
Poppy tengah berada di dalam mobil Leon. Poppy tengah duduk diatas jok mobil dengan wajah risau. Poppy masih saja memikirkan teror yang selama ini menghantui dirinya. Lantas Leon masuk kedalam mobil sembari membawa satu coklat besar untuk Poppy.
"Ini untuk kamu Pop." ucap Leon sembari memberikan coklat lezat itu untuk Poppy.
"Thanks." sahut Poppy menerima coklatnya lalu meletakkan coklat itu diatas pangkuannya.
"Kok gak dimakan? Selama dalam perjalanan pulang menuju rumah kamu makan saja coklatnya. Kamu udah tahu kan kalau coklat itu,"
Poppy langsung memotong perkataan Leon.
"Iya Leon aku tahu kok kalau makan coklat bisa bikin mood bangkit. Tapi aku sendiri lagi malas makan apapun. Mungkin aku baru akan mood makan jika orang yang meneror kita sudah berhasil kita amankan."
"Berhasil kita amankan? Gimana kalau kita jalankan saja rencana ini, Pop?"
"Rencana apa Leon?"
"Kita jebak saja orang peneror kita itu. Kita pancing dia lalu kita bawa dia masuk kedalam jebakan kita. Kalau dia berhasil masuk kedalam jebakan maka kita tangkap dia lalu kita habisi saja nyawa dia."
"Aku paham maksud kamu tapi ngeri ah kalau kita harus ilangin nyawa orang lain lagi. Udah cukup si Ancy yang kamu bunuh."
"Aku membunuh dia diluar kendaliku Pop. Cuma cara ini satu-satunya yang bisa kita lakukan. Kalau kita berhasil membunuh peneror kita maka hidup kita akan aman selamanya."
"Tapi aku sendiri yakin sama hal ini Leon. Sepandai-pandainya kita menyimpan sebuah bangkai, maka akan tercium juga baunya. Jujur aku udah merasa putus asa dengan semua ini."
"Tapi belum tentu juga kita akan ketahuan. Yang penting kita harus selalu tenang. Jangan menunjukkan sikap yang mencurigakan bahwa sebenarnya kita ada hubungannya dengan kematian Ancy. Sejauh ini nama kita masih aman. Tapi orang yang meneror kita pasti tahu sama rahasia kita. Dia ancaman besar untuk kita. Menangkap dan membunuh dia adalah pilihan yang tepat. Sebenarnya aku juga udah punya rasa curiga sama seseorang bahwa dialah yang meneror kita."
"Siapa orang itu? Kamu kenal?"
"Kamu juga kenal kok."
"Lantas siapa? Shakira? Atau kedua temannya? Atau Dylan? Atau siapa dia?"
__ADS_1
"Nama terakhir yang kamu sebutkan."
"Dylan? Jadi dia udah tau soal rahasia kita?"
Leon mengangguk dengan ekspresi emosi.
"Kemarin dia yang menceritakan sendiri kepadaku di sekolah. Kemarin juga Dylan mengajak aku untuk bekerjasama dengannya buat memukuli Razzan di ladang jagung. Kita sama-sama memakai topeng."
"Lantas gimana dengan keadaan Razzan? Aku lihat tadi dia bibirnya agak lecet jadi itu karena ulah kalian berdua?"
"Iya. Dylan tahu rahasia kita dia mengancamku. Maka dari itu sudah bisa dipastikan kalau Dylan lah orang yang selama ini meneror kita."
"Kenapa dia bisa tahu? Perasaan pas kejadian Ancy jatuh ke jurang, aku lihat sekeliling gak ada orang deh. Apa dia mengamati kita secara sembunyi-sembunyi?"
"Itu pasti Pop. Kamu gak mau kan imej bagus kita jadi hancur? Maka dari itu kita harus bisa melenyapkan Dylan dari dunia ini sebelum dia menceritakan itu kepada semua orang."
"Tapi aku takut Leon. Aku takut kalau harus berurusan dengan pembunuhan."
Poppy mengangguk meski hatinya sangat tidak berani buat membunuh Dylan. Tapi Poppy berpikir cara itu harus mereka lakukan demi agar nama baik mereka tetap terjaga.
***
Keesokan harinya, Nafiah sedang duduk sendirian diatas kursi taman. Nafiah sedang duduk sembari membaca sebuah buku seperti hari-hari yang biasa, Nafiah jarang sekali berbaur dengan anak-anak yang lain. Mereka semua asyik dengan dunia mereka masing-masing dan Nafiah lebih nyaman dengan dunianya sendiri.
Tiba-tiba Shakira beserta gengnya datang ke taman tempat Nafiah sedang berada. Mereka semua ingin duduk di kursi yang sedang didudukin oleh Nafiah lalu mereka akan ngerumpi sepuasnya.
"Eh lihat tuh ada si cupu jelek." ucap Wiwit dengan nada benci.
Nafiah mendengar suara itu lalu Nafiah inisiatif langsung pergi saja daripada berurusan dengan mereka bertiga. Nafiah bangkit dari duduknya lalu akan pergi tapi Shakira memanggil nama Nafiah.
"Nafiah!" sebut Shakira.
__ADS_1
Nafiah menghentikan langkahnya lalu menoleh kepada Shakira. Sementara itu Lulu dan Wiwit tampak kepo dengan apa yang akan dilakukan oleh Shakira setelah memanggil nama Nafiah, apa Shakira akan membullynya lagi di tempat ini?
"Lo duduk lagi aja di kursi itu. Dari tadi kan lo yang duduk disitu." titah Shakira.
Lulu dan Wiwit membuka mulutnya, mereka berdua seolah tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Shakira. Sekarang Shakira mau bersikap baik kepada Nafiah? Murid yang dua tahun terakhir selalu ditindas oleh Shakira.
"Ra? Kamu nyuruh aku duduk lagi disitu terus kamu akan membully aku kan? Lebih baik aku pergi saja dari kalian. Masih banyak tempat lain di taman ini yang bisa aku gunain buat duduk membaca buku dengan nyaman." jawab Nafiah menolak.
Lalu Shakira melangkah ke dekat Nafiah, Shakira memegang tangan Nafiah yang sedang memegang buku. Dari kejauhan Razzan tengah mengamati mereka.
"Gue minta maaf atas apa yang selama ini gue lakuin ke lo. Apa lo mau maafin gue? Mungkin rasanya berat ya buat maafin gue, Lulu, Wiwit, sama Dylan karena selama ini, setelah apa yang kita lakuin ke lo, itu sangat-sangat kejam." ujar Shakira dengan wajah sedih.
Lulu dan Wiwit berjalan ke belakang Shakira dekat posisinya dengan Shakira.
"Ra? Lo lagi ngedrama ya? Lo pura-pura baik sama Nafiah kan?" tanya Wiwit.
"Tutup mulut lo Wiwit! Gue gak lagi pura-pura. Gue tulus minta maaf sama Nafiah setelah apa yang dikatakan oleh Razzan kemarin." jawab Nafiah jujur.
Nafiah belum mau percaya dengan apa yang dilakukan oleh Shakira. Nafiah berpikir bisa jadi itu cuma akal-akalan Shakira aja buat memancing dirinya masuk kedalam jebakan baru yang sedang dibuat oleh Shakira dan alhasil ketika Nafiah masuk kedalam perangkap jebakan itu, Nafiah akan dibully lagi dengan bullyan yang lebih parah dari sebelumnya.
"Aku gak percaya sama kamu lagi Shakira. Bagi aku kamu sedang berpura-pura. Mendingan aku pergi aja dari sini sebelum aku bertemu dengan masalah baru yang lebih menyakitkan lagi." tukas Nafiah lalu Nafiah melangkah pergi meninggalkan mereka bertiga.
Padahal sebenarnya Shakira tulus meminta maaf kepada Nafiah tapi ternyata Nafiah tidak percaya.
"Lo itu beneran atau cuma pura-pura aja sih Ra?" tanya Lulu.
"Gue beneran bego! Gue sedang belajar menjadi lebih baik dari sebelumnya." jawab Shakira.
"Ah lu jadi gak asik kaya gini Ra. Membully Nafiah kan salah satu hal yang seru tahu!" sahut Wiwit seraya berkacak pinggang.
"Sejak berteman akrab sama Razzan, perlahan gue menemukan dunia baru yang lebih indah." ucap Shakira sembari tersenyum manis.
__ADS_1
Bersambung...