MELAWAN PEMBULLY

MELAWAN PEMBULLY
Ternyata Peneror Itu Adalah


__ADS_3

"Dimana dia? Dylan, keluar lo! Gua tahu itu lo! Lo kenapa sih neror-neror gua sama Poppy? Lo butuh duit? Gua tahu cuma lo yang tahu sama kejadian kematian Ancy, tapi gua mohon jangan neror kita berdua kaya gini? Lo minta apa Lan? Duit? Berapapun akan gua kasih, asal lo jangan neror kita apalagi mengadukan perbuatan kita kepada pihak yang berwenang. Kita berdua emang bersalah, gua penyebab Ancy jatuh ke jurang. Tapi itu semua diluar kendali gua Lan?" ucap Leon sembari mengamati sekeliling ruangan.


Peneror itu telah mendokumentasikan ucapan Leon kedalam rekaman ponsel. Kemudian peneror itu melangkah ke dekat Leon dan Poppy dari arah belakang.


Leon dan Poppy belum menyadari bahwa peneror mereka sekarang ada di belakang mereka berdua.


"Keluar lo!" teriak Poppy.


Peneror itu bertepuk tangan di belakang Leon dan Poppy. Sontak saja mereka berdua jadi kaget lalu melihat ke belakang. Mereka terkejut bukan kepalang ketika melihat, dia ada dibelakang mereka.


"Lo Dylan kan! Buka topeng lo Lan. Gua dan Poppy akan kasih berapapun yang lo minta?" pinta Leon.


Peneror itu menyuruh mereka berdua buat membuka topeng yang ia kenakan dengan bahasa isyarat. Lantas saja Leon mulai membuka topeng itu. Ternyata oh ternyata, ketika topeng itu perlahan dibuka, bentuk matanya tidak seperti mata Dylan.


"Itu bukan Dylan, sorot mata itu bukan Dylan. Tapi seperti," ucap Poppy bingung.


"RAZZAN!" sebut Leon dan Poppy kompak.


"Iya, ini adalah aku." ucap Razzan.


Leon dan Poppy saling bertatap muka. Mereka seolah tidak percaya bahwa orang yang meneror mereka berdua ternyata adalah Razzan.


"Kenapa lo teror kita Razzan? Apa lo tahu soal apa yang kita berdua lakukan kepada Ancy?" tanya Leon.


Razzan sedikit tersenyum tapi setelah itu Razzan malah menitikkan air mata.


"Ancy itu adik kesayangan aku. Dia adik satu-satunya. Tapi kalian berdua menjadi penyebab kesedihan Ancy. Bahkan Ancy sampai jatuh ke jurang gara-gara kamu gak bisa kendalikan emosi kamu Leon! Dasar playboy munafik!" pekik Razzan marah.


Terkuak sudah mengapa Razzan meneror Leon dan Poppy. Ternyata oh ternyata, itu karena Razzan adalah kakak kandung dari Ancy. Usia mereka terpaut dua tahun. Waktu Ancy meninggal di jurang usianya 15 tahun dan Razzan sudah 17 tahun.


Ancy pacaran dengan Leon beberapa bulan namun hubungan mereka terusik oleh kehadiran Poppy. Padahal Poppy dan Ancy adalah sahabat yang baik.


"Kamu udah merenggut masa depan Ancy, adik yang sangat aku cintai!" tutur Razzan dengan wajah dingin didepan mereka berdua.

__ADS_1


Leon dan Poppy terdiam. Mereka berdua merasa bingung mau berbuat apa. Bayang-bayang mengerikan penjara terlintas di benak mereka. Karena mereka berdua telah menyembunyikan rahasia gelap itu.


"Jangan lakukan itu, aku mohon Razzan? Masa depan kita juga masih panjang. Aku mohon maafkan aku dan Poppy. Masalah aku dan Ancy kita bisa selesaikan secara baik-baik. Berikan kami kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik lagi?" pinta Leon.


"Tidak akan. Kalian berdua harus bertanggungjawab dengan dipenjara itu yang aku inginkan. Poppy juga akan dipenjara karena telah membantu Leon menyembunyikan rahasia itu. Sekarang, aku akan menghubungi kantor polisi. Kalian berdua akan segera ditangkap. Bertanggungjawablah atas perbuatan jahat kalian kepada almarhumah adikku, Leon dan Poppy!" tutur Razzan lalu mengambil ponsel di saku jaketnya.


Leon gak akan biarin Razzan telpon polisi. Leon menendang perut Razzan sampai Razzan terdorong. Leon menyuruh Poppy mencari benda tajam.


"Cari benda tajam apapun itu Poppy!" titah Leon yang sepertinya ingin membunuh Razzan.


"Tapi sayang, aku gak ingin kita menghilangkan nyawa orang lagi?" ucap Poppy takut.


"Cepat! Atau kamu mau mendekam dipenjara? Kita berdua masih punya kesempatan buat menghilangkan nyawa dia!" pekik Leon.


Razzan bangkit lalu berlari ke lantai dua.


"Sayang! Cepat cari benda tajam! Aku akan mengejar bedebah itu terlebih dulu!" titah Leon.


"Iya sayang." jawab Poppy meski merasa takut.


"Matilah kau bajingan!" ucap Leon dingin.


Razzan memukuli wajah Leon berkali-kali akan tetapi Leon berusaha untuk bertahan.


"Mati kau mati kau! Hahahaha." tawa Leon lalu meludahi wajah Razzan.


Tak berselang lama Poppy datang membawa pisau yang besar dan tajam. Tangan Poppy terlihat gemetar saat memegang pisau itu.


"Ini sayang ada pisau." ucap Poppy sembari memberikan pisau itu kepada Leon.


Leon menerima pisau itu, Leon bersiap menusuk-nusuk Razzan tapi Razzan segera mendorong Leon sekuat tenaganya hingga pisau yang dipegang Leon terlempar ke bawah sofa. Razzan bangkit lalu Razzan berlari ke pintu belakang.


"Sial! Kejar dia sayang! Jangan biarkan dia lolos!" titah Leon lalu Poppy bergegas mengejar Razzan.

__ADS_1


Razzan dan Poppy saling kejar kejaran. Razzan berlari kearah pintu belakang. Melihat ada vas bunga, Poppy mengambil vas itu lalu ia lemparkan dan vas bunga itu tepat mengenai punggung Razzan. Rasanya lumayan sakit tapi Razzan tetap berlari.


Poppy gagal mendapatkan Razzan karena Razzan berlari begitu cepat. Razzan berlari menjauh dari rumah Poppy.


"Sial! Razzan! Kembali kamu!" teriak Poppy di belakang rumah seraya menatap Razzan yang terus berlari. Poppy sangat-sangat takut membayangkan penjara yang kelam dan mengerikan.


Leon berlari di belakang Poppy. Leon berhenti berlari di samping Poppy.


"Kemana tikus busuk sialan itu sayang?"


"Dia berhasil lolos sayang, tamatlah riwayat kita!"


PLAAAK


Leon menampar Poppy karena gagal menangkap Razzan.


"Pacar tidak berguna! Nangkap dia aja gak becus! Nyesel aku tuh pacaran sama cewek goblog kaya kamu!"


PLAAAAK


Poppy membalas tamparan Leon.


"Cowok brengsek sialan! Gue jijik sama lo Leon! Pergi lo dari rumah gue!" usir Poppy seraya mendorong Leon jatuh.


Leon bangkit lalu pergi dari rumah Poppy.


***


Keesokan harinya kabar Leon dan Poppy ditangkap polisi menjadi perbincangan hangat di sekolah. Razzan sudah melaporkan perbuatan mereka berdua kepada polisi dan juga menyerahkan bukti yang Razzan dapatkan.


Wiwit tidak menyangka kalau Poppy dan Leon ternyata seperti itu. Wiwit duduk sendirian di kursi taman belakang sekolah tepat dibawah pohon mangga. Daun-daun mangga yang mengering, terbang dan jatuh di tubuh Wiwit karena tersapu oleh angin pagi yang sejuk.


"Ehm, ada yang lagi galau nih karena bestie barunya di penjara?" ucap Shakira mengejutkan Wiwit.

__ADS_1


Ternyata oh ternyata sedari tadi Shakira sedang nangkring diatas pohon mangga bersama dengan Lulu dan Nafiah. Tapi Wiwit belum menyadarinya.


Bersambung...


__ADS_2