MELAWAN PEMBULLY

MELAWAN PEMBULLY
Kejadian Kelam 3 Bulan Lalu


__ADS_3

"Emm, sebenarnya,,,"


"Sebenarnya apa Shakira?"


"Dylan itu?"


"Iya?"


Terdengar suara jeritan Lulu dari dalam mobil. Shakira dan Razzan lekas berlari menuju mobilnya. Shakira lekas membuka pintu mobil lantas melihat apa yang tengah terjadi di dalam.


"Ada apa sih lo teriak Lu? Astaga, kenapa dengan wajah lo?" panik Shakira.


"Wajah gue dicakar sama Wiwit, Ra! Gue bersumpah akan tuntut lo Wiwit! Lo udah merusak kecantikan wajah gue!" jawab Lulu sembari menangis.


"Wajah pas-pasan aja sok cantik lo! Itu adalah balasan buat lo karena lo udah berani ganggu privasi gue!" sahut Wiwit dengan wajah kesal.


"Itu gak bisa dibiarin, segera bawa Lulu ke rumah sakit terdekat. Biar luka bekas cakaran Wiwit lekas ditangani oleh dokter." ucap Razzan ikutan panik.


"Iya, gue setuju sama lo Razzan. Gue akan segera menyetir mobilnya." balas Shakira lalu Shakira bergegas masuk kedalam mobil.


"Mulai sekarang persahabatan kita putus!" isak Lulu seraya menunjuk wajah Wiwit.


"Terserah lo deh! Lagian gua juga gak sudi kali sahabatan sama ratu kepo kek lo!" balas Wiwit bodo amat.


"Berisik deh kalian berdua! Gak ada kalimat persahabatan kalian putus! Tenang aja Lulu, masalah muka lo yang dicakar sama Wiwit nanti gue yang akan menanggung biaya pengobatannya asal kalian berdua saling memaafkan satu sama lain. Gue gak mau kalian berdua putus pertemanan!" tukas Shakira dari jok depan mobil.


"Apa yang dibilang sama Shakira itu benar. Kalian sahabatan dari dulu kan? Jangan sampai persahabatan kalian putus hanya gara-gara hal ini." cakap Razzan dari dekat pintu mobil.


Lulu membuang mukanya kearah lain, gak sudi menatap Wiwit si menyebalkan terus menerus.


"Razzan gue pamit ya? Gue mau bawa Lulu dulu mengobati lukanya?" izin Shakira.

__ADS_1


Razzan mengangguk lantas Shakira mulai mengemudikan mobilnya.


***


Poppy pulang naik taksi. Poppy berusaha melupakan orang yang menerornya itu. Poppy ingin melupakan hal itu dan fokus menjalani kehidupannya dengan tenang. Saat taksi tengah dalam perjalanan menuju ke rumahnya, Poppy melihat ada seorang pengendara motor yang selalu membuntuti taksi itu. Poppy jadi merasa curiga dengan pengendara motor itu.


"Aku yakin pasti pengendara motor itu adalah orang yang selama ini menerorku. Sepertinya dia sedang menguntit aku. Duh, aku harus gimana ini? Melawan dia atau lapor polisi saja? Eh tapi kalau lapor polisi," batin Poppy bingung.


Poppy memutuskan untuk memberanikan diri buat menghampiri pengendara motor itu saja. Poppy menyuruh sang sopir taksi buat berhenti sejenak, lalu sopir taksi itu menghentikan taksinya di tepi jalan. Poppy langsung keluar dari dalam taksi dan menyetop pengendara motor yang ia curigai itu.


"Stop kamu!" teriak Poppy berdiri di depan arah motor itu melaju.


Pengendara motor itupun berhenti lalu pengendara motor itu membuka helmnya. Dia adalah seorang siswa SMA tapi Poppy tidak mengenal siapa dia.


"Ada apa ya?" tanya pengendara motor itu dari atas motornya.


Poppy berjalan menghampiri cowok itu.


"Kamu ngapain nguntit aku?"


Poppy menggelengkan kepalanya, tidak percaya dengan jawaban dari cowok itu.


"Halah! Kamu pasti bohong kan! Dari tadi aku lihat motor kamu melaju di belakang taksi itu terus. Aku jadi curiga sama kamu!"


"Kamu ini orang yang aneh ya? Orang gak tahu apa-apa malah disalahkan? Lagi ada masalah pribadi ya?"


"Diam kamu! Yang pasti aku yakin kalau kamu adalah orang yang selama ini meneror aku! Aku akan bikin perhitungan sama kamu dasar tukang teror gak jelas!" ancam Poppy.


Cowok itu merasa kebingungan karena tiba-tiba disalahkan tanpa sebab sama orang yang bahkan tak ia kenal. Daripada ladenin orang yang menurut cowok itu aneh, cowok itu memutuskan buat lanjutin saja perjalanan pulang.


"Kalau kamu mau menuduh aku setidaknya harus punya bukti dulu biar gak ada dusta diantara kita." ujar cowok itu dan setelah itu cowok itu kembali mengemudikan motornya.

__ADS_1


"Heh mau kemana kamu! Tunggu! Awas kamu ya!" teriak Poppy.


Tapi Poppy sendiri juga merasa bingung kepada dirinya sendiri mengapa ia begitu yakin kalau cowok itu adalah orang yang selama ini menerornya padahal belum tentu juga benar.


"Aduh, aku ini kenapa sih! Aku terlalu paranoid! Belum tentu juga kan dia pelakunya! Come on Pop, ayo lupakan hal ini, kamu pasti bisa." batin Poppy berkata kemudian Poppy kembali masuk kedalam taksi.


Tak berselang lama taksi sampai didepan rumah Poppy. Poppy membayar taksi itu kemudian turun dari dalam taksi. Sebelum masuk kedalam rumah terlebih dulu Poppy mengamati sekelilingnya, takut tiba-tiba orang yang menerornya ternyata ada di sekitar sini.


"Sepertinya aman tapi gue masih terlalu mikirin ini terus, sebaiknya gue masuk aja kedalam rumah." ucap Poppy lalu Poppy berbalik badan.


Namun tiba-tiba saja ada sebuah kerikil yang dilempar oleh seseorang dan kerikil itu tepat mengenai punggungnya. Poppy kaget lalu lekas berlari kedalam rumah. Padahal yang sebenarnya melempar kerikil itu adalah anak kecil, anak tetangga Poppy yang sedang iseng.


Poppy langsung mengunci pintu depan dan bersembunyi didalam kamarnya. Poppy juga mengunci pintu kamarnya. Poppy terduduk ketakutan diatas kasurnya.


"Sepertinya orang misterius itu berada di depan rumah aku. Bibi lagi dirumah gak ya?" batin Poppy ketakutan.


Poppy semakin cemas dan belum berani buat keluar kamar. Poppy terlalu takut dalam hal ini. Suatu kejadian di masa lalu yang sekarang dampaknya jadi seperti ini. Sebuah kesalahan yang Poppy rahasiakan dan Poppy tidak mau orang lain tahu kesalahannya yang cukup kelam itu.


Poppy mengingat kejadian waktu itu. Salah satu kejadian yang sangat membekas di hidupnya dan juga menyimpan kenangan yang buruk untuknya.


Waktu itu Poppy dan Leon sedang berduaan di sebuah taman yang sepi. Namun status Leon saat itu sudah punya pacar yang bernama Ancy. Tapi Leon ternyata berselingkuh dengan Poppy dan Ancy ternyata memergoki perselingkuhan mereka berdua.


Ancy langsung menangis sedih lalu menghampiri mereka berdua dengan amarah yang kuat.


"Sayang!" pekik Ancy.


Poppy dan Leon sangat terkejut ketika melihat kedatangan Poppy. Kejadian waktu itu adalah setelah pulang sekolah. Mereka bertiga masih sama-sama memakai seragam sekolah dan kejadian itu terjadi pada tiga bulan yang lalu.


"Tega kamu ya giniin aku? Kamu selingkuh sama Poppy, sahabat aku sendiri!" marah Ancy lalu menampar Leon dan Poppy secara bergantian.


Tidak terima ditampar oleh Ancy, Poppy langsung bangkit dan mau membalas tamparan Ancy namun Leon bergegas mencegahnya. Leon menarik nafasnya lalu berusaha menenangkan Ancy dengan memeluknya.

__ADS_1


"Sayang, kamu cuma salah paham. Aku sama Poppy disini berdua itu karena kita sedang membahas materi pelajaran kok." bohong Leon.


Bersambung...


__ADS_2