
"Mereka bertiga sekarang sudah berubah menjadi lebih baik. Dahulu Shakira, Lulu, dan Wiwit adalah tiga tukang bully yang kejam di sekolah ini. Tapi sekarang melihat sikap mereka yang sudah berubah pasti semua orang merasa senang, lega, dan juga kagum. Betapa indah pemandangan yang aku lihat pagi ini." batin Razzan berkata.
Razzan tersenyum senang melihat perdamaian antara Shakira, Lulu, Wiwit, dan Nafiah. Saat jam istirahat pertama berlangsung lagi-lagi Razzan sedang mengamati mereka berempat dari kejauhan. Razzan menyukai persahabatan mereka berempat. Melihat senyum manis yang terukir di bibir Nafiah, Razzan merasa semangat hidup Nafiah semakin tinggi. Apalagi bersekolah disini sekarang terasa nyaman.
Tapi masih ada satu yang mengganjal di hati Razzan, yaitu Dylan. Razzan pergi mencari Dylan. Sudah beberapa hari mereka tidak pernah bertegur sapa. Sejak peristiwa kecelakaan itu, tiga hari Dylan tidak masuk sekolah. Razzan bertanya didalam hatinya, apa Dylan semakin membenci dirinya?
Razzan mengelilingi area sekolah, mencari keberadaan Dylan sampai dapat dan akhirnya Razzan menjumpai Dylan sedang duduk sendirian di taman belakang sekolah. Terlihat raut wajah Dylan yang seperti sedang kesepian.
"Lan?" sapa Razzan seraya berdiri didekatnya.
Dylan memalingkan wajahnya. Dylan sedang begitu karena cewek yang ia suka sekarang dekat dengan cowok lain dan cowok lain yang dimaksud itu sekarang tengah berada didekatnya.
"Sendiri aja?" lanjut Razzan menyapa.
Dylan menatap kepada Razzan.
"Lo pasti mau menertawakan diri gua kan? Lo pasti merasa menang karena lo adalah cowok yang berhasil menangin hati Shakira setelah selama ini, Shakira belum pernah dekat sama cowok manapun. Lo mau menyombongkan itu didepan gua, manas-manasin gua. Iya kan Razzan?" tanya Dylan seraya bangkit.
Razzan menggelengkan kepalanya. Razzan memegang kedua tangan Dylan.
"Aku mohon setelah aku memegang tanganmu, kita bersahabat? Jangan saling bermusuhan. Cinta itu gak bisa dipaksa Lan. Kalau orang yang kamu suka cinta sama yang lain, maka kamu harus dukung dia. Bukti bahwa kamu cinta sama dia pasti kamu menginginkan cewek yang kamu suka bahagia. Aku berjanji akan selalu berusaha membahagiakan Shakira, menjaganya dengan sepenuh hatiku."
Dylan sadar bahwa gak mungkin dirinya bisa terus menerus memaksakan Shakira buat menerima cintanya. Lalu Dylan memeluk Razzan selama beberapa detik. Dylan mempercayakan bahwa Razzan pasti bisa menjaga Shakira dengan baik.
"Mulai sekarang kita berteman Zan. Lo janji sama gua jaga Shakira baik-baik. Karena sekarang Shakira juga udah berubah jadi lebih baik. Jangan pernah kecewain dia ya?"
"Iya aku janji Lan."
__ADS_1
Razzan merasa lega karena Dylan juga mau berubah. Bukti bahwa Dylan mencintai Shakira adalah dengan merelakan Shakira bersama dengan cowok yang Shakira cinta.
***
Suasana di sekolah sekarang begitu damai. Tidak ada lagi pembullyan yang terjadi. Yang awalnya saling membenci sekarang sudah berubah menjadi saling berteman.
Razzan dan Shakira kembali bertemu di tepi danau yang indah. Suara gemericik air danau terdengar menenangkan jiwa. Ilalang-ilalang di tepian bergoyang dengan syahdu, tertiup oleh dinginnya angin malam.
Razzan memegang kedua tangan Shakira. Mereka berdua sama-sama memakai jaket hitam. Dua lampu bulat di sekitaran danau menerangi hitamnya malam.
"Kenapa kamu mengajak aku ketemuan disini Razzan? Apa ada yang mau kamu sampaikan?" tanya Shakira.
Razzan mengangguk.
"Apa aku pantas bersanding dengan seorang wanita yang luar biasa sepertimu, Shakira?" tanya Razzan sembari tersenyum manis.
"Gimana kalau keluargaku jatuh bangkrut? Mungkin kamu sekarang berkata seperti ini tapi kedepannya, itu semua masih misterius. Apalagi hati manusia yang suka berubah-ubah. Jujur meski selama ini kita dekat, tapi apa yang barusan aku bilang ini masih menjadi kekhawatiran dalam diri aku Shakira."
Shakira mengusap halus pipi Razzan.
"Suka duka, susah senang kita lewati sama-sama. Bahkan kalau kamu menyuruh aku hidup sederhana, tidak menjadi tanggungjawab orang tua kita lagi, bekerja keras mencari uang sama-sama aku siap kok. Karena sejak kenal kamu, aku menjadi semakin paham sama apa artinya kehidupan, Razzan."
Razzan tersenyum, air mata bening mengalir dari sorot mata yang gagah nan tajam itu. Sorot mata yang dalam, indah, dan juga menawan. Razzan memeluk Shakira dengan hangat. Shakira menikmati hangatnya pelukan dari cowok yang ia sukai. Setelah itu Razzan melepaskan lagi pelukannya.
"Shakira, disaksikan oleh danau, disaksikan oleh alam, disaksikan oleh bulan, bintang, dan malam yang penuh dengan misteri, aku berkata bahwa aku ingin menjadikan kamu sebagai calon kekasih yang akan menemani hari-hari indah aku kedepannya, sampai kita bersatu di pelaminan, sampai maut menjemput kita, dan kita akan dipertemukan lagi di alam yang abadi. Apa kamu mau menjadi belahan jiwaku? Bagian penting dari hidupku? Menjadi tulang rusukku?" ucap panjang Razzan menyatakan perasaan cintanya kepada Shakira.
Shakira mengangguk dengan yakin. Mereka berdua saling tersenyum satu sama lain. Sekarang mereka berdua resmi jadian, mereka berpacaran dengan penuh kebahagiaan.
__ADS_1
"Kita hadapi dunia ini sama-sama ya sayang?" tukas Razzan seraya menggenggam kuat tangan Shakira.
Shakira kembali mengangguk, bersama dengan Razzan akan ia hadapi betapa perihnya, kejamnya, dan sengsaranya hidup di dunia ini.
Razzan mendekatkan wajahnya ke wajah Shakira. Razzan mengecup bibir Shakira dengan manis. Mereka berdua merasa sangat bahagia sekali. Tiba-tiba ada kembang api yang meledak dengan indah di langit.
Itu adalah Dylan, Lulu, Wiwit, dan Nafiah. Mereka berempat diam-diam mengamati momen bersatunya Razzan dan Shakira, dari balik ilalang-ilalang ditepian danau. Mereka keluar dari tempat persembunyian mereka sembari memegang kembang api.
"Woy! Ternyata kalian disini?" teriak Razzan merasa agak malu.
Mereka berempat berlari kearah Razzan dan Shakira.
"Ciee yang habis jadian?" ucap Nafiah.
"Jangan lupa pajak jadian, ihiy?" ucap Wiwit yang sekarang tidak akan mengganggu Razzan dan Shakira lagi.
"Semoga hubungan kalian langgeng ya?" harap Lulu.
"Jaga Shakira baik-baik! Kalau sampai dia terluka gara-gara lo, gue habisin lo Razzan!" titah Dylan dengan wajah sewot namun tersenyum manis setelahnya.
"Iya-iya, kembang apinya masih banyak gak?" tanya Razzan.
"Masih lah. Dylan borong banyak kembang api tuh. Kita bisa main sepuasnya!" jawab Wiwit.
Lalu setelah itu mereka berenam bermain kembang api bersama-sama. Menikmati hiburan malam yang indah di tepi danau. Shakira mengukir senyuman yang sangat lebar dan manis. Shakira sangat tidak menyangka bahwa hidupnya akan seindah seperti sekarang ini.
TAMAT...
__ADS_1