MELAWAN PEMBULLY

MELAWAN PEMBULLY
Perdebatan


__ADS_3

"Apaan sih lo Lulu! Gak usah mengada-ada deh. Rahasia gue itu gak ada hubungannya dengan Razzan! Shakira gue mohon, jangan lanjutin lagi pembahasan masalah ini? Lulu itu udah kelewatan. Coba lo pikir Ra? Apa selama ini gue pernah mencoba buat mengulik rahasia lo dan rahasia Lulu? Jangan sampai persahabatan kita putus gara-gara ulah Lulu yang menjijikkan itu!" geram Wiwit berkata sembari menunjuk kasar wajah Lulu.


"Tapi gue yakin kok suatu saat, rahasia lo itu lambat laun bakalan ketahuan. Yang pasti gue udah pegang kartu mati lo Wiwit, dan kalau Shakira tahu, entah apa yang akan terjadi." sahut Lulu sembari tersenyum licik.


"Gue gak akan peduli kalau rahasia Wiwit gak ada hubungannya dengan Razzan, Wiwit sekarang lo cerita rahasia apa yang lo sembunyikan dari gue? Jangan bilang kalau lo diam-diam suka sama Razzan ya?" tanya Shakira menerka.


"Nggak, gak sama sekali kok Ra! Apa yang lo bilang itu sama sekali nggak bener. Rahasia gue itu gak ada hubungannya dengan Razzan. Itu semua cuma omong kosong Lulu aja tahu nggak sih, biar pertemanan kita ada bumbu-bumbu pedesnya kali! Kurang ajar lo Lulu! Mau lo apa sih!" pekik Wiwit seraya melotot tajam kepada Lulu.


Lulu malah cengegesan. Dia merasa suka melihat Wiwit menjadi terpojok seperti itu. Disisi lain sebenarnya Lulu menyimpan dendam lam kepada Wiwit karena kejadian tiga bulan yang lalu dan Shakira belum mengetahui akan hal itu.


Flashback tiga bulan yang lalu ketika Lulu sedang chat PDKT dengan seorang cowok tampan di sebuah situs kencan online.


"Oke, aku ngerasa sreg sama kamu. Seminggu lagi kita ketemu ya Jon? Awas aja kalau aslinya kamu gak seperti di foto profil kamu. Aku takut ditipu Jon. Di foto profil terlihat seperti aktor Korea tapi pas ketemu seperti, duh gak bisa bayangin deh!" ketik Lulu kepada Joni, cowok ganteng yang sedang PDKT dengannya.


"Kalau kamu penasaran kita bisa video call sayang. Aku boleh minta nomor Whatsapp kamu kan?"


"Ya boleh banget lah. Save yo no WA akuh."


Setelah itu, Lulu pun menunggu momen Joni yang akan segera video call dengan dirinya. Tak berselang lama video call dari Joni pun masuk. Lulu bergegas menerima panggilan VC itu. Ternyata oh ternyata wajah Joni memang mirip dengan aslinya, tampan dan berkharisma sesuai dengan apa yang ia lihat di foto profilnya.


"Ya ampun, kamu ganteng sekali Jon. Ini beneran kamu? Senang banget aku karena kamu tidak menipuku dengan foto profil fakemu. Ini juga bisa dijadikan cara buat orang lain yang sedang kencan dengan orang-orang dunia maya biar mereka gak ketipu sama foto profil! VC adalah jawaban." ucap Lulu sumringah.


"Kamu jadi gak ragu kan buat ketemuan sama aku minggu depan?"


"Tentu saja tidak Jon. Aku bangga sama kamu. Aku penasaran ekspresi teman-teman aku nanti kalau aku jadian sama cowok seperti kamu. Pasti mereka bakalan sirik dan mengikuti jejak aku cari cowok di situs kencan juga!"


Lulu merasa senang dengan semua itu karena calon kekasihnya adalah orang yang tampan dan tajir. Diam-diam Wiwit sedang mengamati obrolan Lulu dengan Joni dari dekat pintu kamar Lulu.


Namun masalah datang ketika Wiwit diam-diam mengambil HP Lulu saat Lulu pergi ke toilet sebentar, lalu Wiwit kirim SMS kepada Joni bahwa sebenarnya Lulu itu playgirl dan dia sudah punya pacar. Lulu berubah pikiran dan tidak mau menyakiti Joni karena hal itu. Lantas setelah itu Joni pun percaya, marah, dan menjauh dari Lulu.

__ADS_1


Sejak saat itu Lulu jadi kesal kepada Wiwit karena Wiwit menjadi penyebab dirinya gagal jadian dengan Joni.


***


"Setelah apa yang lo lakuin ke gue dulu, soal gue lagi PDKT sama Joni, rasanya apa yang gue lakuin kepada lo sekarang adalah hal yang pantas tahu nggak sih!" ketus Lulu berkata.


"Shakira gue mohon, jangan lanjutin lagi permasalahan ini ya?" mohon Wiwit seraya memegang tangan kanan Shakira.


Shakira memutar bola mata malas. Shakira mengangguk tapi sebenarnya Shakira juga akan menyelidiki hal itu karena kata Lulu, rahasia Wiwit itu berkaitan dengan Razzan.


20 Menit Berselang


Akhirnya anggota tim basket itu pada selesai latihan. Semua bersiap untuk pulang ke rumah mereka masing-masing. Waktu telah menunjukkan pukul 2 siang.


"Gimana latihan pertama lo hari ini?" tanya Shakira menghampiri Razzan.


"Hari pertama latihan berjalan dengan menyenangkan. Gua jadi gak sabar buat segera mengikuti pertandingan basket antar sekolah minggu depan. Semoga semuanya berjalan dengan lancar ya dan semoga tim basket dari sekolah kita bisa memenangkan pertandingan itu ya?" harap Razzan.


Leon mengamati Shakira yang sekarang berubah sikap menjadi ramah kepada Razzan.


"Shakira itu mata duitan, matre, belagu, suka membeda-bedakan status sosial seseorang. Gua yakin si Shakira itu mau deketin Razzan karena ternyata Razzan itu anak orang kaya kan. Coba aja kalau nanti Razzan bangkrut pasti Shakira akan membuangnya seperti sampah yang tidak berguna." batin Leon berkata.


"Ra, ayo pulang? Gue udah bosen nih disini terus. Gue juga laper belum makan siang. Wiwit juga udah keroncongan dari tadi makanya dia sensi terus." ajak Lulu.


"Eh iya, yaudah Razzan, kita bertiga mau pulang dulu ya ke rumah? Sampai ketemu besok." ucap Shakira.


"Iya sampai ketemu lagi besok." balas Razzan diiringi senyuman yang manis.


Wiwit mengamati mereka berdua dengan tatapan iri.

__ADS_1


"Razzan sepertinya mulai nyaman dengan Shakira. Terlihat dari senyumannya itu, amat sangat manis dan dari mimik wajahnya, Razzan seperti tertarik kepada Shakira. Ini gak bisa dibiarkan, aku harus lakuin sesuatu gimana caranya supaya mereka gak sampai jadian. Karena sedari awal kan aku yang suka Razzan duluan, bukan si jahat Shakira!" batin Wiwit berkata kesal.


Shakira, Lulu, dan Wiwit melangkah bersama menuju mobil. Shakira menyuruh Lulu dan Wiwit untuk masuk duluan kedalam mobil.


"Lo pada masuk duluan ya? Gue mau telpon Ibu gue dulu," titah Shakira.


"Iya Ra." jawab Lulu dan Wiwit.


Lulu dan Wiwit langsung masuk kedalam mobil dan di dalam mobil, Lulu dan Wiwit sedang saling tatap-tatapan sinis satu sama lain.


"Gue benci banget sama lo tahu nggak!" ucap Wiwit kepada Lulu.


"Apalagi gue! Lo penyebab gue gagal jadian sama si ganteng Joni! Lo pikir gue gak kesal apa karena hal itu? Apa yang gue lakuin kepada lo, dengan kepoin isi HP lo dan gue tahu ya kalau lo itu diam-diam suka sama Razzan! Gimana ya kalau Shakira tahu rahasia lo yang sebenarnya!"


"Apa yang lo perbuat itu keterlaluan! Lo udah ganggu privasi gue dan sekarang gue juga mau ganggu privasi lo! Siniin gak HP lo! Gue mau bongkar rahasia yang lo simpen di HP lo!"


"Heh Wiwit! Gue gak bakal berikan HP gue kepada lo! Camkan itu!"


"Tuh kan! Lo juga gak mau kan privasi lo ketahuan, dasar sialan!"


Diluar mobil, Shakira mau merapikan rambutnya sebentar, Shakira mau menguncirnya dan ketika Shakira sedang menata rambutnya, tiba-tiba Razzan berteriak memanggilnya.


"Shakira!" panggil Razzan seraya berlari kearah Shakira.


"Eh Razzan, ada apa?"


"Kamu udah mau pulang ya? Aku mau tanya sesuatu boleh?"


"Ya boleh lah Razzan, kamu mau tanya apa?"

__ADS_1


Razzan ingin bertanya soal Dylan. Soal Dylan yang sebenarnya. Apakah sebenarnya Dylan itu sudah benar-benar berubah menjadi baik kepadanya atau belum?


Bersambung...


__ADS_2