
"Ouh, jadi itu alasan lo ngebenci Shakira? Yaudah yuk kita buruan cabut!"
"Ayo Pop."
Wiwit dan Poppy pun sama-sama melangkah menuju mobil Poppy. Mereka berdua bergegas pergi dari sekolah.
Shakira tersadar tak berselang lama. Shakira langsung kaget ketika tersadar dalam keadaan yang terikat dengan mulut dilakban seperti ini.
"Gue dimana? Kok gelap banget tempat ini? Siapa yang udah melakukan hal ini kepada gue? Betul-betul kurang ajar! Kalau gue tahu siapa pelakunya, gue jamin gue bakal beri perhitungan kepada dia!" batin Shakira sembari berusaha untuk berteriak.
Hujan lebat turun beberapa menit kemudian. Petir menggelegar dengan begitu kerasnya. Sedikit cahaya dari arah luar menerobos masuk kedalam gudang lewat celah jendela. Shakira sulit melihat keadaan di sekitarnya.
"Gue yakin pasti pelakunya orang yang gak suka sama gue. Tapi apa itu Nafiah? Apa Nafiah mau membalas dendam kepada gue atau jangan-jangan, dia adalah Wiwit?" batin Shakira menerka.
"Siapapun mereka, semoga saja ada seseorang yang masuk kesini lalu nemuin gue. Gue gak bisa ngapa-ngapain. Sialan banget itu orang!" batin Shakira berkata penuh akan kekesalan.
Wiwit sedang menari-nari didalam kamarnya. Merasa gembira dan membayangkan betapa menderitanya Shakira didalam gudang yang gelap dan sepi. Wiwit yakin kalau Shakira udah sadar, pasti dia sedang ketakutan. Membayangkan hantu-hantu penghuni gudang sekolah yang bisa tiba-tiba saja muncul menampakan diri.
"Bisa pingsan lagi dia kalau tiba-tiba ada hantu yang muncul disana. Semoga saja ada hantu yang keluar, hahaha." harap Wiwit dengan wajah ceria.
Wiwit menghubungi Poppy.
"Halo bestie?"
"Iya bestienya gue? Lagi apa lo? Dingin banget hawanya hujan lebat."
"Lebih dingin dan ngeri lagi sama apa yang tengah dialami oleh Shakira sekarang Pop. Bayangin aja dia diikat sendirian didalam gudang, yang gelap, sepi, mungkin saja angker, banyak binatang menjijikkan. Mamam tuh serem! Ini adalah balasan yang pantas buat dia karena udah ngurung kita digudang, hahaha."
"Eh Wit, bisa aja dia sampai ngompol karena saking takutnya dikurung didalam gudang sendirian, hahaha."
"Eh iya Pop, bisa jadi begitu, hahahaha. Puas banget rasanya."
__ADS_1
Tiba-tiba, Poppy merasa ada seseorang yang melintas didekat jendela kamarnya. Poppy sempat melihat ada bayangan hitam yang berlari diluar rumah, dekat jendelanya.
"Jangan-jangan orang yang menerorku datang lagi." batin Wiwit mulai cemas.
"Udah dulu ya Wit? Gue tutup dulu telponnya?"
"Eh mau ngapain, gue pengin ngobrol lama sama lo. Kita gosip kabar-kabar baru yang lagi hot?"
"Ntar malam aja deh Wit, gue sekarang mau istirahat dulu, ngantuk. Gue semalam begadang njir."
"Oh oke deh. Met istirahat ya bestie?"
"Oke bestie."
Poppy mematikan telpon itu lalu berjalan ke dekat jendela kamarnya. Poppy menyibak tirai lalu melihat dengan seksama kearah luar.
"Gak ada siapa-siapa. Hanya ada tetesan air hujan yang begitu mencekam siang ini. Mendung terlihat pekat. Semoga saja orang yang suka neror aku itu, gak sampai berhasil masuk kedalam rumah. Hidupku benar-benar tidak nyaman." ucap Poppy pelan.
Didalam gudang sekolah, Shakira melirik ke kanan dan ke kiri. Perasaan takut ini gak bisa dilawan. Didalam tempat yang gelap dan sepi seperti ini, apalagi sedang terjadi hujan badai, bayangan mengerikan penampakan setan melanda pikiran Shakira. Shakira berusaha melawan rasa takutnya.
"Gak Shakira! Lo gak boleh mikir yang aneh-aneh. Ikatan tali di tangan dan kaki gue begitu kencang. Awas aja lo siapapun yang udah berani lakuin hal ini kepada gue, gue akan buat lo sangat menyesal!" batin Shakira sangat emosi.
Razzan mencoba menghubungi Shakira tapi tidak diangkat. Razzan kembali ke sekolah. Razzan ingin memastikan apakah Shakira memang sudah benar-benar pulang ke rumahnya atau belum.
Razzan datang kembali ke sekolah dengan naik motor gedenya. Penampilan Razzan terlihat cool dan gagah. Razzan melihat gerbang sekolah sudah ditutup. Razzan memakai jas anti hujan.
Razzan mencoba masuk kedalam sekolah lewat tembok pembatas. Razzan naik tembok itu dengan susah payah karena hujan tembok itu jadi semakin licin. Tapi Razzan tidak kehabisan akal. Razzan melihat ada sebuah pohon yang bisa ia gunakan buat naik lalu lompat keatas tembok lewat dahan pohon didekat tembok pembatas belakang sekolah.
Akhirnya Razzan berhasil masuk ke area sekolah. Razzan bergegas berlari menuju gudang sekolah. Didalam gudang Shakira merasa semakin tidak nyaman ketika ada beberapa ekor tikus yang nemplok di kakinya.
"Jijik banget sih! Ih." batin Shakira sembari menggoyangkan kakinya agar tikus-tikus itu terlempar ke lantai.
__ADS_1
Razzan sampai di depan pintu gudang. Razzan mencoba membuka pintu gudang tapi itu terkunci dari luar. Razzan lalu membuka pintu itu dan terkejut ketika melihat Shakira yang sedang dalam keadaan terikat dan mulut dilakban.
"Shakira! Siapa yang melakukan ini!" ucap Razzan khawatir sembari membuka lakban yang menempel dibibir Shakira.
"Aku gak tahu Razzan, tolong bantu aku melepas ikatan talinya?"
"Tunggu Shakira."
Razzan melepaskan tali-tali yang mengikat tangan dan kaki Shakira. Setelah semua tali itu berhasil dilepas, Shakira langsung memeluk Razzan.
"Makasih kamu udah mau nyelametin aku? Aku pikir aku bakalan terkurung didalam gudang ini semalam suntuk. Tapi ternyata kamu dateng kesini Razzan. Makasih banget ya?"
Razzan mengangguk, namun ekspresi wajahnya terlihat marah. Lalu Shakira melepaskan pelukannya.
"Yang udah melakukan ini kepada kamu benar-benar keterlaluan! Kita harus cari tahu siapa pelakunya!"
"Betul Razzan. Tapi aku yakin pelakunya adalah Wiwit yang bekerjasama dengan si Poppy. Soalnya, tadi aku dihadang sama Poppy di Koridor. Terus dia berlari sampai ke depan pintu gudang. Abis itu seseorang membiusku dari belakang dan akupun pingsan. Tau-tau saat aku sadar, aku tersadar dalam keadaan seperti ini. Wiwit udah bukan temanku lagi Zan."
"Kamu yakin pelakunya adalah mereka berdua, aku juga sama. Tapi sayangnya kita gak punya bukti jadi kita gak bisa menuduh mereka berdua didepan umum. Menurut aku sebaiknya kamu berhati-hati sama mereka berdua. Mereka tidak menyukaimu Shakira. Aku juga akan selalu menjaga kamu dari kejahatan mereka kok."
Shakira merasa tersentuh dengan ucapan Razzan. Sekarang dunianya benar-benar telah berubah. Dahulu, hari-hari sekolah dipenuhi dengan kebencian, dendam, dan juga bullying. Tapi sekarang, hari-harinya dipenuhi dengan kedamaian, kesabaran, dan juga perhatian dari seorang laki-laki yang bahkan belum lama bersekolah disini.
"Ayo aku antar kamu pulang? Diluar sedang hujan."
"Iya Razzan."
Mereka berdua keluar dari dalam gudang. Tidak lupa Razzan menutup dan mengunci pintunya lagi. Shakira merasa bersyukur kenal dengan orang yang baik seperti Razzan.
Tapi Razzan tidak akan membiarkan Shakira kedinginan kena air hujan. Razzan menyerahkan jas hujan untuk dipakai oleh Shakira. Razzan dengan penuh perhatian memakaikan jas hujan itu di punggung Shakira. Shakira merasa bahagia juga terharu, rasanya ingin menangis karena Razzan sangat perhatian kepadanya.
Bersambung...
__ADS_1