
Nafiah melangkah keluar dari dalam perpustakaan. Shakira, Lulu, dan Wiwit yang sedang menatap kedepan kemudian dipanggil oleh Nafiah dari belakang.
"Hai kalian?" ucap Nafiah memanggil mereka bertiga.
Mereka bertiga langsung berbalik badan, mereka bertiga terlihat terkejut ketika mereka melihat Nafiah yang sedang berdiri didepan pintu masuk perpustakaan.
"Eh cupu? Punya nyali juga lo? Kirain lo bakal ngumpet terus didalam karena takut dibawa sama kita? Sekarang, LO IKUT KITA!" paksa Shakira sembari menarik tangan Nafiah.
Nafiah menggeleng, Nafiah berusaha berontak, lalu Nafiah menghempas tangan Shakira yang sedang memegang kuat tangan kanannya.
"Jangan bully aku lagi please? Aku hanya ingin bersekolah dengan nyaman disini. Kalau kalian gitu lagi, berbuat yang tidak menyenangkan kepadaku, aku akan melaporkan perbuatan kalian lagi kalian kepada guru." ucap Nafiah mengancam.
"Hah? Berani ya lo? Laporin aja sana! Lo lupa siapa dan seperti apa hebatnya kedua ortu gue? Lo tanggung resikonya kalau lo berani lakuin itu ke gue!" cakap Shakira tak gentar.
"Gue gak lupa tapi gue gak akan membiarkan diri gue terus menerus dibully sama kalian bertiga!" sahut Nafiah dengan nada bicara yang terdengar agak gemetar. Itu karena Nafiah sebenarnya sangat takut buat berusaha melawan Shakira and the geng.
Dari balik pot tanaman didekat perpustakaan, Poppy tengah mengamati mereka berempat.
"Nafiah? Kasihan banget sih si Nafiah, pasti Nafiah akan dibully lagi sama tiga setan jahat itu! Sebaiknya aku gak boleh tinggal diam meski sebenarnya aku juga ogah berurusan dengan si jahat Shakira." batin Poppy.
Shakira semakin emosi lalu tangannya bergerak buat menampar wajah Nafiah. Nafiah menunduk, sudah terbiasa mendapat tamparan dari Shakira. Akan tetapi, Nafiah memberanikan diri buat membalas tamparan yang dilakukan oleh Shakira.
PLAAAAK
Bagaikan petir di siang bolong yang terik.
"Aww! Sialan lu! Berani lu nampar muka cantik gue?!" pekik Shakira sangat kaget karena Nafiah berani menamparnya.
Lulu dan Wiwit membuka mulutnya, mereka berdua terlihat tidak percaya dengan apa yang telah Nafiah lakukan!
"Nafiah! Apa yang lo lakukan sama ketua geng kesayangan kita? Berani ya lo lakuin itu sama my baby Shakira? Sekarang terima ini cupu!" marah Lulu lalu Lulu mendorong Nafiah hingga Nafiah terjatuh ke lantai.
"Aww," rintih Nafiah. Apalagi tangannya agak kepelintir setelah didorong oleh Lulu.
__ADS_1
Poppy memegang kedua pipinya lalu Poppy bergegas berlari buat membantu Nafiah.
"Nafiah, kamu gak apa-apa kan?" tanya Poppy sembari membantu Nafiah berdiri.
"Ini lagi curut satu gak usah ikut campur! Pergi aja sana kalau lo gak mau dapet masalah!" bentak Shakira kepada Poppy.
"Nggak Ra! Selama ini aku gak buta melihat apa yang kalian lakukan kepada Nafiah! Aku selalu terdiam ketika melihat Nafiah yang selalu ditindas sama kalian. Kalian benar-benar kelewatan! Aku kasihan sama Nafiah, dia juga berhak untuk bahagia bersekolah disini. Dia punya salah apa sih sama kalian? Kalian jangan kelewatan dong! Gak takut balasan menimpa kalian ya?" balas Poppy dengan amarahnya yang meluap-luap.
"Why? Hah? Kenapa sejak Razzan miskin itu masuk ke sekolah ini, anak-anak yang lemah jadi pada berubah dan berani melawan gue? Jangan-jangan Razzan yang menghasut mereka buat berani melawan gue? Awas aja lo cowok bajingan!" batin Shakira kesal seraya menatap tajam kearah Poppy.
"Udah Ra, lebih bagus kalau kita bertiga kasih pelajaran juga ke Poppy alay ini, yang sok jagoan bantuin Nafiah!" ajak Wiwit sembari menunjuk wajah Poppy.
"Aku udah gak takut lagi sama kalian! Silahkan bully aku tapi jangan salahkan aku kalau aku melaporkan kalian kepada pihak sekolah." ancam Poppy tak gentar.
Hati Nafiah merasa senang karena kali ini ada orang-orang yang mau pasang badan melindungi dirinya ketika ia sedang dibully oleh Shakira and the geng. Nafiah sedikit tersenyum lalu menatap ke Shakira yang aura kemarahannya semakin kuat.
Shakira mengangkat salah satu tangannya, akan menampar wajah Poppy, tapi Poppy berani menahan tangan Shakira dengan memegang kuat tangan Shakira.
"Sialan! Lepasin!" bentak Shakira lalu Wiwit menendang perut Poppy hingga Poppy sedikit terdorong ke belakang.
"Aku gak apa-apa." jawab Poppy lalu kaki Poppy bergerak buat membalas tendangan Wiwit.
Poppy juga menendang perut Wiwit sampai Wiwit terjatuh diatas rumput.
"Aww! Perut gue sakit!" keluh Wiwit sembari memegang perutnya yang abis kena tendangan dari Poppy.
Banyak murid yang ramai menonton kejadian itu. Bu Melani berlari keluar dari dalam perpustakaan buat melerai mereka semua.
"Sudah hentikan! Kalian ini lagi pada ngapain sih malah berantem? Balik ke kelas kalian masing-masing!" pekik Bu Melani didepan mereka semua.
"Semuanya bubar! Ini bukan tontonan! Bubar bubar!" teriak keras Bu Melani kepada semua orang yang sedang menonton. Bahkan ada yang merekam.
Shakira melihat ke wajah Bu Melani dengan kesal lalu Shakira mengajak kedua temannya buat segera pergi dari depan perpustakaan.
__ADS_1
"Poppy, Nafiah, kalian tidak apa-apa kan?" tanya Bu Melani peduli.
"Kita gak apa-apa kok Bu. Makasih ya udah bantuin kita?" jawab Poppy sembari tersenyum.
"Udah seharusnya saya melakukan itu. Tiga anak orang kaya itu memang keterlaluan. Mentang-mentang mereka punya banyak uang, mereka jadi bersikap seenaknya kepada kalian. Kita memang harus bersatu buat memberi mereka perlawanan. Siapa tahu dengan begitu, mereka bertiga jadi sadar dan berubah jadi lebih baik. Dari dulu saya selalu menahan emosi ketika mereka sedang membully yang lemah karena pengaruh ortunya Shakira yang begitu kuat!" tukas Bu Melani yang langsung disambut dengan senyuman manis oleh Poppy dan Nafiah.
***
Saat jam istirahat kedua tiba, banyak murid yang tengah membicarakan soal Nafiah dan Poppy yang sudah berani buat sedikit melawan kesemena-menaan yang selalu dilakukan Shakira and the geng.
Razzan mendengar obrolan mereka sembari melangkah ditengah-tengah mereka. Razzan tersenyum puas mendengar hal itu. Razzan ingin segera mencari keberadaan Poppy dan Nafiah.
Razzan mencari-cari mereka berdua hingga akhirnya Razzan menemukan mereka berdua sedang bersama di sudut taman belakang sekolah. Mereka berdua sedang makan camilan bersama.
"Itu dia mereka." ujar Razzan pelan lantas Razzan berlari menghampiri mereka.
"Hai kalian berdua?" sapa Razzan sumringah.
"Hai juga Razzan. Sekali lagi terimakasih ya atas motivasi yang kamu berikan tadi pagi? Tadi aku mencoba berani buat melawan Shakira dan gengnya, dibantu sama Poppy juga." tutur Nafiah diiringi senyum yang beraura ceria.
Razzan senang melihatnya. Melihat Nafiah yang kembali bersemangat.
"Setelah ini kamu harus lebih berani lagi ya Nafiah, dan juga Poppy. Kita satukan kekuatan, dengan menyatukan kekompakan, itu akan semakin menguatkan kita buat melawan kejahatan yang merajalela di sekolah ini, yaitu kejahatan yang dilakukan sama tukang-tukang bully keterlaluan itu. Oh iya, Poppy, aku boleh minta nomor HP kamu?" pinta Razzan.
Poppy tentu saja akan memberikan nomor HPnya kepada Razzan.
"Boleh, kamu save ya, 081xxx, udah?"
"Udah Pop, kamu save juga ya nope aku, dengan ini mungkin kita akan semakin berteman akrab. Nafiah, kamu save juga ya nomor HP aku?" ucap Razzan seraya memandang kearah Nafiah.
"Inginnya sih gitu tapi HP aku sekarang sedang diperbaiki. Shakira merusaknya beberapa hari yang lalu." jawab Nafiah sedih.
"Keterlaluan sekali si Shakira itu, siang ini lihat apa yang akan aku lakukan kepadamu Shakira!" ucap Razzan membuat Nafiah dan Poppy saling menatap satu sama lain memikirkan ucapan Razzan itu.
__ADS_1
Bersambung...