
"Lo gak apa-apa Shakira?" tanya Razzan kepada Shakira.
Shakira merasa bingung, baru kali ini Razzan memanggil dirinya dengan kata lo dan gue.
"Lo? Tumben lo manggil gue dengan sebutan lo? Biasanya kamu dan aku? Lo jawab pertanyaan gue? Lo itu sebenarnya anak gaul juga kan?" tanya Shakira curiga.
"Lo gak perlu melakukan pertanyaan yang aneh-aneh kepada gue. Sini gue bantuin lo berdiri." jawab Razzan seraya mengulurkan tangannya kepada Shakira.
Shakira pun meraih tangan Razzan lalu Shakira kembali berdiri lagi. Shakira yang cantik terus menatap Razzan dengan tatapan intens.
"Dan lo jangan-jangan anak orang kaya juga ya? Baju yang lo kenakan dan aroma parfum yang lo pakai itu, gue mencium aroma mahal tahu nggak." tanya Shakira curiga lagi.
"Bukan urusan lo untuk hal ini. Lo gak usah tanya-tanya yang seperti itu kepada gue. Gue akan tetap menjadi Razzan yang lo kenal."
"Razzan, kenapa sih lo harus berpenampilan cupu di sekolah? Itu tuh terlihat norak tahu nggak sih! Kenapa lo gak berpenampilan seperti ini aja di sekolah? Gue yakin lo bakalan jadi cowok paling keren di sekolah mengalahkan Dylan dan juga Leon."
"Gue gak butuh itu semua. Buat apa popularitas seperti itu di sekolah. Yang gue butuhin di sekolah adalah gue fokus belajar, berteman baik dengan siapapun, dan gak lihat ada bully-bullyan di sekolah, tahu nggak!"
Razzan berbalik badan dengan cepat lalu Razzan melangkah dengan cepat menuju mobilnya.
"Razzan tunggu!" teriak Shakira.
Tapi Razzan mengacuhkan panggilan dari Shakira.
"Razzan melangkah menuju ke sebuah mobil dan mobil itu terlihat sangat mewah. Gue yakin Razzan adalah anak orang kaya. Tapi kenapa dia menyembunyikan semua itu?" batin Shakira bertanya-tanya.
Disisi mobilnya, Razzan kembali menatap kepada Shakira. Kemudian Razzan masuk kedalam mobilnya. Shakira gak ingin Razzan pergi begitu saja. Maka Shakira cepat-cepat berlari menghampiri mobil Razzan. Shakira berdiri di pinggir mobil Razzan, Shakira mengetuk kaca mobil mewah milik Razzan.
"Razzan! Keluar dong! Gue penasaran sama lo. Jangan pergi gitu aja?" pinta Shakira.
Tapi Razzan gak peduli. Razzan langsung melajukan mobilnya pergi. Tapi Shakira begitu keras kepala. Shakira nekat mengejar mobil Razzan dari belakang.
"Razzan tunggu! Jangan pergi gitu aja!" teriak Shakira.
Razzan menatap kearah kaca spion.
"Dih, keras kepala banget sih itu anak! Bodo amat ah." ucap Razzan pelan.
__ADS_1
Shakira terus berlari dengan cepat hingga mobil melintas di sebuah jembatan yang sepi. Tapi Shakira masih berusaha untuk mengejar Razzan meski jarak antara Shakira dan mobil sudah cukup jauh. Shakira kembali tersandung di tengah-tengah jembatan yang panjang itu. Dari dalam mobil Razzan melihat Shakira yang kembali terjatuh.
"Aw," rintih Shakira.
Shakira menatap kearah mobil Razzan, ternyata mobil Razzan berhenti melaju. Razzan keluar dari dalam mobilnya lalu Razzan berlari menghampiri Shakira. Razzan jongkok didekat Shakira.
"Kenapa lo begitu keras kepala ngejar gue pergi?"
"Karena gue penasaran sama lo! Kenapa lo menyembunyikan identitas lo yang sebenarnya Razzan! Why?"
Razzan lagi-lagi membantu Shakira berdiri.
"Ini tuh bukan urusan lo. Terserah buat gue mau berpenampilan seperti apa di sekolah maupun dirumah itu kan hak gue, suka-suka gue."
"Iya tapi lo kalau berpenampilan seperti itu hanya akan memancing bullyan dari anak-anak yang lain tahu nggak!"
"Anak-anak yang membully gue kan cuma lo, Lulu, Wiwit, sama Dylan? Yang lain pada baik tuh."
"Razzan gue mohon, mulai besok lo tampil dengan identitas lo yang sebenarnya ya disekolah?"
Shakira menggeleng lalu Shakira melangkah ke tepi jembatan. Shakira menatap kearah bawah, itu adalah aliran sungai yang arusnya sangat deras. Shakira menatap kebawah sembari menitikkan air mata.
Razzan bingung dengan apa yang sedang dipikirkan oleh Shakira. Kemudian Razzan melangkah ke sisi Shakira.
"Lo ngapain disini sih? Di tepi jembatan seperti ini? Lo lagi nangis? Pasti karena orang tua lo ya?"
Shakira mengangguk, wajahnya terlihat semakin menyedihkan. Razzan tergerak buat menghapus air mata itu menggunakan jari-jarinya. Saat Razzan mengusap air mata di wajah Shakira, Shakira merasakan kenyamanan.
"Gue jujur capek banget sama sikap mereka. Rasanya gue ingin pergi selamanya dari kehidupan ini. Kematian itu lebih baik buat gue."
"Lo mau sia-siakan anugerah kehidupan yang udah lo dapatkan ini? Shakira, kehidupan itu sangat berharga. Lo punya kesempatan buat memanfaatkan waktu dan juga menikmati kehidupan lo. Disaat orang lain terampas kehidupan mereka karena kejahatan orang yang merampas kehidupannya, lo malah ingin merampas kehidupan lo sendiri."
Shakira gak mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh Razzan, Shakira menatap ke wajah Razzan yang tengah berdiri di sampingnya itu. Shakira bisa melihat aura kesedihan yang jelas pada wajah Razzan.
"Maksud omongan lo apaan sih Razzan? Merampas gimana?"
Razzan seperti tengah menyembunyikan sesuatu.
__ADS_1
"Bukan apa-apa kok. Sekarang gue anterin lo pulang ke rumah lo ya?"
Shakira memikirkan tawaran Razzan sejenak lalu Shakira mengiyakan tawaran baik dari Razzan itu. Saat Razzan dan Shakira berbalik badan ternyata ada seorang waitress cafe yang sedang mengamati mereka berdua.
"Mbaknya belum bayar makanan dan minuman yang tadi mbak pesan, malah mbaknya kabur kesini sama mas ini. Saya sampai lari-lari ngejar mbak sampai sini." ucap waitress itu.
"Eh iya maaf kak, biar saya bayar langsung sekarang ya tunggu sebentar," jawab Shakira seraya membuka tasnya.
"Gak usah kak biar saya saja yang bayar." sahut Razzan.
Shakira berhenti sejenak lalu Shakira kembali menatap kepada Razzan.
"Gak usah Razzan gue bisa bayar sendiri."
"Gak apa-apa Shakira, sekali-kali gue traktir lo gak apa-apa kan? Semuanya berapa kak?" tanya Razzan kepada waitress itu.
"550.000 mas." jawab si waitress.
Razzan langsung mengambil uang segitu dari dompetnya kemudian Razzan memberikan uang itu kepada si waitress. Setelah mendapatkan pembayaran itu waitress itu pamit lalu kembali lagi ke cafe.
"Nih terima duit gue!" paksa Shakira seraya menempelkan uang itu di bahu Razzan.
Razzan melirik kearah lembaran uang dibahunya.
"Gua gak akan menerima uang ini. Kembalikan uang ini kedalam dompet lo itu. Sekarang gak usah ribet lagi langsung saja masuk kedalam mobil gue." titah Razzan kepada Shakira.
Shakira memanyunkan bibirnya lalu Shakira memasukkan uang itu lagi kedalam dompetnya. Lalu mereka berdua masuk kedalam mobil Razzan.
"Lo tadi pergi naik apa Ra?"
"Naik taksi online sih. Btw makasih ya udah mau nganterin gue balik?"
"Iya sama-sama."
Razzan dan Shakira saling bertatapan dengan lembut. Diantara mereka berdua terlihat seperti saling menyukai satu sama lain.
Bersambung...
__ADS_1