
Tiba-tiba ponsel Shakira yang ia taruh diatas kursi taman tempat duduknya itu berbunyi menandakan ada SMS yang masuk. Shakira langsung mengambil ponselnya dan membaca pesan itu.
"Good night Shakira?"
Shakira langsung membalas pesan itu. Kegembiraan cinta terpancar dari wajah imutnya.
"Night too Razzan, tumben kamu SMS aku?"
"Tadi siang aku melihatmu, kebaikan hatimu, ketulusan hatimu buat minta maaf atas apa yang selama ini kamu lakukan kepada Nafiah. Meski kamu belum mendapatkan maaf darinya, tapi dengan meminta maaf kamu sudah membuktikan bahwa kamu itu adalah orang yang baik dan bersedia buat meminta maaf. Aku salut sama kamu Shakira. Aku kagum sama sifat kamu."
Shakira tersenyum setelah membaca SMS dari Razzan.
"Makasih Razzan. Sekarang yang aku pikirkan adalah gimana caranya biar Nafiah mau maafin aku? Aku gak mau selamanya hidup dalam rasa bersalah. Aku takut Nafiah menyimpan dendam kepadaku. Ya aku tahu sih selama ini aku udah keterlaluan sama dia. Tapi sekarang aku juga ingin membangun hubungan pertemanan yang baik sama dia."
"Kamu yang sabar aja Shakira, jangan terlalu dipikirin, intinya kamu kan udah minta maaf, masalah Nafiah mau memaafkan kamu atau tidak itu urusan belakangan."
"Iya Razzan."
"Sekarang kamu sedang apa Shakira?"
"Aku sedang duduk di kursi taman belakang rumah, dikelilingi pohon bunga yang cantik dan menatap bintang-bintang yang berkilauan di langit."
"Sst, itu ada hantu dibelakang kamu! Ada pocong dibawah pohon dan kunti diatas pohon, cepat masuk ke dalam rumah!"
Shakira langsung bergerak kaget dan menoleh kearah belakangnya.
"Kamu ini nyebelin banget sih Razzan! Mana ada pocong dan kunti disini,rumah aku kan gak angker!"
"Hehe aku cuman bercanda. Jangan lama-lama diluar kan dingin nanti kamu bisa masuk angin loh. Btw, ayah dan ibu kamu apa masih suka ribut dan apa mereka masih merencanakan perceraian?"
"Masih tapi aku udah gak peduli lagi sama mereka. Mau mereka bercerai itu bukan urusan aku, meski hati aku sedih! Tapi yang penting bagi aku kalau aku masih bisa makan, masih bisa sekolah, terus badan sehat itu udah cukup buat aku."
"Nah gitu dong jangan sedih terus menerus itu gak baik tahu. Mau aku temani sekarang?"
"Temani? Maksud kamu, kamu mau datang kesini?"
__ADS_1
"Iya, rumah kamu dan rumah asli aku sebenarnya jaraknya gak terlalu jauh kok."
"Terus rumah kamu yang waktu itu kesana lewat sawah itu rumah kamu juga atau rumah orang lain?"
"Itu rumah ART aku. Aku minjam rumahnya sebentar buat pura-pura aja waktu itu kalau itu adalah rumahku. Waktu aku masih pura-pura berpenampilan cupu. Kamu tunggu disitu ya?"
Shakira tersenyum senang.
"Iya Razzan, aku tunggu."
Tak berselang lama Razzan sampai di taman belakang rumah Shakira. Razzan datang dengan membawa satu kotak martabak telor.
"Hai Ra?" sapa Razzan seraya tersenyum manis.
"Hai juga, itu kamu bawa apa? Aromanya enak?"
Razzan duduk di samping Shakira lalu Razzan membuka kotak putih itu.
"Martabak telor? Selama ini aku gak pernah makan makanan itu."
"Ya gak tertarik aja nothing spesial."
"Coba dulu martabak telor yang ini, ini tuh salah satu martabak telor yang paling enak di kota ini tahu gak. Aku aja kalau pesan bisa langsung habis aku makan satu box ini."
"Yaudah aku cobain ya,"
Shakira mengambil satu potong martabak telor itu. Saat martabak telor itu masuk kedalam mulut Shakira, Shakira merasakan rasa nikmat yang sangat memanjakan lidahnya. Ternyata isian martabak telor ini adalah daging sapi yang sangat lembut dengan perpaduan rempah-rempah yang sangat luar biasa enak.
"Martabak telur ini rasanya enak sekali. Rasanya seperti makanan premium, daging sapi yang ada didalam martabak ini rasanya gurih, pedes, dan juicy banget! Pokoknya I Like It." puji Shakira sembari mencium martabak telur super lezat itu.
"Aku senang kalau kamu suka sama rasa martabak ini. Bahagia itu sangat simple ya, hanya dengan makan makanan enak aja rasanya udah cukup buat menghibur hati yang sedang sedih atau mengusir rasa sunyi yang mendera jiwa."
Shakira menghentikan dulu menikmati martabak itu lalu Shakira menatap Razzan dengan tatapan serius. Razzan juga berhenti makan martabak itu terlebih dulu. Mereka berdua saling bertatapan dengan tatapan yang serius.
"Bagi aku makan martabak ini gak berhasil buat mengusir rasa sepi aku sekarang. Tapi yang bikin rasa sepi itu hilang adalah dengan datangnya kamu kesini Razzan. Terimakasih banyak karena kamu udah mau meluangkan waktu kamu buat mengusir rasa sepi aku disini."
__ADS_1
Razzan tersenyum lalu Razzan menunduk kebawah. Rasanya Razzan ingin menembak Shakira saat ini juga setelah beberapa saat berlalu mereka tengah melakukan PDKT. Tapi rasa, Razzan mau mengurungkan niatnya terlebih dulu.
Menembak Shakira menjadi pacarnya disaat seperti ini rasanya kurang seru. Razzan ingin momen dirinya menembak Shakira bisa disaksikan di depan banyak orang dengan suasana yang sangat meriah.
"Ayo lanjut lagi makan martabaknya? Habis ini aku mau pulang ke rumah, aku gak mau lama-lama disini. Kan kita juga harus belajar Shakira karena sebentar lagi kan ujian."
"Iya kamu benar Razzan habis ini aku juga mau belajar sebelum aku tidur. Sekali lagi makasih ya atas hadirnya kamu disini dan juga atas martabak ini. Kamu adalah salah satu teman terbaikku Razzan."
"Iya sama-sama Shakira."
Setelah itu mereka berdua kompak menghabiskan martabak telor yang lezat itu sampai habis. Setelahnya lagi Shakira mau mengantar Razzan sampai ke depan gerbang rumahnya.
"Razzan kamu hati-hati dijalan ya? Kamu kesini pakai apa tadi?"
"Rumah aku dekat dari sini kok Ra jadi aku kesini jalan kaki aja. 15 menit udah nyampe kok."
"Kalau boleh tahu rumah kamu itu di area mana ya? Aku boleh tahu kan dimana rumah kamu?"
"Ya boleh lah. Besok pulang sekolah aku akan ajak kamu datang ke rumahku."
"Oke sampai ketemu besok ya?"
"Oke Ra."
Shakira melambaikan tangannya lalu Shakira menutup lagi pagar didepan rumahnya. Ternyata saat Shakira berbalik badan sudah ada ibunya Shakira yang sedang berdiri di belakangnya dan menatapnya dengan tatapan tajam. Shakira tentu saja terkejut dengan adanya sang ibu.
"Mama sejak kapan ada disini?"
"Belum lama kok. Eh itu anak yang waktu itu ngumpet di dalam bagasi mobil kamu kan nak? Ngapain dia malam-malam datang kesini? Mama curiga dia bukan anak baik-baik. Kamu jangan mau berteman sama dia ya?"
"Mama gak usah sok tahu deh. Mama itu belum tahu aja kalau Razzan itu orangnya kaya gimana!"
"Kalau Razzan anak yang baik kenapa waktu itu dia menaruh lem di jok mobil kamu sehingga rok sekolah kamu jadi robek?"
"Ya karena waktu itu aku sendiri yang salah mah. Aku masih suka membully Razzan jadi wajar aja kalau dia membalasku dengan cara seperti itu. Tapi sekarang kita udah sahabatan kok mah dan Razzan itu orangnya baik banget. Barusan dia belikan aku martabak telor."
__ADS_1
Bersambung...