
Orang jahat itu memang mengerikan. Betapa kejam ambisi orang yang menyuruh penjahat itu buat merusak kecantikan wajah Shakira. Shakira curiga kepada Wiwit sebagai orang yang sudah menyuruh kedua orang jahat itu buat mencelakakan dirinya.
"Entah kenapa aku curiga sama Wiwit. Dia adalah dalang dibalik semua ini. Semoga saja aku bisa melumpuhkan orang jahat itu. Aku harus mengatur cara gimana caranya biar dia bisa kalah sama aku." batin Shakira berpikir.
Orang jahat itu melangkah dengan perlahan kearah tempat persembunyian Shakira yang dibalik tumpukkan kayu usang itu. Orang jahat itu curiga bahwa Shakira tengah bersembunyi dibalik tumpukkan kayu usang itu.
"Dia pasti disana!" ucap pelan orang jahat itu mengira.
Tapi Shakira bisa mendengarkan ucapan pelan dari orang jahat itu. Shakira langsung berdiri lalu melemparkan balok kayu yang ia pegang ke kepala orang jahat itu, hingga botol berisi air keras yang dia pegang pun tumpah dan pecah ke lantai.
"Sial!" pekik orang jahat itu sembari memegang kepalanya yang terasa sakit.
Shakira segera berlari kabur tapi kakinya malah terantuk kaki kursi usang. Shakira jadi terjatuh. Orang jahat itu memegang kaki Shakira. Tapi Shakira tidak tinggal diam dan langsung menendang wajah orang jahat itu menggunakan kakinya. Orang jahat itu tidak berhenti sampai disitu. Dia bangkit sembari mengambil pecahan botol yang berbentuk beling tajam itu.
Orang jahat itu mengacungkan pecahan botol tersebut tepat didepan kedua mata Shakira. Shakira membuka mulutnya, Shakira takut dan membayangkan akan betapa ngilunya jika pecahan botol yang tajam itu menembus kedalam kornea matanya.
"Kamu mau apa? Mau uang? Berapapun akan aku kasih tapi aku mohon, jangan sakiti aku Bang?" pinta Shakira merayu.
"Kamu dibayar berapa sama dia? Orang yang udah nyuruh kamu buat nyakitin aku? Asal kamu tahu kalau aku ini anak sultan Bang, aku bisa ngasih lebih dari apa yang dia kasih?"
Orang jahat itu merenung sejenak, memikirkan penawaran yang diajukan oleh Shakira. Kesempatan emas! Shakira langsung menendang lagi wajah orang itu dan setelah itu Shakira berlari kabur keluar dari dalam rumah tua.
"Sial! Cewek anjing lo!" teriak orang jahat itu.
__ADS_1
Shakira berlari melewati pintu dan ketika orang jahat itu menyusul Shakira, tiba-tiba orang jahat itu tersandung oleh sebuah kaki dan dia adalah Razzan. Razzan bersembunyi di samping pintu. Razzan langsung menghajar orang itu habis-habisan. Shakira melihat proses itu. Setelah orang jahat itu tidak berdaya, Razzan lalu mengikat orang itu dan membuka topengnya.
"Katakan siapa yang udah bayar kamu buat bikin wajah Shakira melepuh?" tanya Razzan dengan ekspresi seram.
"Gua gak akan kasih tahu dia siapa ke lo pada! Itu gak akan terjadi! Karena dia udah bayar mahal gua! Walau gua gagal dia tetap menjanjikan uang itu tetap jadi milik gua!" jawab orang jahat itu menolak memberi tahu bahwa dia adalah Wiwit.
"Dibayar berapa lo sama dia? Lo dibayar buat bikin wajah gue ancur! Itu adalah sebuah kejahatan yang sangat besar! Katakan sekarang atau lo bakalan gue bikin makin babak belur lagi?" tanya Shakira.
Orang jahat itu menggeleng. Tapi tiba-tiba terdengar bunyi nada dering di saku jaketnya orang jahat itu. Shakira bergegas mengambil HP itu dan Shakira langsung mengangkat panggilan dari nomor yang ia kenali itu adalah kepunyaan siapa.
"Halo Bang? Lo udah berhasil bikin wajah dia melepuh? Kalau lo berhasil gue tambahin lagi deh honornya!" ucap Wiwit di panggilan telepon itu.
"O o kamu ketahuan, yang bayar dia, bayar mahal dia, buat ngancurin wajahku." balas Shakira dengan nada nyanyian.
Wiwit terkejut karena ternyata yang mengangkat telpon darinya adalah Shakira.
Wiwit langsung matiin telponnya.
"Gue akan datengin lo ke rumah! Tunggu aja setan!" pekik Shakira didepan layar ponsel orang jahat itu.
Wiwit mengunci pintu kamarnya. Wiwit sangat yakin bahwa Shakira mungkin akan segera datang ke rumahnya buat memberi perhitungan kepadanya.
"Gak! Si sialan itu pasti akan dateng kesini. Gue harus lakuin cara gimana caranya biar dia gak nemuin gue. Males banget gue bertengkar sama dia. Semoga juga gak sampai bawa-bawa polisi, lagian pasti Shakira ****** gak kenapa-kenapa. Orang dia berhasil ngalahin dua preman itu. Hmm, pasti dia dibantu sama ayang gue juga sih, beib Razzan." ucap Wiwit seraya menatap kearah cermin di kamarnya.
__ADS_1
"Apa gue kabur aja ya dari rumah buat sementara waktu? Ah tapi percuma juga karena di sekolah gue juga bakalan ketemu sama si brengsek Shakira. Pindah sekolah juga bukan keputusan yang tepat. Langkah yang benar adalah berani menghadapi si bedebah Shakira." lanjut Wiwit berkata.
Tak berselang lama Razzan dan Shakira datang ke rumah Wiwit dengan naik motor. Dua orang jahat tadi sudah diringkus oleh polisi. Shakira turun dari motor lalu berteriak didepan pintu pagar rumah Wiwit.
"Wiwit keluar lo! Satpam! Buka pagarnya!" pekik Shakira memanggil Pak Satpam yang sedang berdiri dibalik pagar.
Wiwit langsung menelpon satpam untuk tidak membukakkan pintu. Mendapat instruksi dari Wiwit, Pak Satpam itu tidak akan bukain pintu pagar buat Shakira.
"Maaf Nona, tapi Nona Wiwit tidak mengizinkan anda untuk masuk." ucap satpam itu.
Shakira mengambil HPnya yang ia simpan didalam tasnya lalu Shakira menelpon Wiwit.
"Buka pintunya dasar pengecut, penakut, mental tempe lo!" paksa Shakira.
Wiwit membuka jendela kamarnya. Shakira bisa melihat dengan jelas kearah jendela kamar Wiwit, ada Wiwit disana yang sedang berdiri sembari tersenyum kepada Shakira.
"Ini, gue udah buka, buka jendela aja ya Shakira. Mimpi lo gue izinin lo masuk! Gue gak akan biarin diri gue dibejek-bejek sama lo!"
"Percuma juga karena kita besok bertemu di sekolah. Apa yang lo lakuin itu udah sangat kelewatan. Lo bayar orang buat merusak wajah gue. Gue akan laporin lo ke polisi biar lo nyusul si Poppy dan Leon ke penjara."
Terdengar suara motor melaju. Itu adalah motor Dylan. Karena takut dengan ancaman Shakira, Wiwit memutuskan akan segera kabur lewat pintu belakang rumahnya. Dylan tengah menunggu Wiwit di jalan belakang rumah Wiwit.
Sebelum itu Wiwit mengambil dompet dulu karena uang sangat diperlukan dalam langkah pelariannya.
__ADS_1
"Gue harus cepet-cepet kabur! Gue takut banget dipenjara! Gue akan kabur sejauh mungkin." ucap Wiwit sembari memasukkan banyak uang kedalam dompetnya.
Bersambung...