MELAWAN PEMBULLY

MELAWAN PEMBULLY
Rahasia Wiwit


__ADS_3

"Semangat sayang!" teriak Lulu kelepasan.


Karena teriakan Lulu itu, semua orang pun menjadi menoleh kepada Lulu. Mata Lulu jadi celingukan kesana kemari, merasa sedikit malu. Lantas Lulu berdiri di samping Shakira, sedangkan Wiwit juga berdiri di samping Shakira, sehingga posisi Shakira berada ditengah-tengah saat mereka bertiga ingin melihat anggota tim basket yang sedang latihan basket itu.


"Wah ditontonin sama cewek-cewek bikin kita makin semangat aja, iya kan guys?" tanya salah satu anggota tim basket kepada anggota tim basket yang lain.


Kemudian, mereka semua pun mulai bermain basket. Keterampilan Razzan dalam bermain basket, cara menangkap bola, cara menguasai bola, cara melemparkan bola basket keatas backstop terlihat sudah sangat bagus. Razzan terlihat seperti seorang pemain basket yang sudah profesional.


Shakira benar-benar kagum melihat cara bermain Razzan dalam latihan basket ini.


"Kamu keren sekali Razzan sayang! Semangat Razzanku! Muach muach!" teriak Lulu heboh saat melihat betapa kerennya cara bermain basket dari Razzan itu.


Dalam hati Leon merasa iri atau merasa tersaingi setelah melihat bagaimana cara bermain Razzan dalam latihan basket ini. Bahkan dalam sesi latihan pertama ini Razzan terlihat sudah cocok jika menjadi kapten dalam tim basket mereka.


"Sekarang, bintang yang sebenarnya adalah Razzan." batin Leon berkata seraya menatap Razzan dengan tatapan dingin sembari memegang bola basket.


"Lulu, lo itu norak abis tahu nggak sih! Nggak usah pakai teriakin kata-kata itu segala kali dasar cabe-cabean sinting!" tukas Wiwit seraya menatap Lulu dengan tatapan sinis.


"Cara berkata lo itu benar-benar gak berkelas ya! Lo itu punya etika dalam berkata gak sih? Suka-suka gue lah mau teriak apa, itu hak gue!" balas Lulu seraya bersedekap tangan.


"Kalau kalian berdua berisik terus, lekas angkat kaki dari dalam ruangan latihan yang menyenangkan ini!" ancam Shakira kepada kedua temannya.


Sontak saja karena ancaman dari Shakira, Wiwit dan Lulu pun menjadi terdiam. Latihan basket terus berlanjut. Semua anak-anak yang tengah berlatih itu menjadi berkeringat.


Karena merasa gerah Leon pun membuka kaosnya. Bentuk tubuh Leon yang atletis membuat Lulu melongo kagum. Rasanya Lulu ingin berteriak histeris lagi setelah melihat pemandangan apa yang berada didepan matanya itu, tapi Lulu takut Shakira marah lagi.


"Break!" teriak Leon menyuruh yang lain buat beristirahat sejenak.

__ADS_1


"Leon buka baju aja sebagus itu badan dia, gimana kalau Razzan abis ini buka baju? Gue gak bisa bayangin akan sebagus apa badan atletis dia. Uuh cuci mata banget sih disini!" ucap Lulu pelan.


Shakira tidak mempedulikan omongan Lulu lalu Shakira melangkah menghampiri Razzan. Shakira memberikan satu botol air mineral untuk Razzan minum, buat membuang rasa hausnya.


"Razzan, ini buat lo. Diminum ya? Pasti lo haus kan?" ucap Shakira.


"Thanks." jawab Razzan singkat lalu menerima minuman itu.


Razzan duduk Shakira pun ikutan duduk di sampingnya. Shakira memuji permainan basket dari Razzan tadi.


"Sumpah, gue gak sabar banget lihat tim kalian bertanding basket melawan tim basket dari sekolah lain. Leon! Lo nggak salah pilih masukin Razzan kedalam anggota tim basket lo tahu nggak sih! Gue yakin tim basket di sekolah kita bakalan makin kuat dengan hadirnya Razzan sebagai salah satu dari anggota tim basket kalian. Karena cara Razzan bermain basket barusan benar-benar keren bahkan menurut gue lebih keren daripada kapten basketnya sendiri!" ucap Shakira membandingkan Razzan dan Leon.


Razzan sendiri jadi merasa gak enak hati kepada Leon dan Leon terlihat kesal ketika Shakira membandingkan dirinya dengan Razzan. Tapi Shakira memang begitu sikapnya, suka ceplas-ceplos dan kurang peduli sama perasaan orang lain.


"Shakira lo ngapain disini sih? Anak perempuan mending pada balik aja sana!" usir Leon secara halus.


"Dih apaan sih lo! Emang sekolah ini punya nenek moyang lo apa! Gue dan temen-temen gue mau pulang nanti setelah kalian selesai latihan basket!" sahut Shakira seraya menatap kesal kearah Leon.


"Shakira hari ini lo pulang sama siapa? Naik mobil bareng Lulu dan Wiwit?" tanya Razzan lembut.


"Tentu saja. Sekarang kita bertiga kan tinggal di dalam rumah yang sama." jawab Shakira.


Wiwit bergegas duduk di samping Shakira. Lulu juga ikutan duduk tapi di samping Razzan. Lulu ogah duduk berdekatan dengan Wiwit. Razzan merasa tidak nyaman duduk dengan dikelilingi oleh tiga cewek seperti ini. Sekarang Razzan benar-benar menjadi pusat perhatian para cewek di sekolah.


Leon menatap dengan tatapan tajam kepada mereka berempat. Sepertinya Leon merasa iri tapi Leon tidak mau orang lain mengetahuinya bahwa sebenarnya dirinya iri dengan apa yang dirasakan oleh Razzan sekarang, pujian dan juga popularitas.


Setelah itu mereka semua pun kembali berlatih bermain basket. Ketiga cewek cantik itu masih tetap disini, melihat anak-anak yang sedang latihan.

__ADS_1


"Hari ini gue sebel banget sama lo Lulu!" ucap Wiwit kepada Lulu.


"Apalagi gue! Gue bener-bener gak nyangka sih sama apa yang lo lakuin!" sahut Lulu.


"Emangnya apa hah yang gue lakuin dasar ratu kepo!" tanya Wiwit tajam.


"Tentu saja itu adalah sesuatu yang lo simpan di dalam galeri." jawab Lulu sembari memalingkan wajahnya kearah lain, tidak menatap Wiwit.


"Oh jadi semalam itu lo ya yang diam-diam masuk kedalam kamar gue? Terus lo pasti kepoin apapun yang ada didalam kamar gue termasuk isi HP gue!" tanya Wiwit sembari mendekatkan posisinya kepada Lulu.


Shakira gak mengerti dengan apa yang sedang diributkan oleh kedua anak buahnya itu tapi Shakira hanya memutar bola mata malas melihat keributan diantara Lulu dan Wiwit.


"Iya! Dan lo pengin gue ceritain hal itu kepada Shakira?" tanya Lulu.


Tentu saja Wiwit gak mau kalau Shakira tahu dirinya simpan banyak foto Razzan didalam galeri HPnya.


"Diem lo! Gak usah lo ember sama Shakira!" marah Wiwit.


"Wait wait wait! Apa yang lu pada sembunyikan dari gue? Pokoknya nggak ada rahasia-rahasiaan dibelakang gue! Cepat katakan itu sekarang!" titah Shakira dengan wajah tegas.


"Gak bisa Ra ini tuh menyangkut privasi gue. Lulu dengan lancang udah kepoin isi HP gue dan dia tahu rahasia apa yang udah gue sembunyikan. Bukankan hal seperti itu dinamakan dengan melanggar privasi orang lain kan Ra?" jawab Wiwit dengan nada memohon agar Shakira berhenti mengulik rahasianya.


"Kalau gue sih dengan senang hati mau menceritakan hal itu kepada lo Shakira." sahut Lulu merasa bodo amat.


"Gimana ya? Gue sebenarnya kepo sih tapi yang pasti kita bertiga punya privasi masing-masing kan? Yang salah disini itu lo Lulu. Lo gak berhak buat cari tahu rahasia apa yang disembunyikan oleh Wiwit. Itu adalah privasi dia." ucap Shakira membuat hati Wiwit jadi lega.


"Eh tapi ini berkaitan dengan Razzan loh!" tukas Lulu. Lulu rasanya sudah gatal ingin menceritakan rahasia Wiwit kepada Shakira.

__ADS_1


"Apa? Berkaitan dengan Razzan?" tanya Shakira penasaran sembari melirik kearah Razzan yang sedang melempar bola dengan indah keatas backstop.


Bersambung...


__ADS_2