berkat dibantu Shakira.


"Pulang sama aku yuk?" ajak Shakira seraya tersenyum.


"Iya Ra, makasih. Mas ojek aku mau pulang sama teman aku. Semoga motor kamu lekas diperbaiki ya?" ucap Nafiah.


Tukang ojek itu mengangguk sembari tersenyum lalu setelah itu Shakira dan Nafiah melangkah masuk kedalam mobil Shakira. Ternyata didalam mobil Shakira ada juga Lulu. Lulu yang sudah berubah jadi baik juga. Nafiah duduk di jok belakang.


"Eh ada Lulu juga?" sapa Nafiah.


"Iya Naf, gimana mulai sekarang kita bertiga adalah satu geng? Lo gantikan posisi Wiwit yang sekarang dia udah berubah jadi makin antagonis. Lo mau gak?" tawar Lulu.


Nafiah mengangguk.


"Jadi lo udah maafin kita berdua?" tanya Shakira.


"Buat apa aku menaruh rasa dendam lama-lama kepada orang-orang yang berniat tulus mengajak berdamai. Aku telah memaafkan kalian." jawab Nafiah membuat Shakira dan Lulu menjadi lega.


***


Poppy pulang ke rumahnya. Poppy membanting tasnya keatas kasur. Hari ini berjalan dengan tidak baik-baik saja. Hari ini adalah salah satu hari yang paling ia benci. Kebenciannya kepada Shakira bertambah kuat.


Belum lagi masalah teror yang dia alami beberapa waktu terakhir ini.


"Kenapa hidupku hancur seperti ini? Aku benci dengan kehidupanku yang gagal dan menyimpan sebuah rahasia yang kelam. Kenapa aku harus tergoda dengan Leon, tapi dia memang tampan dan bisa bikin aku jadi nyaman. Seandainya kasus kematian Ancy terungkap, sudah dipastikan aku akan mendekam dibalik jeruji besi, dan itu adalah hal yang sangat aku takuti. Aku tidak mau masa mudaku sia-sia dengan mendekam dipenjara, tidak, tidak mau." ucap takut Poppy.


BRUAAAAK


Terdengar suara tabrakan di pintu depan rumah Poppy.


"Suara apa itu?" tanya Poppy penasaran.


"Pop, buka pintu Pop! Ini aku Leon!" teriak Leon.


Poppy segera berlari buat membuka pintu untuk Leon. Leon langsung memeluk Poppy. Wajahnya terlihat panik.

__ADS_1


"Ada apa sih Leon? Apa yang sebenarnya terjadi sayang?" tanya Poppy.


"Tutup pintunya Pop! Dia datang, dia mengejarku tadi!" titah Leon lalu Poppy buru-buru menutup dan mengunci pintu.


Poppy menyuruh Leon untuk menenangkan diri didalam kamarnya sementara Poppy membuat teh manis hangat untuk Leon. Leon duduk diatas ranjang Poppy. Nafasnya terdengar cepat, lelah seperti orang yang habis berlari jauh karena memang Leon habis berlari jauh dalam durasi yang cukup lama.


Orang misterius itu habis menganggu Leon, mengejarnya hingga ke rumah Poppy.


"Sayang ini diminum dulu ya? Kamu harus menenangkan diri kamu sayang. Kamu tenang saja sayang, dirumahku ini aman kok." ucap Poppy sembari meminumkan teh hangat itu kepada Leon.


"Makasih sayang."


Leon merasa sedikit tenang setelah minum teh itu. Dengan penuh perhatian, Poppy mengusap keringat Leon menggunakan handuk.


Tiba-tiba, ponsel Poppy berbunyi tanda SMS masuk. Poppy membuka SMS itu.


"Aku ada didalam rumah kamu, Pop." ketik SMS itu.


Poppy panik bergegas mengunci pintu kamarnya.


"Kenapa kamu tiba-tiba mengunci pintu kamar sayang? Ada apa?"


Wajah Poppy yang tadinya biasa saja berubah menjadi lebih panik daripada Leon.


"Itu, dia ada didalam rumah sayang. Barusan dia SMS. Apa mungkin dia mau membunuh kita?"


"Pembantu dirumah kamu ada dimana sayang?"


"Dia sedang tidak ada dirumahku. Anaknya sedang sakit. Aku sendirian di rumah. Aku gak mau mati sayang, tapi aku juga gak mau masuk ke penjara. Karena kalau kita meminta bantuan polisi pun percuma, ujung-ujungnya kasus kita terbongkar dan kita pun dituntut lalu dipenjara. Karena orang yang meneror kita itu berkaitan dengan kematian Ancy."


"Kamu benar sayang, jangan lapor polisi. Tapi seperti yang pernah kita bahas sebelumya bahwa hanya Dylan yang tahu kasus kita. Dia pasti Dylan. Sebaiknya kita hadapi saja dia jika dia mengaku sedang berada didalam rumah kamu. Kan di sekolah kita juga selalu bertemu dengan Dylan?"


"Jadi kita mau keluar kamar sayang?"


"Iya sayang."


Leon memberanikan diri membuka pintu kamar dengan diikuti oleh Poppy. Mereka berjalan mengendap-endap, begitu awas dan waspada. Sosok orang misterius itu tengah berdiri mengamati mereka dari bawah tangga.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2