
"Apa kata Ibu? Gue harus meminta maaf kepada dia? Gue sama sekali gak mau ya Bu Kepala Sekolah! Orang Leon sama Razzan kok yang mencari gara-gara duluan! Harusnya mereka berdua yang meminta maaf kepada gue Bu Dara!" tolak Shakira mentah-mentah.
"Kata lu kita berdua duluan yang cari gara-gara? Bu Dara, kita berdua lagi jalan bareng menuju kantin, terus ketiga cucunguk ini menghadang kita lalu ketuanya yang belagu setengah mati ini melarang saya untuk berteman dengan Razzan Bu! Jelas saja saya marah dan menegur Shakira! Sebagai seorang kepala sekolah yang adil dan bijaksana, Ibu pastinya tahu kan siapa yang harus minta maaf!" ucap panjang Leon dengan berani didepan Bu Dara.
Shakira tetap nyolot.
"Leon bohong Bu! Leon dan Razzan yang mengganggu gue duluan. Mereka berdua mau melakukan perbuatan nakal Bu! Mereka berdua mencolek-colek pipi saya tanpa izin!" bohong Shakira.
"Apa-apaan sih lo! Asal nuduh aja! Bu Dara, murid-murid yang ada di sekitar kita sebagai saksinya. Iya kan teman-teman? Kalian pasti lihat kan siapa orang yang mencari perkara duluan!" tanya Leon kepada anak-anak yang tengah menyaksikan perdebatan mereka.
"Alah berisik lo Leon! Gak usah ngebacot mulu! Gengs, daripada kita disini terus ngeladenin orang-orang yang gak penting, mendingan kita cabut ke kantin aja!" ajak Shakira kepada Lulu dan Wiwit.
Lalu Shakira main nyelonong pergi duluan tanpa pamitan dulu dengan sopan kepada Bu Dara selaku kepala sekolahnya. Lulu dan Wiwit hanya iya saja mengikuti perintah ketua geng mereka.
"Sama sekali tidak sopan! Murid macam apa mereka Bu Dara? Sebaiknya mereka bertiga diberi peringatan yang tegas Bu biar mereka kapok dan gak membuat kerusuhan terus di sekolah kita." usul Leon.
Bu Dara memejamkan kedua matanya lalu Bu Dara menghela nafasnya.
"Kalian berdua lanjut saja ke kantin dan lupakan kejadian yang barusan kalian alami. Oke? Ibu mau kembali ke ruangan ibu dulu." titah Bu Dara.
"Jadi ibu tidak mau memberikan peringatan yang tegas kepada mereka bertiga?" tanya Leon dengan wajah yang makin serius.
"Masalah itu nanti ibu akan membicarakannya dengan orang tua mereka. Sekarang kalian berdua lanjut saja ke kantin ya?" jawab Bu Dara.
Leon mengangguk lalu Leon kembali mengajak Razzan menuju kantin sekolah. .
__ADS_1
***
Waktu pulang sekolah telah tiba. Seperti biasa Razzan selalu pulang kembali ke rumahnya dengan naik sepeda butut miliknya. Tapi didepan gerbang sekolah, Razzan melihat sudah tidak ada mobil Shakira di tempat parkir.
"Shakira dan gengnya sudah pulang ya? Atau jangan-jangan mereka pergi duluan buat mencegat aku di tengah jalan?" batin Razzan bertanya-tanya.
"Sebaiknya aku langsung mengendarai sepedaku saja. Aku tidak perlu takut sama mereka. Hadapi semuanya dengan keberanian, Razzan. " batin Razzan lanjut berkata.
Kemudian Razzan mulai mengayuh sepedanya. Razzan bersepeda dengan tenang. Pemandangan indah di tepian jalan mengelilingi dirinya yang sedang melaju mengayuh sepeda dengan segenap tenaganya.
Hingga tiba Razzan didekat area persawahan yang biasa ia lewati saat berangkat maupun pulang. Suasana di sawah hanya ada beberapa orang saja dan ternyata Razzan dihadang oleh Shakira dan gengnya disini.
Shakira dan yang lain langsung turun dari mobil ketika melihat Razzan sudah datang ke area ini.
Razzan hanya tersenyum lalu Razzan turun dari sepedanya. Kemudian Razzan melangkah menghampiri Shakira. Razzan berdiri didepan Shakira, Razzan terus menatap Shakira.
Lulu dan Wiwit berdiri di belakang Shakira. Wiwit menundukkan kepalanya, dirinya merasa tidak bisa berbuat apa-apa padahal Wiwit sama sekali tidak ingin melihat Razzan dibully. Akan tetapi Wiwit yakin, kalau Razzan bisa dengan mudah melawan balik mereka bertiga saat sedang dibully nanti.
Shakira menyuruh Lulu dan Wiwit buat memegangi tangan Razzan dengan kuat. Tangan Shakira rasanya sudah sangat gatal ingin membuat Razzan menjadi babak belur. Lulu dan Wiwit pun bergegas melakukan apa yang diperintahkan oleh Shakira. Kedua tangan Razzan dipegangi oleh mereka berdua.
Lulu memegangi tangan Razzan dengan kedua tangannya sedangkan Wiwit berada di posisi sebelah kiri. Shakira tersenyum puas, akan sangat menyenangkan jika membuat cowok yang berada didepannya itu menjadi babak belur.
"Ingat kan Razzan kalau lo yang mencari perkara duluan! Kemarin lu berani menaruh lem diatas jok mobil gue! Sekarang rasakan pembalasan gue ya!" desis Shakira sembari mengepalkan salah satu tangannya.
Shakira langsung menonjok perut Razzan. Razzan sedikit merintih tapi Razzan tetap berusaha buat menahan rasa sakitnya. Lalu Shakira memukul wajah Razzan setelah itu Shakira memukul perut Razzan menggunakan dengkulnya. Tapi setelah itu Razzan tidak akan tinggal diam.
__ADS_1
Razzan menginjak kaki Lulu dan Wiwit lantas Razzan menendang perut Lulu dan Wiwit secara bergiliran hingga mereka berdua terjatuh diatas tanah tepi persawahan.
"Sialan lo ya berani lo ya melakukan hal itu kepada dua bestie gue?!" marah Shakira tidak terima.
Shakira mau memukul wajah Razzan lagi akan tetapi Razzan memegang tangan Shakira dengan kuat. Lalu Razzan mendorong Shakira ke belakang.
"Sudah cukup! Jangan lanjutkan lagi aksi pembullyan yang kalian lakukan. Karena aku bisa melawan kalian bertiga dan mudah bagi aku membuat kalian bertiga menjadi babak belur." pekik Razzan membuat mereka bertiga merasa panik.
"Kalian bertiga adalah wanita. Aku tidak mau menyakiti kalian dan berhentilah mengganggu aku!" tukas Razzan dengan nada tinggi sembari menatap tajam kepada Shakira.
Nafas Shakira terlihat cepat menandakan emosi yang begitu kuat.
"Gue benci lo Razzan! Gue benci lo banget!" teriak Shakira keras lalu Shakira berlari kedepan dan memukuli dada Razzan. Shakira benar-benar kesal kepada Razzan tapi Shakira juga melakukan itu sembari menangis.
Razzan inisiatif ingin menenangkan Shakira. Razzan memegang kedua pundak Shakira didalam rasa pedulinya.
"Cukup Shakira cukup! Kamu yang tenang ya? Redakan emosi yang sedang melanda didalam diri kamu." titah Razzan dengan nada bicara yang terdengar lembut.
"Gue benci banget sama lo Razzan, kenapa lo harus hadir didalam hidup gue! Sejak lo hadir didalam hidup gue semuanya jadi berubah. Semua yang awalnya takut sama gue, sekarang mereka menjadi berani melawan, termasuk si cupu Nafiah! Semuanya itu gara-gara lo Razzan! Mereka berubah menjadi berani melawan gue itu gara-gara lo!" cakap panjang Shakira didalam perhatian Razzan.
Wiwit terlihat cemburu melihat Razzan yang tampak peduli dengan Shakira.
"Maaf kalau kehadiran gue bikin lo sedih tapi sesungguhnya gue juga sedih melihat apa yang terjadi dengan diri lo, dirumah lo, kehidupan keluarga lo, soal orang tua lo yang selalu ribut dan mereka telah merencanakan perpisahan. Tolong jangan begitu, Ra? Jangan melampiaskan hal itu dengan membully orang lain?"
Bersambung...
__ADS_1