
"Makasih ya Razzan? Kamu perhatian banget sama aku. Aku ngerasa hidup aku kembali indah. Setelah selama ini kehampaan dan kebencianku terhadap papa dan mamaku yang begitu dalam. Tapi kamu hadir mengubah duniaku." ucap Shakira sembari tersenyum.
Shakira tumbuh menjadi gadis cantik yang jahat dan sombong. Namun sekarang, kecantikan wajahnya perlahan berubah dan sepadan dengan kecantikan hatinya.
***
Keesokan harinya, Poppy dan Wiwit berjalan berdua mengendap-endap menuju gudang sekolah. Mereka datang pagi-pagi sekali karena mereka harus segera bukain pintu gudang buat Shakira. Bahkan hari masih agak gelap.
"Kira-kira gimana ya dengan keadaan Shakira sekarang? Apa Shakira masih pingsan atau gimana?" tanya Wiwit tak sabar lagi melihat kondisi Shakira.
"Buruan buka pintunya." balas Poppy.
Mereka berdua membuka pintu gudang dan mereka terkejut saat melihat tidak ada lagi Shakira didalam gudang sekolah ini.
"Sialan! Siapa orang yang udah bantu Shakira lepasin ikatannya? Apa penjaga sekolah atau jangan-jangan malah Razzan?" tanya Wiwit dengan wajah kesal.
"Gue curiga lebih ke penjaga sekolah sih. Kalau malam dia kan masih berjaga disekitar sekolah. Intinya kita berdua harus siap mental karena sebentar lagi kita pasti diserang sama Shakira." ucap Poppy seraya bersedekap tangan.
"Gue gak bakalan takut sama tikus got satu itu! Kalau dia berani nyerang kita, kita serang balik aja! Gak peduli mau berantem di sekolah ini. Gue udah jijik banget sama itu cewek satu." sahut Wiwit kejam.
Poppy sebenarnya tidak mau ikut-ikutan tapi mau gimana lagi. Sekarang Wiwit adalah bestienya. Agak tidak enak juga kalau Poppy gak mau ikutan nyerang Shakira.
Pukul 06.40 pagi, Wiwit dan Shakira berpas-pasan didepan sekolah. Shakira datang bersama dengan Razzan dan Lulu. Dylan juga ada disekitar mereka.
"Good morning mantan teman!" sapa Shakira seraya mengibaskan rambutnya.
"Ouh! Morning too fake girl! Dasar cewek busuk munafik!" balas Wiwit seraya meludah ke seragam Shakira.
Razzan terlihat tidak terima melihat orang yang dia suka diludahin dengan tidak sopan seperti itu. Shakira ingin membalas Wiwit akan tetapi Razzan buru-buru menarik Shakira dan membawanya ke kamar mandi sekolah.
"Razzan, kamu kenapa bawa aku kesini? Aku mau memberi pelajaran Wiwit loh tadi?"
__ADS_1
"Gak usah. Aku gak suka lihat kamu berbuat anarkis lagi seperti itu. Biarkan saja dia mau berbuat apa, sekarang kamu bersihkan bekas ludah itu dengan air sabun."
Shakira menghela nafasnya kemudian menuruti perkataan Razzan. Setelah membersihkan bekas ludahan Wiwit, Razzan dan Shakira keluar dari dalam kamar mandi tapi ternyata Wiwit dan Dylan menunggu mereka dari luar kamar mandi.
"Kalian ngapain disitu sih? Kalian mau ngajak berantem ya?" tanya Shakira.
"Ya, cewek munafik!" jawab Wiwit.
"Stop bilang gue cewek munafik! Lo juga cewek munafik Wiwit!" sahut Shakira seraya melotot tajam.
Razzan menatap kepada Shakira yang tersulut emosi. Razzan memegang tangan Shakira mencegah Shakira buat lakuin kekerasan kepada Wiwit.
"Lo adalah orang yang paling munafik di sekolah ini Shakira!" kata Wiwit dengan nada tinggi.
"Dulu lo benci dan jijik sama si Razzan! Tapi apa? Sekarang lo deket dan jilatin dia karena dia ternyata adalah anak orang kaya. Dasar munafik!" maki Wiwit.
Plaaaak
Shakira menampar wajah Wiwit. Tidak terima, Wiwit membalas dengan memukul perut Shakira.
Wiwit sampai berjingkut kaget karena teriakanku Razzan begitu kencang sampai-sampai memekakkan gendang telinganya.
"Hentikan pertengkaran kalian! Wiwit kamu kenapa sih sekarang bersikap jahat sama Shakira? Bahkan kamu sampai tega mengurung Shakira didalam gudang, dalam keadaan yang diikat dan mulut dilakban seperti itu? Tega ya! Untung aku datang lagi ke sekolah karena aku gak bisa hubungin Shakira. Ternyata Shakira kemarin waktu hujan badai, dia masih dikurung di gudang sekolah." ucap Razzan seraya menatap Wiwit dengan tatapan tajam.
"Heh Razzan! Kamu jangan menuduh orang lain seenaknya dong! Ada buktinya kalau aku yang melakukan perbuatan itu kepada cewek munafik ini? Musuh Shakira kan banyak gak cuman aku. Shakira kan queen kejahatan bisa jadi orang lain yang lakuin itu. Bisa jadi aja si Nafiah." jawab Wiwit mengelak.
Tapi Dylan merasa ikutan geram dengan orang yang sudah tega mengurung Shakira didalam gudang.
"Siapa sih dia! Kalau gua tahu siapa orangnya udah pasti gua bakalan bonyokin muka dia! Gak peduli mau dia cowok ataupun cewek. Berani-beraninya jahatin cewek yang gua sayang." sahut Dylan membuat Shakira merasa geli.
"Aduh, jangan sampai ketahuan. Bisa bonyok muka gue sama muka Poppy kalau ternyata kita berdua yang udah mengurung dan mengikat Shakira di gudang sekolah kemarin." batin Wiwit cemas.
__ADS_1
"Bukan cuman itu aja, tapi HP gue juga diambil sama orang yang udah lakuin itu ke gue. Untuk itu, gue ingin banget geledah tas lo sama tas si Poppy. Karena kemarin waktu gue dibius, Poppy berada didepan gue dan gue yakin yang membius gue adalah lo Wiwit karena lo kan sekarang bestiean sama Poppy. Kalian pasti sekongkol ya!" curiga Shakira berkata.
HP milik Shakira ada didalam tas milik Poppy.
"Aduh gawat, kalau mereka berdua bongkar tasnya Poppy pasti ketemu tuh HP Shakira." batin Wiwit diiringi ekspresi cemas.
"Woy? Kenapa muka kamu kaya panik gitu Wit?" tanya Razzan curiga.
"Eh gapapa kok!" jawab Wiwit gugup.
"Yaudah kalau gitu izinkan kita geledah tas lo sama tas Poppy kalau memang kalian berdua gak lakuin itu kepada gue kemarin!" ucap Shakira.
"Ya kalian gak bisa seenaknya kaya gitu dong main geledah tas orang aja! Murid lain yang lihat pasti mikir yang nggak-nggak!" tolak Wiwit.
"Gak bisa! Pokoknya gue akan geledah tas lo sama tas Poppy!" cakap Shakira lalu berlari menuju kelasnya Poppy.
"Heh Shakira! Gila lo!" teriak Wiwit lalu ikutan berlari mengejar Shakira.
Razzan dan Dylan juga ikutan berlari mengejar mereka. Shakira menerobos masuk kedalam kelasnya Poppy membuat murid yang satu kelas dengan Shakira melihati Shakira masuk. Shakira mencari-cari tasnya Poppy lalu membuka resleting tasnya. Kebetulan Poppy sedang tidak berada di dalam kelas.
"Eh kamu mau apa Shakira!" tanya seorang siswi ketika melihat Shakira mau membuka tas Poppy.
"Itu kan tas Poppy, jangan jail deh!" sahut siswi yang lain.
"Bukan urusan lo pada!" jawab Shakira sembari menggeledah isi tas Poppy.
Razzan, Wiwit, dan Dylan masuk kedalam kelas Poppy.
"Heh Shakira! Hentikan perbuatan lo!" teriak Wiwit.
Shakira menjadi pusat perhatian anak-anak yang berada didalam kelasnya Poppy. Wiwit melangkahkan kakinya kedepan buat mencegah Shakira bertindak lebih jauh akan tetapi Shakira sudah keburu nemuin HPnya. Shakira mengangkat tinggi HPnya.
__ADS_1
"Ini dia ketemu! Ternyata benar kan kecurigaan gue kalau Poppy dan Wiwit sialan yang udah bius terus kurung gue didalam gudang!" pekik Shakira.
Bersambung...