
"Yaudah kalau gitu sekali lagi thanks ya udah nganterin gua balik? Hati-hati dijalan ya bro?"
"Siap bro."
Kemudian Dylan mulai melajukan motornya kembali. Dylan melajukan motornya dengan agak ngebut. Motornya kembali melintas di jalan kecil pertengahan sawah yang tadi ia lalui. Sembari mengendarai motornya, Dylan memutar bola mata malas. Sebenarnya dirinya sangat malas menjalankan drama pura-pura baik kepada Razzan ini. Berpura-pura baik kepada Razzan adalah hal yang sangat tidak ia sukai.
"Huh, malas banget gua kalau harus gini terus-terusan. Mana sekarang gua dijauhin sama teman-teman cowok gua lagi. Pokoknya gua harus bilang ke mereka kalau gua sekarang cuma lagi pura-pura aja baik ke si gembel itu." batin Dylan kesal.
Didalam kamarnya, Razzan tengah duduk diatas kursi kayu. Razzan masih mikirin soal perubahan sikap Dylan.
"Apa iya anak itu sekarang sudah berubah? Aku masih bingung. Tapi sebaiknya aku berpikir positif aja kalau Dylan memang benar-benar udah berubah. Aku juga akan berusaha bikin Shakira mau berteman denganku. Aku ingin suasana di sekolah jadi lebih nyaman." ucap Razzan pelan.
***
Keesokan harinya di belakang sekolah.
"Akhirnya hari ini lo berangkat juga cupu! Rasakan ini!" ketus Shakira didepan Nafiah.
Shakira menjambak kuat rambut Nafiah. Hal seperti ini yang ia rindukan selama beberapa hari terakhir selama Nafiah tidak masuk sekolah.
"Rasakan rasa sakit ini! Gue udah dua hari nahan emosi gara-gara lo kaga berangkat ke sekolah!" bisik Shakira didepan wajah Nafiah.
Lulu dan Wiwit tersenyum puas melihat penderitaan Nafiah.
"Ampun Shakira? Jangan giniin aku terus? Aku mohon hentikan, sakit Ra? Aku mohon jangan bully aku terus? Aku ingin bersekolah dengan nyaman Ra?" pinta Nafiah dengan lirih.
Nafiah mengeluarkan air mata, dirinya benar-benar sedih jika ke sekolah namun selalu mengalami perundungan seperti ini. Tapi Shakira sama sekali gak peduli dengan Nafiah.
__ADS_1
"Lo emang pantes buat diperlakukan kaya gini dasar cupu sialan!" tutur Shakira tajam lalu kaki Shakira ia gunakan buat menginjak kaki Nafiah.
"Rasakan! Rasakan!" pekik Shakira puas.
"Ampun Ra! Hentikan?"
Tiba-tiba seseorang memegang tangan Shakira lalu orang itu menghempas tangan Shakira dari menjambak rambut Nafiah. Mendapati dirinya sudah tidak terkena jambakan lagi, Nafiah buru-buru pergi berlari.
"Heh cupu! Mau kemana lo! Jangan lari!" teriak Shakira sembari menatap kepada Nafiah yang tengah berlari ketakutan.
Lalu Shakira menatap orang itu dengan tatapan penuh amarah.
"Apa maksud lo bantuin si cupu? Lo mau cari masalah ya sama gua? Lo belum tahu siapa gua?" tanya Shakira kepada Razzan.
Razzan memberikan senyuman untuk Shakira.
"Halah! Gak usah sok peduli deh lo. Sekali lagi lo ikut campur di hidup gue, gue bakal suruh orang buat ngeroyok lo!" ancam Shakira lalu Shakira menarik tangan Lulu dan Wiwit pergi.
Razzan menundukkan kepalanya lalu Razzan berlari mengejar Nafiah. Razzan mencari-cari keberadaan Nafiah di sekitar sekolah namun beberapa saat mencari, Razzan tak kunjung menjumpai Nafiah.
Tapi pada akhirnya Razzan melihat keberadaan Nafiah yang sedang menangis sendirian didekat gudang sekolah. Razzan bergerak buat menghampiri Nafiah. Razzan memberikan beberapa lembar tisu untuk Nafiah. Tisu itu bisa digunakan buat menghapus air mata Nafiah.
"Makasih atas tisu ini tapi kamu siapa? Aku belum pernah melihat kamu disini. Anak baru ya? Makasih ya tadi udah selamatin aku?" ucap Nafiah seraya menghapus air matanya.
"Aku adalah anak baru di sekolah ini. Perkenalkan, namaku adalah Razzan. Kelas kita sebelahan loh. Kamu jangan sedih terus ya? Kamu yang semangat! Jangan pernah putus asa gara-gara kejahatan yang dilakukan oleh Shakira kepadamu."
"Aku hanya sedih aja kok meski sebenarnya proses belajar aku di sekolah ini jadi rada terganggu gara-gara apa yang diperbuat oleh Shakira dan gengnya kepadaku. Aku gak tahu gimana caranya buat menghentikan mereka. Aku pernah melaporkan perbuatan mereka kepada guru tapi sepertinya pengaruh keluarga Shakira terasa kuat di sekolah ini."
__ADS_1
"Iya, maka dari itu jadi banyak yang kurang berani melawan Shakira. Tapi kalau kalian semua mau menyatukan kekuatan, bersama-sama melawan perlakuan semena-mena dari Shakira dan gengnya, bukan tidak mungkin masalah perundungan di sekolah ini bakalan segera berakhir. Tapi sepertinya masih banyak yang kurang peka atau kurang peduli dengan masalah perundungan yang terjadi di sekolah ini. Kata-kata dukungan dariku kamu harus sabar ya Nafiah? Kamu tidak sendirian. Diluaran sana juga banyak murid yang berada di posisi yang sama seperti apa yang kamu alami sekarang. Jadikan apa yang dilakukan oleh Shakira sebagai cambuk yang keras untuk kamu menjadi orang hebat dan sukses di kemudian hari. Buktikan kepada orang-orang yang membully kamu bahwa kamu itu bisa, Nafiah,"
"Ngomong sih gampang Razzan, tapi menjalankannya? Itu yang sulit. Aku udah berusaha buat jalanin itu tapi rasa ingin berputus asa sering menghampiri aku."
"Lawan rasa putus asa itu Nafiah, kamu pasti bisa. Saran aku, rubahlah penampilan kamu menjadi lebih berbeda dari penampilan kamu yang sekarang. Tunjukkan kepada Shakira dan gengnya bahwa kamu juga bisa berpenampilan cantik sama seperti mereka. Buanglah aura cupu kamu itu Nafiah."
Saran dari Razzan membuat Nafiah mempertimbangkannya. Memang betul kalau penampilan Nafiah itu cupu dan rambutnya sering dikepang dua dan juga berkacamata karena Nafiah adalah kutu buku. Selain itu mata Nafiah juga minus sama seperti Razzan dan Poppy.
"Kalau gitu aku mau masuk dulu ke kelas ya?"
"Iya, makasih ya Razzan atas kepedulianmu. Kamu adalah anak yang baik."
"Iya sama-sama."
Razzan pun melangkah menuju kelasnya berada.
***
Jam istirahat telah tiba. Semua murid keluar dari dalam kelas mereka. Beristirahat sejenak kala jam rehat tiba. Berkumpul dan bersenda gurau bersama geng-geng mereka.
Shakira, Lulu, dan Wiwit tengah berkumpul bertiga di kursi taman. Wajah Shakira terus cemberut sedari tadi.
"Sayangku? Jangan jutek kaya gitu terus dong baby? Apa kamu mau aku bawa Razzan kesini terus kamu pukulin dia sesuka hati kamu? Biar hati kamu jadi lega?" tanya Lulu. Muka Wiwit terlihat tidak suka ketika Lulu mengucapkan hal itu.
"Apaan sih Lulu, yang Shakira butuhin sekarang itu adalah sesuatu yang bisa menghibur dia. Tapi jangan nyakitin orang lain juga kali! Shakira sayang, hari ini lo mau melakukan apa? Apa yang kiranya bisa bikin mood kamu jadi bagus lagi?" tanya Wiwit.
"Kalian berdua mendingan diem deh! Gue lagi males ngapa-ngapain! Rasanya gue pengen cabut aja sekarang dari sekolah, tapi pasti gak boleh sama guru! Gue makin benci banget sama Razzan!" jawab Shakira kesal.
__ADS_1
Bersambung...