MELAWAN PEMBULLY

MELAWAN PEMBULLY
Pertandingan Basket


__ADS_3

"Kalian bertiga dari tadi ada disitu ya? Kurang kerjaan banget sih kalian, dasar trio loser!" maki Wiwit sembari bersedekap tangan.


"What? Lo bilang kita bertiga loser? Lo gak ngaca ya? Atau kaca lo ketinggalan dirumah?" tanya Lulu.


Wiwit memutar bola mata malas. Rasanya malas jika terus berlama-lama di tempat ini. Wiwit kembali kedalam kelasnya. Wiwit merencanakan sesuatu buat menjahati tiga musuhnya itu.


"Gue akan lakuin sesuatu yang akan buat kalian bertiga jadi menyesal, takut, dan gak berani buat ganggu hidup gue lagi." ambisi Wiwit berkata didalam hatinya.


***


3 Hari Kemudian


Sore hari adalah waktu yang indah dan tepat untuk berjalan-jalan santuy. Shakira sedang bosan di dalam rumahnya. Tidak ada acara yang menarik buat ditonton di televisi. Menonton serial di platform streaming juga lagi gak mood. Rasanya Shakira ingin jalan-jalan santai bareng Razzan, tapi Shakira masih merasa enggan buat ngajakin Razzan duluan jalan-jalan.


Yang Shakira inginkan adalah Razzan yang mengajak dirinya buat jalan-jalan duluan. Shakira berkali-kali menatap ke layar HPnya, berharap ada SMS masuk dimana isi dari pesan itu adalah,


"Ra, jalan bareng yuk?" ketik Razzan.


"Ayo dong Zan, gue lagi bosen nih. Lo lagi ngapain disana? ucap Shakira.


Tiba-tiba ART mengetuk pintu kamar Shakira. Shakira bergegas bukain pintu kamar.


"Ada apa Bi?"


"Itu non, ada teman non yang sedang menunggu non di ruang tamu. Bibi sudah mempersilahkan dia buat masuk. Sekarang Bibi mau buatin non dan teman non minuman dulu ya?"


"Bentar Bi, ciri-ciri dia kaya gimana sih? Jangan-jangan yang Bibi suruh masuk itu malah teman yang kurang aku suka lagi?"


"Ciri-cirinya ganteng, tinggi, hidungnya mancung, sorot matanya tajam, dan dia memakai gelang plastik berwarna hitam bermotif tengkorak. Siapa dia Non?"


"Oh kalau itu pasti si kutu kupret!"


"Kutu kupret?"


"Gak usah bikin minuman Bi karena dia gak bakalan lama disini."

__ADS_1


Shakira melangkah cepat menuju ruang tamu. Benar saja sesuai dugaan Shakira kalau itu adalah Dylan.


"Ada urusan apa lo dateng kesini?"


"Sejak lo berteman akrab sama Razzan, hubungan pertemanan kita jadi menjauh kayak gini. Gua rindu masa-masa dulu. Please Ra, jangan jauhin gua ya?"


"Gimana gua gak mau ngejauhin lo? Orang lo kayak sinis gitu sama Razzan. Kalau lo ingin kita berteman akrab lagi, stop iri atau sinis sama Razzan."


Dylan bangkit lalu melangkah beberapa langkah ke depan Shakira.


"Lo sama dia makin kesini makin lengket. Lo suka ya sama dia?"


"Apaan sih? Bukan urusan lo dengan pertanyaan itu. Ya gue sih emang lagi PDKT sama dia. Terus apa urusannya sama lo?"


"Gue juga suka sama lo Ra. Lo mikir nggak sih siapa yang lebih lama kenal sama lo? Lo udah tahu seluk beluk hidup gue sedangkan Razzan? Bisa jadi dia lebih busuk daripada Leon yang ternyata adalah dalang dibalik kematian Ancy."


"Lo gak usah suudzon deh. Gue yakin Razzan manusia yang baik. Dia sama sekali gak memakai topeng didepan semua orang."


"Tapi Ra,"


Dylan marah, rasanya ingin memporak-porandakan ruang tamu rumah Shakira tapi tidak berani.


"Gue bersumpah akan membuat lo bertekuk lutut dihadapan gue!" ucap Dylan.


"Gak usah berkhayal kayak gitu deh." sahut Shakira lalu Shakira berjalan ke pintu depan, mempersilahkan Dylan untuk segera keluar dari dalam rumahnya.


"Gue gak berkhayal, gue janji akan membuat khayalan itu menjadi kenyataan."


"Cepat pergi atau gue teriak manggil satpam nih!"


Dylan keluar dari dalam rumah Shakira. Shakira langsung membanting pintu tatkala Dylan sudah tidak berada didalam rumahnya lagi. Dylan menghentikan langkah lalu menatap kearah pintu.


"Galak banget dia, tapi tidak mengapa. Biar galak tapi dia cantik dan aku sangat mencintaimu Shakira. Aku bersumpah akan mendapatkan kamu menjadi wanitaku, wanita milikku, boneka indah dalam hidupku." batin Dylan berkata.


***

__ADS_1


Keesokan harinya, semua anak-anak kembali bersekolah seperti biasa. Dylan menggantikan posisi Leon sebagai kapten tim basket meski sebenarnya Razzan lebih pantas buat menggantikan Leon.


Hari ini ada jadwal pertandingan basket dengan sekolah lain dan pertandingan itu diadakan di sekolah mereka. Semua anak-anak bersiap menonton pertandingan yang seru dan menegangkan itu. Shakira, Lulu, dan Nafiah duduk berjejeran di area penonton sedangkan Wiwit duduk sendirian. Wiwit tidak punya bestie sekarang.


Tim basket sekolah mereka ada Dylan sebagai kapten tim dan juga Razzan sebagai salah satu anggota yang unggul. Pertandingan pun dimulai. Permainan basket yang dilakukan oleh Razzan, skill bermainnya sangat bagus bahkan yang terbaik di timnya. Dylan aja selaku kapten basket seperti tenggelam oleh pesona Razzan.


"Keren banget Razzan! Ah, kaptennya payah! Gak guna woy!" teriak seorang murid perempuan.


Shakira mendengar teriakan itu tapi itu memang kenyataan. Sekolah mereka memenangkan pertandingan basket kali ini berkat usaha mereka semua tapi yang paling berjasa tentu saja Razzan. Berkat skill bermain basket yang sangat mumpuni dan berkelas.


Razzan beristirahat sejenak di pinggir lapangan basket. Shakira bergegas menghampiri sembari membawa sebotol air mineral dan juga handuk kecil buat mengelap keringat.


Wiwit terlihat cemburu ketika melihat Razzan dan Shakira yang tengah berdekatan seperti itu. Wiwit terus saja menatap sinis kepada Shakira. Lulu dan Nafiah memergoki ekspresi kecemburuan Wiwit.


"Cieee cieeee makin hari makin mesra aja Razzan sama Shakira. Ya, emang sih mereka berdua itu cocok banget kalau pacaran." ucap Lulu dengan nada tinggi dan itu sengaja untuk memanas-manasi Wiwit.


Razzan dan Shakira terkejut karena Lulu berbicara sekeras itu.


"Lo apaan sih? Norak banget tau nggak!" ucap Shakira dengan muka jutek kepada Lulu.


"Gak usah malu-malu kaya gitu dong Ra, semua orang juga setuju kalau kamu sama Razzan itu cocok sekali. Iya kan Nafiah?" tanya Lulu sembari menyenggol pundak Nafiah.


Nafiah hanya mengangguk saja sembari senyum-senyum kecil. Razzan juga senyum-senyum kecil. Shakira jadi agak malu, pipinya agak memerah.


Razzan meminum air mineral yang diberikan oleh Shakira. Dari kejauhan Dylan juga sedang beristirahat. Dylan kembali iri karena Razzan lah yang menjadi pusat perhatian utama selama pertandingan basket tadi.


Shakira memegang bahu Razzan yang atletis. Shakira memberikan senyuman untuk Razzan.


"Aku mau pergi dulu ya? Selamat ya atas kemenangan kamu dan teman-teman tim basketmu?" ucap Shakira dengan lembut.


"Makasih ya?" balas Razzan sembari menatap Shakira dengan tatapan yang menghanyutkan hati.


Shakira benar-benar merasa gak kuat dan bisa pingsan jika ditatap seperti itu oleh Razzan. Pesona Razzan benar-benar sangat wow.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2