MELAWAN PEMBULLY

MELAWAN PEMBULLY
Traktiran Dari Razzan


__ADS_3

"Jangan sampai rahasia yang kita sembunyikan ada orang lain yang mendengarnya, aku gak mau itu terjadi. Sudah ya? Aku janji, aku gak akan membahas hal ini lagi. Tapi kalau orang misterius itu meneror kita lagi, aku juga gak akan tinggal diam. Kamu yang tenang ya Pop? Kalau begitu aku mau pergi ke perpustakaan dulu ya?" izin Leon.


Poppy mengangguk lalu Leon memeluk Poppy dalam waktu yang sangat singkat. Setelah itu, Leon melangkah pergi menuju perpustakaan. Air mata mengalir di wajah Poppy. Kesedihan dan ketakutan yang ia rasakan begitu membuatnya tertekan.


"Semoga teror ini akan segera berakhir. Semoga orang misterius yang meneror aku sama Leon itu, gak akan melangkah lebih jauh. Aku benar-benar gak nyaman dengan hidupku yang sekarang. Sebaiknya aku menyusul Leon saja ke perpustakaan ah." batin Poppy.


***


Razzan datang ke kantin. Didalam kantin sudah ada Shakira, Lulu, Wiwit, dan Dylan. Dylan yang belum tahu dengan penampilan terbaru dari Razzan dibuat terkejut dengan apa yang ia lihat sekarang.


"Razzan?" sapa Dylan dengan muka kaget.


Shakira melirik kagum kearah Razzan. Wiwit juga merasa sangat terpesona namun ia hanya bisa menyembunyikan hal itu didalam hatinya.


"Berdamage banget kamu," batin Wiwit bercakap.


Lulu juga ikutan melirik kagum kearah Razzan. Hampir semua orang yang berada didalam kantin, mereka semua menatap dengan penuh kekaguman kearah Razzan. Razzan kembali menjadi pusat perhatian.


Razzan memberikan senyuman untuk mereka semua kemudian Razzan melangkah menuju mbak penjual di kantin.


"Selamat pagi Mbak?"


"Pagi juga, eh kamu itu si Razzan ya, anak baru itu? Wah, saya benar-benar pangling melihat penampilan kamu yang gak seperti biasanya?" tanya mbak itu.


Razzan mengangguk lalu menjawab,


"Iya saya Razzan. Oh iya, hari ini saya ingin sedikit berbagi, spesial pada hari ini biar saya saja yang membayar semua apa yang dibeli sama anak-anak disini ya mbak?" ucap Razzan kepada mbak penjual di kantin ini.


Semua anak-anak yang berada didalam kantin, mereka semua mendadak terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Razzan. Razzan mau mentraktir mereka semua?

__ADS_1


"Apa kamu serius nak Razzan?" tanya mbak kantin seolah tidak percaya.


Razzan mengangguk sembari tersenyum. Disisi lain, Wiwit terlihat sedang geleng-geleng kepala karena jika Razzan membayar apa yang dipesan oleh anak-anak, itu akan menghabiskan dana yang tidak sedikit.


Dylan iri, bangkit lalu melangkah menghampiri Razzan.


"Razzan lu gak bercanda kan? Lu mau mentraktir kita semua? Emangnya lu mampu? Sepeda butut lo aja kalau dijual gak akan cukup buat beli 10 gorengan enak yang ada di kantin ini." tanya Dylan tidak percaya dengan apa yang barusan dikatakan oleh Razzan.


"Gue serius sob. Gue mampu kok traktir kalian semua, gak usah pada khawatir ya? Kalian semua yang ada disini silahkan pesan makanan sepuasnya. Mbak, nanti kalau sudah ditotalin berapa semuanya, segera bilang ke saya ya?" ujar Razzan kepada mbak kantin.


Mbak kantin itu mengangguk lalu mengacungkan dua jempol kepada Razzan. Dylan merasa ada yang aneh dengan Razzan. Kenapa Razzan bisa tiba-tiba kaya raya seperti ini dan mau mentraktir semua anak-anak?


"Dapet duit darimana lu? Ngepet ya?" tanya Dylan.


Razzan menggeleng.


"Apa itu ngepet? Gue punya duit darimana emangnya itu penting ya buat lo?" tanya Razzan lalu Razzan memegang salah satu bahu Dylan.


"Pertanyaan lo bener-bener cringe Dylan. Razzan itu emang kaya raya tapi mana mungkin dia ngepet. Dia selama ini berpenampilan seperti itu karena sekedar keinginan dia aja. Tapi aslinya Razzan itu jauh lebih kece dan lebih kaya daripada lu Dylan!" ucap Shakira pelan dan Dylan semakin kepanasan setelah Shakira berkata hal itu.


"Terus mulai sekarang lo udah gak mau ngebully si Razzan lagi?" balas Dylan bertanya.


"Emangnya sejak kapan Lan gue ngebully anak-anak yang kastanya satu level sama kita-kita? Itu nggak ada dalam kamus kehidupan Shakira." jawab Shakira sembari melirik kagum kearah Razzan lagi.


"Ngomong-ngomong soal traktiran dari Razzan, gue estimasi itu bakal habisin dana kurang lebih jutaan rupiah deh. Gila sih si Razzan, royal banget! Dia benar-benar anak sultan, iya kan Lulu, Wiwit?" ucap Shakira kepada kedua sahabatnya.


"Ya iyalah Ra, pantes aja ada seseorang yang diam-diam suka sama si Razzan. Sampai nyimpen banyak foto Razzan di galeri HPnya. Itu orang suka ambil foto Razzan secara diam-diam loh." sindir Lulu kepada Wiwit.


Wiwit merasa tersindir dengan perkataan Lulu. Wiwit merasa yakin kalau semalam yang udah bobol pintu kamarnya adalah Lulu dan niat Lulu adalah mau kepoin isi HPnya.

__ADS_1


"Siapa orang itu Lulu? Rada ngeri juga ya dia, sampai segitunya terobsesi sama Razzan. Tapi Razzan emang menarik banget sih, hmm. Cewek mana yang gak TerRazzan-Razzan?" tanya Shakira membuat Wiwit semakin kesal kepada Lulu dan juga Shakira.


"Kalian berdua ini apa-apaan sih! Orang yang lagi kalian bahas itu ada disini. Gak malu apa kalau pembahasan kalian didengar sama dia?" tukas Wiwit sembari memanyunkan bibir mungilnya.


Shakira tersenyum lalu Shakira mulai memesan makanan yang ingin ia pesan. Shakira jadi bersemangat buat pesan makanan apalagi yang bayar adalah Razzan.


***


Singkat waktu jam pelajaran telah usai. Hampir semua murid akan pulang ke hunian mereka masing-masing, tapi Razzan, Leon, dan anggota tim basket belum. Mereka tengah bersiap untuk latihan di dalam ruangan latihan basket.


Kebetulan Shakira, Lulu, dan Wiwit tengah melintas di dekat ruangan latihan itu. Shakira berhenti melangkah saat melihat ada Razzan yang sedang ikut latihan basket bersama Leon dan juga yang lain. Mereka semua memakai pakaian olahraga.


"Body Leon bagus banget sih, tapi body Razzan jauh lebih bagus dan Razzan juga lebih ganteng. Kehadiran Razzan disini bikin mood gue dan juga mood cewek-cewek lain jadi makin semangat buat pergi ke sekolah tiap hari." ucap Lulu pelan.


Wiwit melirik sinis kearah Lulu.


"Lulu, lo suka ya sama si Razzan?" tanya Wiwit dengan nada bicara yang dingin.


"Kalau ditanya suka sih suka. Siapa sih yang mau nolak jika menjadi kekasihnya Razzan. Udah ganteng, baik, tajir lagi. Tapi, meski sekarang Razzan itu cowok yang paling keren di sekolah ini, hati gue tetep TerLeon-Leon sih." jawab Lulu sembari menatap centil kearah Leon.


"Cih! Mana mungkin Leon mau sama cewek cabe-cabean sinting dan ratu kepo kayak lo Lulu!" sahut Wiwit sembari berkacak pinggang.


"Cih! Dasar cewek alay cabe-cabean! Cewek toxic gajelas lo! Cabe-cabean teriak cabe-cabean! Sini gue sumpel mulut lo pakai sambel matah!" sahut Lulu seraya melotot sinis kepada Wiwit.


"Silent please! Pertengkaran kalian berdua benar-benar gak berbobot! Udah yuk, mendingan kita masuk aja kedalam? Kita lihat latihan basket mereka! Keknya seru nih." ajak Shakira lalu Shakira masuk kedalam ruangan latihan duluan.


Razzan melihat ada Shakira yang tengah melangkah masuk kedalam ruangan basket. Entah kenapa kedatangan Shakira membuat Razzan jadi makin bersemangat buat latihan, dan menunjukkan bagaimana kualitas dirinya saat sedang bermain basket dihadapan anggota tim basket yang lain. Razzan memberikan senyuman kecil untuk Shakira.


"Aduh baper banget hati gue, dapet senyuman semanis itu dari Razzan." ucap Shakira di hatinya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2