
Melihat kedekatan Razzan dan Shakira terus menerus membuat Wiwit merasa semakin panas.
"Gerah gue disini mulu, gue bersumpah akan dapetin cintanya Razzan. Lihat aja ntar, Shakira sialan!" batin Wiwit berambisi.
Wiwit mengibaskan rambutnya lalu melangkah pergi dari area penonton di sekitar lapangan basket itu.
"Eh ada yang tiba-tiba pergi tuh, pasti dia merasa kepanasan," pekik Lulu menyindir Wiwit.
Wiwit menghentikan langkahnya lalu melirik kearah Lulu sejenak. Shakira, Razzan, dan Nafiah juga memperhatikan Wiwit.
"Apa lo pada lihat-lihat gue! Terpesona sama kecantikan wajah gue!" ujar Wiwit lalu kembali melanjutkan langkahnya pergi.
"Kepedean amat sih anda!" sahut Lulu dengan nada tinggi.
"Udah ah Lulu, jangan sindir dia terus." sahut Shakira sembari melirik tajam kepada Lulu.
Lulu tersenyum manis lalu terdiam.
***
Wiwit berhenti melangkah didekat mobil Shakira di area parkir mobil. Namun Wiwit belum menyadari dirinya sedang berdiri didekat mobil itu.
"Gue benci banget sama Lulu, tapi gue lebih benci lagi sama Shakira. Dia adalah penghalang terbesar didalam hidup gue. Razzan benar-benar memukau dan berbakat. Dia juga tampan dan cerdas. Tubuhnya juga bagus selain itu kekayaan ortu dia juga banyak. Benar-benar cowok yang sangat sempurna. Membayangkan ciuman bibir dengannya pasti enak, ngomong-ngomong apa bibir Razzan masih suci? Jangan-jangan Shakira udah mendapatkan ciuman pertamanya. Tidak! Sebelum terlambat, gue harus bisa menyingkirkan Shakira secepatnya dari dunia ini atau paling tidak membuat wajah Shakira jadi buruk rupa. Gue yakin, dengan siram wajahnya pakai air keras, pasti wajahnya yang gak seberapa cantik itu akan berubah jadi mengerikan. Gue akan suruh seseorang buat lakuin itu. Gue siap bayar mahal dia." Wiwit berbicara panjang didalam hatinya. Merencanakan ide yang kejam dan amat membahayakan Shakira.
***
Waktu pulang sekolah tiba. Razzan menunggu Shakira di depan gerbang sekolah sembari duduk diatas motornya. Melihat Razzan ada disana, Shakira langsung melangkah nyamperin Razzan.
"Ngapain masih disini? Nungguin siapa sih? Maaf ya tapi aku hari ini dijemput sopir aku."
__ADS_1
"Padahal aku siap menjadi tukang ojek untuk kamu Shakira. Pulang sama aku aja yuk? Kamu hubungi sopirmu bilang sama dia gak usah dijemput karena sudah ada tukang ojek kece dan cool yang siap mengantarkan tuan putri Shakira dengan aman dan selamat hingga sampai ke rumah tuan putri Shakira."
"Apaan sih lebay amat pakai manggil tuan putri segala? Iya-iya, aku mau diantar sama kamu mas tukang ojek, hahaha."
Razzan memberikan helm pink untuk Shakira.
"Aku lebih suka warna biru muda. Besok beli yang warna itu ya? Biar kalau aku boncengin kamu, aku jadi makin seneng."
"Iya siap, apa sih yang nggak untuk tuan putri."
Shakira tersenyum gembira sembari memakai helm itu. Dari kejauhan Wiwit tengah *******-***** bunga diatas pot tanaman karena saking kesalnya melihat Shakira yang bahagia seperti itu.
Shakira mulai duduk dibelakang Razzan. Shakira tidak berpegangan ke perut Razzan. Melihat hal itu Razzan bergegas memegang tangan Shakira lalu meletakkan dengan erat untuk memegang perutnya.
"Pegang yang erat ya Shakira?"
Shakira mengangguk. Jantungnya terasa deg-degan. Rasanya benar-benar menggembirakan. Wiwit semakin cemburu. Tanpa ia sadari kalau satu pot bunga telah ia hancurkan. Padahal pot bunga itu adalah salah satu bunga yang indah dan langka di depan sekolah.
"Razzan, dua motor itu seperti ngikutin kita? Apa jangan-jangan mereka mau berniat jahat sama kita?" tanya Shakira seraya melihat kearah belakang.
Razzan bersegera melajukan motornya dengan lebih cepat lagi.
"Pegangan yang kenceng Shakira, ini ngebut." titah Razzan.
Ketiga motor itu melakukan aksi kejar-kejaran di tengah jalan raya yang riuh ramai kendaraan. Hingga motor Razzan melintas lewat jalan didekat telaga yang sepi, motor yang ia kendarai malah oleng dan terguling ke sisi jalan.
Razzan dan Shakira merintih kesakitan.
"Kamu gak apa-apa Shakira? Apanya yang luka?"
__ADS_1
"Lutut aku perih Zan, kena banyak kerikil."
Dua orang jahat suruhan Wiwit memutari Razzan dan Shakira dengan motor mereka.
"Siapa kalian! Kalian mau apa!" teriak Razzan bertanya.
"Apa kalian adalah begal? Ambil saja uangku, aku ikhlas, tapi aku mohon jangan melakukan kekejaman kepada kita!" pekik Shakira seraya mengeluarkan dompet dari dalam tasnya.
Dua orang itu menghentikan laju motornya lalu salah satu dari mereka turun dari motor sembari memegang sebuah botol berisi air minuman keras yang siap digunakan buat menghancurkan kecantikan Shakira.
"Menghancurkan paras cantikmu." ucapnya seraya menunjuk kepada Shakira.
"Apa? Jadi botol yang kamu pegang itu minuman keras? Aku gak akan biarkan wajahku hancur gara-gara cairan itu!" ucap Shakira lalu perlahan bangkit.
"Shakira kamu lari, seseorang ingin merusak hidup kamu. Selamatkan diri kamu biar aku saja yang melawan mereka."
"Semangat Razzan, aku percaya kamu pasti bisa ngalahin mereka!"
Shakira berlari akan tetapi orang yang memegang botol itu langsung berlari mengejar Shakira, sementara yang satunya lagi bersiap berkelahi dengan Razzan.
Shakira terus berlari dan berlari. Shakira gak akan biarin wajahnya, aset dalam hidupnya itu menjadi rusak gara-gara ulah orang-orang jahat yang misterius itu. Entah mereka suruhan atau entah apa motif mereka, tapi Shakira yakin mereka adalah orang-orang suruhan seseorang yang ternyata membencinya.
"Aku harus terus berlari. Semoga saja aku segera menemukan tempat persembunyian yang aman." harap Shakira didalam hatinya.
Razzan berkelahi melawan orang itu.. Razzan yang jago berkelahi tentu saja tidak kewalahan dalam menghadapi orang itu. Razzan berhasil membuat orang itu babak belur. Setelah berhasil mengalahkan orang jahat itu, Razzan berlari mengejar Shakira.
Shakira berhenti berlari di depan sebuah rumah tua yang kosong. Shakira yakin bersembunyi untuk sementara waktu didalam rumah tua itu akan cukup aman. Sebelum masuk kedalam Shakira menoleh ke belakang sebentar, memastikan apakah orang jahat yang memegang botol berisi air keras itu masih mengejarnya apa tidak. Setelah itu Shakira segera berlari masuk kedalam rumah tua.
Shakira bersembunyi dibalik tumpukan kayu-kayu yang tinggi. Untuk berjaga-jaga, Shakira memegang sebuah balok kayu yang cukup besar ukurannya. Shakira tidak takut, Shakira bertekad kuat mengalahkan orang yang mengejarnya dan setelah itu Shakira akan memaksa dan bertanya kepada orang jahat itu buat spill siapa orang yang sudah menyuruhnya buat menyiram wajah Shakira menggunakan air yang berbahaya.
__ADS_1
Terdengar suara orang yang berlari memasuki area dalam rumah tua itu. Shakira mencoba mengintip dan ternyata benar, itu adalah orang jahat itu. Dia sedang berdiri sejenak sebelum melanjutkan aksinya mendapatkan dirinya.
Bersambung...