MELAWAN PEMBULLY

MELAWAN PEMBULLY
Penampilan Tampan


__ADS_3

Razzan kembali menatap kepada Shakira, Lulu, dan Wiwit. Razzan benar-benar tidak menyukai sikap mereka yang kejam, kasar, dan bengis kepada orang lain. Lalu setelah itu Razzan melangkah pergi dengan diikuti oleh Nafiah.


Shakira berdiri lalu Shakira melangkah ke tengah-tengah Wiwit dan Lulu yang sedang berdiri. Mereka bertiga menatap Razzan dan Nafiah dengan tatapan yang penuh akan rasa emosi.


"Gue benci banget sama mereka berdua! Sejak Razzan masuk ke sekolah, rencana gue buat membully Nafiah selalu saja gagal. Andai saja anak itu mati, pasti hidup gue akan jauh lebih menyenangkan." ucap Shakira seraya mengepalkan salah satu tangannya.


"Hah, mati? Lo ingin Razzan mati Ra?" tanya Lulu sembari menatap wajah Shakira.


Shakira mengangguk dengan tatapan dingin.


"Kalau gitu kenapa lo gak cari pembunuh bayaran aja Ra? Lo bayar pembunuh itu buat bunuh si Razzan. Kelar urusan lo deh baby?" usul Lulu yang langsut disambut dengan tamparan kencang oleh Wiwit.


Shakira melongo ketika melihat Wiwit berani menampar wajah Lulu. Padahal mereka berdua adalah teman.


"Aw, lo ini apa-apaan sih Wit? Kok lo malah nampar gue? Ada masalah apa lo!" protes Lulu gak terima.


"Ya jelas masalah dong! Gue kan suka," Wiwit menghentikan omongannya hampir saja keceplosan.


"Suka apa?" sahut Shakira kepo.


"Gue suka membully Razzan tapi jangan sampai melakukan perbuatan yang sampai separah itu juga kali guys? Lulu? Masa lo usulin ide buat menghilangkan nyawa orang lain? Itu kan perbuatan kriminal Lu! Ancaman yang diberikan itu tidak main-main!" pekik Wiwit seraya menatap Lulu dengan tatapan marah.


"Ya tapi gak usah sampai nampar gue juga kali! Pokoknya gue sama sekali gak terima ditampar sama lo! Gue akan balas tamparan lo Wiwit!" kesal Lulu.


PLAAAAAK

__ADS_1


Giliran Lulu yang menampar Wiwit dan Shakira langsung melerai mereka berdua.


"Kalian berdua ini apa-apaan sih? Kita ini teman bukan? Malah main gampar-gamparan? Gue juga nggak setuju sama idenya Lulu kali! Siapa juga yang mau di penjara karena kasus pembunuhan? Gue gak mau segila itu juga kali! Udah yuk kita pulang ke rumah gue aja!" ajak Shakira lalu menarik tangan Lulu dan Wiwit. Sedangkan Lulu dan Wiwit masih saling melotot satu sama lain.


Tak berselang lama mereka bertiga sampai didepan rumah Shakira yang berada di komplek Lotar Mereka bertiga masuk kedalam rumah lalu mereka bertiga melangkah menuju kamar mereka masing-masing. Shakira yang sudah menentukan kamar untuk Lulu dan Wiwit didalam rumah ini.


Didalam kamarnya Wiwit melempar tas sekolahnya keatas kasur. Lalu Wiwit melemparkan tubuhnya keatas kasur yang empuk. Wiwit memikirkan Razzan yang peduli kepada Nafiah.


"Razzan adalah cowok yang gue suka. Gue berharap suatu saat gue bisa menjadi pacarnya dia. Tapi sepertinya Razzan terlalu peduli sama Nafiah. Gue khawatir kalau Razzan ternyata suka sama Nafiah, si cupu jelek yang menyebalkan itu. Cantikan gue kemana-mana lah!" batin Wiwit panik.


Lalu Wiwit membuka ponselnya. Wiwit memicit folder galeri di ponselnya. Banyak foto Razzan yang tersimpan didalam galeri HP. Wiwit mendapatkan foto itu setelah Wiwit selalu memotret Razzan secara diam-diam.


"Razzan yang ganteng, gue pengin banget lihat lo lepas kacamata lo. Lo itu damagenya parah banget tahu nggak! Bahkan Dylan yang selalu sok kegantengan itu sebenarnya kalah ganteng jika dibandingin sama lo Razzan sayang." ucap pelan Wiwit lalu Wiwit mencium foto Razzan diponselnya.


"Muaaaaach!"


"Wiwit benar-benar nyebelin hari ini! Berani sekali dia ya nampar wajah gue yang cantik ini! Eh tapi, si Wiwit barusan lagi nyium-nyium apa ya? Jadi penasaran gue. Apa jangan-jangan yang barusan dicium sama Wiwit adalah foto orang yang lagi dia taksir? Tapi siapa ya jadi kepo gue. Hmm, nanti malam gue akan selidikin itu!" batin Lulu berambisi mencari tahu siapa foto orang yang barusan dicium oleh Wiwit di ponselnya.


***


Malam pun tiba


Shakira sedang makan malam sendirian di Cafe mahal. Cafe yang mewah dengan desain ruangan yang sangat berkelas. Alunan musik mellow yang elegan mengiringi para pengunjung yang datang dan sedang menikmati makanan mereka.


"Suasana di cafe ini benar-benar mahal dan nyaman. Cafe ini sangat cocok orang-orang kaya yang sedang kesepian atau sedang galau. Cafe sebagus ini tidak cocok untuk rakyat jelata. Mereka mana mampu bayar makanan dan fasilitas disini." batin Shakira seraya mengambil spagetti diatas piring menggunakan sumpit.

__ADS_1


Tapi Shakira dibuat kaget ketika melihat Razzan datang masuk kedalam cafe dengan penampilan yang berbeda.


"Hah? Si Razzan ngapain datang ke cafe sebagus ini? Emangnya dia mampu ya bayar makanannya? Di sekolah aja dia jarang beli makanan di kantin?" batin Shakira bertanya-tanya.


Penampilan Razzan malam ini terlihat sangat berbeda. Kacamata yang biasanya selalu menemani hari-harinya malam ini tidak ia kenakan. Razzan semakin terlihat tampan tanpa memakai kacamata itu.


Pakaian yang dikenakan oleh Razzan juga terlihat keren. Shakira yakin harga baju dan celana yang dikenakan oleh Razzan itu mahal. Itu terlihat dari desainnya yang sangat menarik dan berkelas. Shakira juga tahu sama merek baju yang dikenakan oleh Razzan. Itu adalah merek baju yang berkelas dan mahal.


"Razzan terlihat sangat tampan malam ini. Gue seperti melihat seorang pangeran yang datang mengunjungi cafe ini." batin Shakira berkata, terpesona kepada Razzan.


"Auranya benar-benar bagus. Tapi sebentar deh, itu Razzan apa bukan sih? Atau cuma orang yang mukanya mirip sama Razzan? Untuk memastikannya maka gue harus samperin dia." ucap Shakira dalam hati lalu Shakira menghentikan sejenak dinnernya.


Razzan duduk di kursi meja dekat sebuah aquarium ikan yang besar. Razzan menatap ikan-ikan yang berenang dengan begitu riangnya didalam aquarium itu. Lalu Shakira datang dan duduk di kursi seberang meja. Razzan terkejut melihat kedatangan Shakira.


"Lo Razzan bukan sih?" tanya Shakira memastikan.


Razzan menghela nafasnya lalu Razzan bergegas berdiri dan mengacuhkan pertanyaan Shakira.


"Eh mau kemana lo! Gak sopan banget sih mau main pergi aja?" tanya Shakira seraya ikutan berdiri juga.


"Lo Razzan bukan? Soalnya muka lo mirip banget sama anak cupu itu?" tanya Shakira lagi.


Razzan nyelonong pergi, melangkah dengan cepat keluar dari dalam cafe. Tapi Shakira tidak tinggal diam, Shakira mengejar Razzan hingga kedepan pintu cafe. Didepan pintu cafe Shakira malah tersandung saat berlari hingga dirinya terjatuh ke lantai.


"Aw," rintih Shakira seraya memegang kakinya.

__ADS_1


Razzan menghentikan langkahnya lalu menoleh ke belakang. Melihat Shakira yang terjatuh Razzan ingin membantunya tapi disisi lain dia juga bingung.


Bersambung...


__ADS_2