MELAWAN PEMBULLY

MELAWAN PEMBULLY
Dylan Menyatakan Rasa Cintanya


__ADS_3

"Nah gitu dong, kan enak dilihatnya!" ucap Shakira seraya tersenyum.


"Terpaksa Ra." sahut Wiwit dengan ekspresi malas.


"Gak ada kata terpaksa, kalian berdua harus benar-benar real damai. Yaudah, karena kalian berdua udah damai, saatnya kita untuk pulang ke rumah gue. Wiwit, untuk kali ini lo yang nyetir mobil ya? Capek gue." pinta Shakira.


"Ini lagi si ratu kegelapan satu! Hobinya nyuruh aja! Emang dia pikir gue kacung dia apa! Dasar Shakira egois! Tunggu aja waktunya gue out dari geng bedebah lo, karena fokus gue kedepan adalah Razzan. Lagipula gue juga ogah temenan sama Shakira dan Lulu, dua manusia brengsek. Yang satu ratu bully yang satu lagi ratu kepo." batin Wiwit mendendam.


"Wiwit? Kok lo malah bengong sih? Buruan setir ini kuncinya." tukas Shakira mengejutkan Wiwit.


"Iya Ra." balas Wiwit lalu menerima kunci mobil itu.


Mereka bertiga masuk kedalam mobil lalu mobil pun melaju pergi.


***


Malam pun tiba. Shakira, Lulu, dan Wiwit baru saja selesai makan malam. Saat Shakira akan duduk diatas kasurnya tiba-tiba ponselnya berdering. Saat ia lihat itu adalah telepon dari Dylan.


"Halo? Ada apa Lan?"


"Lo kok sekarang dekat sama si Razzan? Mentang-mentang dia aslinya anak orang kaya jadi lo bersikap gitu? Terus gimana dengan rencana kita?"


"Soal rencana kita, batalin aja! Gue udah nggak mood buat jahatin Razzan lagi. Gue ingin berteman baik dengan dia. Ingat prinsip kita Dylan, kita akan selalu berteman dengan orang-orang kaya yang satu level dengan kita. Jadi gak ada alasan buat kita jahat sama Razzan."


"Tapi gue gak setuju Shakira! Lo harus tetap jahatin Razzan. Jangan pernah berubah ya?"


"Lo nyuruh gue untuk itu karena lo merasa tersaingi dengan kepopuleran Razzan kan? Dia bakalan geser popularitas lo di sekolah. Mendingan lo terima takdir lo aja deh, gak selamanya lo bakal terus jadi cowok nomor satu di sekolah! Itu semua ada masanya dan lo harus terima itu Dylan."


"Lo ngomong apaan sih Ra? Lo pikir gue seneng kalau gue harus berteman dengan si Razzan? Gue ini cowok paling populer Ra, gue gak akan biarin ada cowok lain yang ngalahin kepopuleran gue di sekolah."

__ADS_1


"Jijik sama pemikiran lo! Lo buang ambisi busuk lo itu! Jangan pernah jahatin Razzan lagi karena sekarang gue berada di pihak dia!"


"Shakira, lo itu sekarang bikin gue emosi ya! Kemana lo yang dulu! Gue kangen itu! Gue gak ingin melihat Shakira yang berubah seperti sekaran. Kemana princess bully kita yang dulu?"


"Bye gila, gue mau ngorok! Mendingan lo doain gue biar gue mimpi indah malam ini!"


Shakira langsung matiin telepon dari Dylan. Daripada Dylan telepon lagi Shakira memutuskan buat menonaktifkan HPnya.


"Dylan! Dia pasti iri dengan popularitas Razzan. Dia merasa tersaingi! Harusnya Dylan ada di pihak gus. Tapi dia malah ingin jahatin Razzan. Awas aja kalau Dylan berani ganggu Razzan, gue akan habisin dia!" batin Shakira kesal.


***


Leon sedang mengerjakan PR di dalam kamarnya. Leon tidak memakai kaos. Tubuhnya yang seksi terlihat menawan. Tiba-tiba ada bayangan hitam yang melintas di dekat jendela kaca. Leon bergegas menoleh kesana lalu berkata,


"Siapa itu?" pekik Leon.


Leon bangkit lalu Leon melangkah dengan perlahan menuju jendela kaca. Leon ingin melihat keluar meski sebenarnya hatinya mulai deg-degan.


Leon langsung membuka tirai berwarna putih itu. Leon tidak melihat ada siapa-siapa diluar rumahnya.


"Daripada gak tenang kayak gini mendingan gua minta papa buat memperkerjakan seorang satpam, biar rumah ini ada yang jagain." batin Leon kembali berkata.


Leon ingin menelpon papanya yang sedang sibuk bekerja diluar kota akan tetapi bayangan hitam itu kembali melintas di samping rumah. Bayangan hitam itu berlari kearah taman belakang rumah Leon.


"Siapa itu!" teriak Leon kencang.


Leon ingin mengejar orang itu tapi Leon juga merasa takut. Leon takut orang itu akan menyakitinya dan membawa senjata tajam.


"Apa sebaiknya telpon polisi aja ya? Ah tapi, bisa jadi ini ada hubungannya dengan kematian Ancy. Justru dengan lapor polisi itu bisa membahayakan gue. Tapi kalau seandainya bayangan hitam itu ada hubungannya dengan kematian Ancy, kenapa dia gak laporin gue sama Poppy ke polisi? Kenapa dia malah melakukan teror seperti ini? Apa jangan-jangan, orang yang melakukan teror itu menginginkan hal yang sama dengan apa yang terjadi dengan Ancy waktu itu. Orang yang meneror itu menginginkan kematian gue dan Poppy? Kalau itu adalah benar, gue harus makin waspada nih. Gue sebaiknya cek lagi apa semua pintu dan jendela sudah terkunci." ucap panjang Leon didalam hatinya.

__ADS_1


Kemudian Leon mengecek semua pintu dan jendela. Semuanya sudah terkunci rapat-rapat. Di dalam rumah hanya ada Leon dan seorang ART saja.


***


Keesokan harinya, seperti biasa aktifitas seru di sekolah. Shakira tengah menunggu Razzan datang di depan gerbang sekolah. Tapi yang datang duluan adalah Dylan. Dylan turun dari mobilnya lalu melangkah menghampiri Shakira. Shakira memutar bola mata malas ketika melihat Dylan melangkah menghampiri dirinya.


"Gini ya sekarang? Kalau gue datang ketemu lo, bola matanya langsung diputer kayak gitu? Sekarang, gue udah bukan teman lo lagi? Sekarang lo lebih milih si Tarzan daripada gua?" tanya Dylan kesal.


"Apaan sih manggil Razzan dengan Tarzan? Emang penampilan Razzan kaya Tarzan apa! Eh, lo jangan berani macem-macem sama Razzan ya atau lo akan berurusan dengan Shakira. Lo pasti tahu kan siapa gue dan juga betapa kuatnya pengaruh ortu gue yang kaya raya itu? Ortu lo mah gak ada apa-apanya kali dibanding ortu gue."


"Dasar cewek belagu! Mau gue bully Razzan itu bukan urusan lo dan gue gak pernah takut sama lo. Meski sikap lo sekarang kaya gini, gue gak akan membenci lo kok, Shakira."


"Kenapa lo gak mau membenci gue? Gue juga bodo amat sih kalau lo benci sama gue."


Dylan semakin mendekatkan posisi tubuhnya di samping Shakira.


"Karena gue suka sama lo dari dulu. Gue bertekad jadiin lo sebagai cewek gue, pacarnya gue, gue menjadi cinta pertama dihati lo."


Dylan kali ini berani mengungkapkan rasa sukanya kepada Shakira. Shakira membuka mulutnya, terkejut mendengar pernyataan suka dari Dylan.


"Lo suka sama gue?"


Dylan mengangguk.


"Hmm tapi sorry ya, cinta lo bertepuk sebelah tangan. Karena gue gak pernah dan gak akan pernah suka sama lo karena lo itu bukan tipe gue!"


"Oke Shakira, mungkin lo sekarang ngomong kayak gini. Tapi gue yakin suatu saat lo bakalan berubah pikiran. Lo yang akan ngemis-ngemis pengin jadi pacar gue!"


"Ngemis? Maksud lo apaan sih! Mimpi aja lo cowok gak jelas! Pergi sana! Masuk ke dalam kelas lo! Gue jijik lihat muka lo terus! Hus! Sana!" usir Shakira sembari mendorong Dylan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2