MELAWAN PEMBULLY

MELAWAN PEMBULLY
Rasa Penasaran


__ADS_3

"Itu lo tahu apa yang gue rasain selama ini dan gue benar-benar membenci lo Razzan! Mending lo pindah aja dari sekolah ini karena dengan lo pindah hidup gue akan jauh lebih tenang! " harap jahat Shakira.


"Kenapa kamu kepengin aku pindah Shakira? Jangan pernah berharap seperti itu. Berharaplah yang baik-baik. Aku ingin menjadi teman kamu Shakira. Bersekolah bukan untuk saling membenci!" ucap Razzan.


Shakira lalu mendorong Razzan ke belakang.


"Sampai kapanpun gue gak akan pernah sudi berteman dengan lo Razzan!" marah Shakira seraya menunjuk kasar wajah Razzan lagi.


Razzan menghela nafasnya. Dibelakang Razzan berdiri Lulu dan Wiwit. Wiwit terlihat menatap Shakira dengan tatapan kesal. Karena rasa kecemburuan menyelimuti dirinya.


"Mendingan sekarang lo balik ke rumah lo dan tunggu pembalasan gue selanjutnya!" ancam Shakira lalu Shakira melangkah masuk kedalam mobilnya.


Lulu bergegas mengikuti langkah Shakira masuk kedalam mobilnya akan tetapi Wiwit masih berdiam di tempatnya. Wiwit menatap Razzan dengan tatapan cemburu. Razzan membalas tatapan Wiwit dengan tatapan yang tidak mengerti apa yang tengah Wiwit pikirkan.


"Wiwit, ngapain lo disitu? Buruan masuk kedalam mobil sini? Kita udah mau cabut." tanya Lulu dari samping mobilnya Shakira.


Wiwit menoleh kearah Lulu lalu Wiwit bergegas melangkah masuk kedalam mobil. Rasanya Wiwit ingin menangis karena Wiwit takut jika apa yang ia bayangkan berubah menjadi suatu realita yang menyesakkan dadanya.


Setelah Lulu dan Wiwit masuk, Shakira mulai tancap gas dan melajukan mobilnya dengan ngebut. Rencana buat membully Razzan habis-habisan setelah sepulang sekolah, ternyata berakhir dengan kegagalan karena Razzan adalah anak yang tangguh dan berani untuk melawannya.


...


Singkat waktu Shakira sudah sampai dirumahnya yang berada di kompleks Lotar. Shakira tengah memeluk bantal guling sembari duduk diatas kasur. Shakira mengingat sewaktu tadi Razzan peduli dengannya. Entah mengapa Shakira merasa nyaman dengan perhatian yang Razzan berikan untuknya. Razzan tadi terlihat lembut saat berusaha menenangkan dirinya yang sedang marah.


"Razzan tadi lo gitu ke gue. Baru kali ini ada cowok korban bully yang berani menenangkan gue disaat gue sedang dalam emosi yang begitu membara. Razzan lo memang anak yang berbeda. Jujur sih gue jadi penasaran sama diri lo. Lo adalah orang pertama yang berani melawan aksi gue yang suka menindas orang lain yang gue benci." batin Shakira berkata.

__ADS_1


Sekarang Shakira merasa penasaran dengan sosok Razzan. Shakira ingin mengenal Razzan lebih dekat, anak yang berbeda dan berani melawan dirinya itu.


***


Berbeda dengan Shakira yang sedang merenung didalam kamarnya, Poppy sedang duduk didepan meja belajar sembari meletakkan kepalanya diatas meja seraya menangis sedih. Air mata itu menetes dan jatuh diatas meja.


"Gue benar-benar takut dengan semua ini. Gue merasa menyesal telah melakukan itu. Tapi disisi lain gue juga nggak bisa untuk lepas dari dia. Dia adalah orang yang bisa membuat gue merasa nyaman. Gue sangat mencintai dia lebih dari cinta gue kepada diri gue sendiri. Tapi sepertinya untuk hal ini akan melaju ke babak baru yang menegangkan setelah gue dapetin SMS dari nomor yang tak dikenal itu." batin Poppy berkata sembari terus menangis sedih.


Poppy tengah menyembunyikan suatu rahasia besar yang membuatnya menjadi tertekan seperti saat ini. Poppy khawatir rahasia itu akan terbongkar.


***


Keesokan harinya adalah hari Kamis, matahari pagi bersinar dengan cerah. Razzan selalu bersemangat berangkat ke sekolah seperti hari-hari yang biasanya. Didepan pintu gerbang sekolah, Razzan melihat Nafiah datang dibonceng dengan motor oleh seorang laki-laki. Nafiah turun dari atas motor itu lalu Nafiah berpamitan kepada laki-laki itu.


"Iya, kamu harus selalu semangat ya? By the way kakak suka melihat penampilan kamu mulai hari ini. Kamu terlihat lebih cantik dari biasanya Nafiah." balas laki-laki itu yang ternyata adalah kakaknya Nafiah.


"Ooh jadi laki-laki itu adalah kakaknya Nafiah. Iya, penampilan Nafiah terlihat berbeda hari ini." batin Razzan berkata seraya melihat penampilan yang berbeda dari sosok Nafiah.


Nafiah hari ini terlihat berbeda. Rambutnya sudah tidak dikepang dua lagi. Nafiah mengikat rambutnya ke belakang. Nafiah juga menambahkan aksesoris bandana berwarna putih diatas kepalanya. Meski Nafiah berkacamata karena minus yang ia alami, tapi memang Nafiah terlihat lebih cantik dari biasanya. Razzan juga melihat Nafiah sedikit memakai make up dan itu juga menambah wajah Nafiah jadi terlihat lebih cantik.


"Makasih kak, aku emang udah bosan dengan penampilan yang seperti itu terus. Karena penampilanku yang seperti itu juga selama ini aku jadi merasa kurang percaya diri kak." tukas Nafiah seraya memutar bola mata malas.


"Okeh kalau gitu kamu harus tetap mempertahankan penampilan kamu yang seperti ini ya dek? Yaudah kalau gitu kakak mau lanjut pergi kerja dulu ya?"


"Iya kakak hati-hati dijalan ya? Jangan ngebut-ngebut kaya tadi?"

__ADS_1


"Iya dek."


Lalu sang kakak pergi dan mulai melajukan motornya kembali. Nafiah berbalik badan dan Nafiah langsung melihat ada Razzan yang tengah berdiri mengamatinya dari belakang.


"Eh Razzan? Selamat pagi sahabatku?" sapa Nafiah ramah lalu Nafiah melangkah kedepan Razzan.


"Selamat pagi juga Nafiah, penampilan kamu terlihat berbeda ya hari ini?"


"Iya Razzan, ini juga atas saran kamu waktu itu. Pokoknya aku berambisi mau terlihat lebih cantik dari biasanya. Biar keberadaan aku di sekolah ini dihargai oleh orang-orang yang suka merendahkan aku."


"Baiklah kalau begitu tapi aku berharap meski penampilan kamu berubah, tapi hatimu jangan ikutan berubah ya? Tetaplah menjadi Nafiah seperti yang aku kenal. Anak yang baik, ramah, dan rajin membaca buku?"


"Kalau itu sudah pasti Razzan. Uuh senangnya, hari ini aku merasa sangat percaya diri. Habis ini juga aku mau rajin perawatan wajah, aku juga mau berencana merubah warna rambutku. "


"Nafiah sekedar saran lagi dari aku bahwa kamu gak perlu juga merubah warna rambutmu. Warna rambutmu yang seperti itu juga bagus kok."


"Nggak Razzan, aku juga ingin memiliki warna rambut yang sama seperti Shakira, pirang kecoklatan. Pokoknya aku berambisi bahwa aku bisa untuk tampil jauh lebih cantik daripada Shakira, orang yang selalu membuat aku merasa tertekan di sekolah ini."


Razzan merasa khawatir kalau Nafiah akan berubah jadi lebih jauh. Razzan khawatir Nafiah akan sama seperti Shakira.


"Kalau gitu aku mau masuk dulu kedalam ya Razzan? Sampai ketemu lagi di jam istirahat. Bye bye Razzan? " ucap Nafiah sembari mencolek manja pipi kanan Razzan.


Razzan merasa terkejut karena Nafiah berani mencolek pipinya. Lalu Razzan mengikuti Nafiah masuk kedalam sekolah.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2