MELAWAN PEMBULLY

MELAWAN PEMBULLY
Ide Jahat Shakira


__ADS_3

Razzan mengayuh sepedanya dengan penuh rasa semangat. Di belakangnya tak jauh, Shakira terus mengemudikan mobilnya dan diam-diam mengikutinya. Sorot mata Shakira terlihat benar-benar penasaran dimana tempat tinggal si Razzan.


Lalu Razzan membelokkan sepedanya kearah kiri dan mobil Shakira juga ikut berbelok kearah kiri mengikuti Razzan. Mobil Shakira terus mengikuti sepeda Razzan.


Waktu terus berlalu hingga sepeda Razzan melintas di area persawahan. Namun jalan ditengah persawahan itu hanya bisa dilewati oleh kendaraan beroda dua. Kendaraan beroda empat tidak cukup muat untuk melintas ditengah persawahan itu. Shakira menghentikan laju mobilnya. Didalam mobilnya Shakira tengah berkata kesal.


"Sial! Jalan ditengah sawah itu tidak bisa untuk dilalui oleh mobil. Masa iya kita turun lalu jalan kaki?" tanya Shakira merasa malas.


"Yaudah sih mending kita putar balik aja Shakira? Kita pulang aja yuk?" ajak Wiwit.


Wiwit hanya tidak ingin Shakira dan yang lain terus-terusan ingin menyelidiki dimana tempat tinggal Razzan. Wiwit begitu peduli dengan Razzan.


"Shakira enjoy aja. Masih ada hari esok. Besok kita buntutin si Razzan naik motor aja. Kan jalan itu hanya bisa dilewatin sama motor atau sepeda." cakap Dylan.


Shakira pun mengangguk lalu Shakira memutar balik mobilnya. Wiwit merasa lega karena Shakira, Dylan, dan Lulu belum berhasil mengetahui dimana rumah Razzan. Besok Wiwit akan memberi tahu Razzan soal rencana jahat Shakira, Dylan, dan Lulu.


***


Didalam kamarnya yang sederhana, Razzan mengambil sebuah figura foto kecil didalam laci meja kamarnya. Razzan memandang foto itu dengan tatapan sedih. Foto itu adalah foto seorang gadis muda yang cantik. Kemudian Razzan memasukkan kembali foto itu kedalam laci meja. Sesaat setelahnya, wajah Razzan yang barusan berekspresi sedih seketika berubah menjadi ekspresi marah. Seperti orang yang menyimpan sebuah dendam.


Razzan melangkah menuju jendela kamarnya. Suasana hatinya sedang kurang baik. Lalu Razzan menatap keluar. Rumah Razzan dikelilingi banyak rerumputan hijau yang indah dan juga pepohonan rambutan yang begitu banyak.


Didekat rumah Razzan ada perkebunan rambutan dan perkebunan itu adalah milik dari almarhum kakek Razzan.


Razzan terdiam sembari menatap terus kearah kebun rambutan itu. Razzan seperti sedang memikirkan sesuatu.


***


Keesokan harinya adalah hari kedua Razzan bersekolah di SMA Pengembangan 77. Razzan memarkirkan sepeda kesayangannya di tempat yang sama seperti kemarin hari pertama dirinya berangkat ke sekolah ini.


Razzan menguatkan tekadnya, menarik nafasnya secara dalam, tujuannya bersekolah adalah untuk belajar. Bukan untuk mencari keributan dengan murid lain. Bukan juga untuk takut sama ancaman orang-orang yang merundungnya.


Razzan masuk kedalam sekolah dengan cepat. Tapi Razzan menghentikan langkahnya ketika melihat Shakira keluar dari dalam mobilnya sendirian. Melihat ada Razzan, Shakira menatap kepada Razzan selama beberapa saat. Lantas setelah berhenti menetra Razzan, Shakira masuk kedalam kelas duluan.

__ADS_1


Saat jam pelajaran pertama berlangsung, Razzan memperhatikan apa yang sedang diajarkan oleh sang pengajar dengan cermat. Razzan ingin menyerap ilmu pengetahuan itu dengan baik. Dibelakangnya, Shakira malah terus memperhatikan Razzan. Begitu juga dengan Dylan.


Saat jam istirahat berlangsung, Shakira, Dylan, Lulu, dan Wiwit tengah berkumpul bersama di tengah-tengah tangga sekolah. Mereka sedang membahas soal Razzan.


"Guys, gue udah nemu ide cemerlang buat bikin Razzan menderita." ucap Shakira membuka obrolan.


Dylan langsung sumringah, melihat Razzan menderita adalah hal yang amat sangat dia sukai.


"Ide cemerlang apa itu Shakira? Cepat katakan temanku?" tanya Dylan excited.


"Ide cemerlang gue adalah ingin menjebak dia. Gue ingin dia masuk kedalam jebakan tersebut. Kita harus susun jebakan ini dengan matang dan gue mau lo yang paling utama dalam menjalankan rencana kita Dylan. Lo harus pura-pura baikin si Razzan. Setelah dia percaya dengan sikap baik lo, kita bawa dia kedalam jebakan kita yang mematikan itu, hahaha." bisik Shakira biar tidak ada orang lain yang dengar.


"Iya tapi apa yang bakal lo lakukan? Jebakan yang seperti apa itu?" tanya Dylan lagi.


"Jebakan yang pastinya akan membuat Razzan merasa tertekan dan menderita. Semoga saja setelah nanti dia masuk kedalam perangkapku dia bakalan cabut dari sekolah ini, hahaha. Nanti kita bahas lagi soal jebakan apa itu. Tapi mulai sekarang, lo pada baik-baikin si Razzan ya kecuali gue. Gue akan tetap bersikap dingin dan jutek seperti biasa. Biar dia gak curiga!" jawab dan titah Shakira.


"Yaudah kalau gitu, siap bosquee." sahut Dylan bersemangat.


"Soal rencana Shakira, dia benar-benar kelewatan! I hate you Shakira? Tapi mana mungkin aku bocorin duluan apa misi mereka sama bebeb Razzan. Ntar yang ada Shakira jadi curiga dan bisa-bisa gue ketahuan berkhianat. Kalau gue ketahuan gue bisa ikutan dibully juga sama yang lain. Itu bahaya banget buat gue." Wiwit membatin bingung.


***


Razzan sedang menonton anak-anak cowok yang sedang bermain basket didalam aula olahraga. Razzan terus menonton mereka sedang berlatih basket sembari tersenyum. Salah satu dari mereka melihat kearah Razzan, dia adalah Leon. Kapten basket di sekolah ini. Perawakan Leon tinggi tegap. Tampan dan atletis. Salah satu murid cowok yang populer juga di sekolah.


Reputasi Leon sangat bagus di sekolah. Leon adalah salah satu murid teladan kebanggaan para guru.


"Halo anak baru!" sapa Leon ramah kepada Razzan dari tengah aula.


Razzan mengangkat salah satu tangannya, membalas sapaan Leon dengan senyuman yang manis.


"Semuanya break bentar ya!" ucap Leon kepada anggota tim basketnya dengan nada suara yang cukup tinggi.


"Siap!" sahut semua anggota timnya.

__ADS_1


Leon melangkah menghampiri Razzan sembari membawa bola basket. Lalu Leon melempar bola basket itu dengan cepat kearah Razzan dan Razzan dengan cepat menangkapnya.


Perawakan Leon dan Razzan tidak terlalu jomplang. Leon sedikit lebih tinggi daripada Razzan tapi wajah Razzan tidak kalah tampan dari Leon.


"Nama lu siapa?" tanya Leon ramah.


"Razzan, kamu?" tanya Razzan balik seraya mengajak Leon untuk berjabat tangan.


"Kenalin gua Leon." jawab Leon sembari menjabat tangan Razzan.


Leon mengajak Razzan untuk duduk sejenak dibangku, ngobrol-ngobrol sebentar.


"Lu ada dikelas mana bro?" tanya Leon. Tangan Leon membuka tutup botol air mineral.


"Aku di kelas 12 IPA 3. Kalau kamu?"


"12 IPA 5. Jarak kelas kita gak terlalu jauh tapi lu satu kelas sama Shakira ya?"


"Iya. Kenapa?"


"Shakira ngebully lu gak?"


"Gak. Tapi sikap dia kepadaku seperti kurang bersahabat. Dia seperti tidak mau bersahabat denganku."


"Oh kalau itu udah wataknya Shakira. Shakira itu anak dari orang yang paling berpengaruh di sekolah ini. Dia adalah cewek yang belagu dan licik. Dia juga anarkis. Tapi dia seperti anak emas di sekolah ini. Dia suka menindas murid yang lebih lemah darinya. Tapi kalau lu dibully sama Shakira dan gengnya, lu jangan sungkan untuk cerita ke gua ya?"


Razzan diam saja seperti tengah memikirkan sesuatu.


"Woy Razzan? Lu diam aja? Lu dibully ya? Kalau lu dibully gua akan bantu lu buat laporin Shakira ke kepala sekolah."


"Eh, gapapa kok. Kamu tenang saja, kalau aku dibully, aku gak akan membiarkan diriku terjatuh kok Leon."


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2