MELAWAN PEMBULLY

MELAWAN PEMBULLY
Kepedihan Shakira


__ADS_3

"Iya Shakira, lo tunggu dulu disini ya? Gue akan segera pergi ke kamar lo." jawab Wiwit dengan ekspresi yang agak panik dari arah belakang Shakira lalu Wiwit keluar dari dalam mobil dan bergegas melangkah dengan cepat menuju kedalam rumah Shakira.


Tak berselang lama Wiwit kembali datang dengan membawa salah satu rok punya Shakira.


"Baby, ini gue udah bawa rok dan guntingnya." tukas Wiwit seraya menunjukkan rok dan gunting itu didepan Shakira.


"Oke! Sini guntingnya? Gue akan langsung menggunting sebagian rok gue dengan cepat! Iih, sialan banget sih dia! Yang udah berani giniin gue," titah Shakira seraya memutar bola mata malas.


"Siapa sih yang lakuin ini kepada baby kita, kurang ajar banget sih itu orang! Awas aja kalau udah ketahuan!" gerutu Lulu emosi.


Dari dalam bagasi mobil, Razzan masih ada disitu. Razzan tengah mendengarkan apa yang sedang terjadi disekitar mobil milik Shakira ini. Suasana terdengar cukup heboh dengan nempelnya rok Shakira diatas jok mobil.


"Ah, akhirnya lepas juga! Buruan siniin roknya, gue mau langsung ganti sekarang juga. Kalian jaga jangan sampai ada orang lain yang ngintip!" ucap Shakira sembari mengambil rok yang sedang dipegang oleh Wiwit.


Razzan sedikit tertawa didalam bagasi mobil dengan kesialan yang dialami oleh Shakira akibat perbuatannya.


"Rasakan Shakira, sekali-kali kamu harus mengalami hal-hal yang menyebalkan seperti itu." batin Razzan sembari sedikit tersenyum.


Shakira selesai memakai roknya, Shakira merasa lega karena permasalahan rok yang nempel ini udah beres tapi tiba-tiba Shakira melihat ibunya yang berlari keluar dari dalam rumah sembari menangis sedih.

__ADS_1


"Ma, mama kenapa? Apa yang terjadi lagi?" tanya Shakira seraya berlari menghampiri ibunya.


"Shakira sayang, biasalah, papa kamu yang egois dan jahat itu selalu saja menyakiti hati mama. Memaki mama dengan perkataan yang terdengar menyakitkan. Mama udah capek banget nak dituduh selingkuh terus sama papa kamu. Padahal papa kamu yang selingkuh nak. Mama gak pernah selingkuh sama siapapun. Sumpah, mama sangat menyesal telah memilih dia menjadi suami mama." jawab ibunya Shakira.


"Mah! Mama gak capek ya bahas hal kayak gini terus? Ributin hal yang gak penting terus? Kalian gak capek ya buang-buang waktu kalian hanya untuk ribut mulu! Kalian jadi gak peka dengan aku, darah daging kalian sendiri, yang perlu perhatian khusus dari kalian." tanya Shakira sembari menangis. Air matanya meluap-luap tanda kekecewaan yang begitu mendalam kepada ayah dan ibunya.


"Kamu ini bicara apa sih nak? Disaat seperti ini kamu malah bilang sesuatu yang mama gak paham seperti itu? Selama ini mama dan papa selalu memberikan segalanya untuk kamu. Kenikmatan duniawi, kekayaan,uang, fasilitas, dan kamu masih belum puas nak?" tanya ibunya balik membuat Shakira semakin kesal saja.


"Tahu ah! Aku semakin muak melihat kalian berdua yang berantem mulu! Aku mau ambil barang-barang aku didalam. Mulai sekarang dan selamanya aku akan menetap dirumah kita yang kosong, yang ada di komplek Lotar itu. " ujar Shakira lalu Shakira melangkah dengan cepat menuju kedalam rumah meninggalkan ibunya bersama dengan Lulu dan Wiwit.


Dari dalam bagasi mobil, Razzan mendengar pembicaraan itu. Razzan mendengarkan apa yang sedang dialami oleh Shakira. Razzan langsung peka akan hal menyedihkan yang selalu dialami oleh Shakira. Ternyata Shakira kalau dirumah selalu sedih karena kedua orang tuanya yang selalu ribut seperti itu.


"Berada ditengah keluarga yang ribut terus memang menyedihkan Shakira. Ternyata kamu seperti ini ya kalau dirumah?" batin Razzan dengan ekspresi yang sedih juga.


"Rumahmu adalah disini nak! Kamu gak boleh pergi kemana-mana. Mama melarangmu pergi dengan keras!" ucap ibunya dengan tatapan penuh amarah.


"Aku gak peduli lagi mah! Pokoknya aku mau tinggal dirumah kita yang lain, tinggal sendiri! Aku akan merasa jauh lebih nyaman jika tinggal sendirian disana. Aku merasa capek mah tinggal disini terus. Disini tuh udah kayak neraka dunia buat aku. Gimana aku mau fokus belajar kalau setiap hari aku selalu mendengar kalian ribut terus!" sahut Shakira seraya menangis dengan ekspresi yang lebih menyedihkan lagi.


Lulu dan Wiwit ikut sedih melihat apa yang sedang terjadi pada Shakira. Air mata mengalir dari kedua bola mata Lulu dan Wiwit melihat apa yang tengah dirasakan oleh ketua geng mereka.

__ADS_1


"Shakira! Kamu gak boleh gitu sayang. Tetap tinggal dirumah ini dan jangan pedulikan mama sama papa kalau kita sedang ribut nak. Lagipula kemungkinan mama sama papa juga akan bercerai, kamu tidak akan lagi melihat keributan yang akan terjadi di antara mama sama papa lagi sayang?" paksa ibunya Shakira dan kali ini nada suaranya terdengar lebih lirih.


"Apa? Bercerai? Jadi kalian berdua mau bercerai? Kalian berdua gak mikirin perasaan aku? Apa jadinya kalau kalian bercerai? Aku akan semakin menderita mah." tukas Shakira sembari mengusap air matanya.


"Bercerai adalah pilihan yang terbaik untuk mama dan papa nak. Rumah tangga papa dan mama sudah tidak ada kecocokan lagi. Berpisah adalah keputusan yang terbaik dan kamu harus bisa untuk menghargai keputusan papa dan mama untuk berpisah," cakap ibunya Shakira.


Shakira menunduk, menatap kebawah, Shakira semakin membenci ayah dan ibunya. Lalu Shakira akan masuk kedalam mobilnya tapi Wiwit buru-buru mencegah Shakira buat masuk kedalam.


"Shakira, kamu lupa ada lem perekat di jok mobil itu?" tanya Wiwit kepada Shakira.


Shakira terlupa soal lem itu, lalu Shakira melangkah pergi dengan cepat. Shakira memutuskan akan pergi jalan kaki saja bersama dengan Lulu dan juga Wiwit.


"Shakira! Shakira! Jangan kurang ajar kamu ya! Kembali kesini! Shakira!" teriak ibunya tapi Shakira ogah untuk kembali lagi.


"Shakira! Dengarin mama! Emangnya kamu bisa hidup sendirian disana!" teriak ibunya berusaha agar Shakira mau kembali.


Hati Shakira sudah tidak peduli lagi. Awan kekecewaan telah menutupi hatinya. Razzan, merasa agak bersalah karena sudah menaruh lem itu di jok mobil milik Shakira. Razzan merasa menyesal, lalu Razzan akan keluar dari dalam bagasi mobil ini, Razzan akan mengakui perbuatannya kepada Shakira.


Razzan perlahan membuka bagasi itu dari bawah dan ibunya Shakira terkejut ketika melihat ada orang yang diam-diam keluar dari dalam bagasi mobilnya Shakira.

__ADS_1


"Heh! Siapa kamu? Kamu ngapain bersembunyi didalam bagasi mobil milik anak saya? Kamu pasti mau berniat jahat ya kepada anak saya? Shakira! Shakira! Sini nak! Ada orang jahat yang diam-diam ngumpet didalam bagasi mobil kamu!" teriak ibunya Shakira memanggil Shakira yang sepertinya Shakira dan temannya belum pergi jauh dari rumah.


Bersambung...


__ADS_2